Mengenal Jenis Konstruksi Atap pada Bangunan Bentang Lebar

Konstruksi atap merupakan konstruksi yang terdiri dari balok melintang yang menerima gaya tarik, balok sebagai penopang atau tiang yang menerima gaya tekan guna menyangga dari gording dan kasau serta pelapis atap.

Sebuah bangunan bentang lebar yang tampak kaku, tentu kurang nyaman dipandang mata. Untuk itu, agar supaya bangunan tersebut tidak hanya mampu memikul beban bangunan, melainkan juga perlu diberikan nilai estetikanya.

Jenis Konstruksi Atap

Hal yang paling mudah dan sederhana adalah atap struktur bangunan betang lebar. Atap pada bangunan ini yang menjulang tinggi akan nampak walaupun dari jarak yang sangat jauh. Ada beberapa jenis konstruksi atap yang biasa mempercantik bangunan ini, berikut ini beberapa di antaranya.

1. Konstruksi Atap Kabel

Struktur kabel sebenarnya sudah lama dikenal oleh manusia. Model ini bisa kita dapat lihat pada konstruksi jembatan gantung yang melibatkan berbagai bahan bangunan yang bersumber dari alam. Seperti akar pohon, rotan, hingga bambu. Jenis konstruksi jembatan gantung ini masih biasa digunakan pada berbagai sungai di tanah air.

Sekarang, penggunaan struktur kabel juga telah merajai berbagai stadion olahraga yang memiliki bentang yang cukup luas. Bedanya, struktur ini menggunakan bahan baja. Dalam ilmu teknik sipil, penggunaan atap kabel pada stadion sangat efektif dan banyak digunakan.

Konstruksi atap merupakan konstruksi yang terdiri dari balok melintang yang menerima gaya tarik, balok sebagai penopang atau tiang yang menerima gaya tekan guna menyangga dari gording dan kasau serta pelapis atap.
Ilustrasi struktur kabel, sumber: ilmutekniksipilindonesia.com

Hal tersebut disebabkan oleh struktur kabel ini tidak membutuhkan kolom besar untuk memikul beban, sehingga bisa memberikan tambahan nilai estetis bangunan. Bukan hanya itu, arah dan sudut pandang penonton yang sedang menonton pertunjukkan di dalam gedung tidak akan terganggu dengan keberadaan kolom kolom tersebut.

2. Struktur Busur

Struktur atap bangunan ini termasuk dalam form active structure system dan biasanya dikombinasikan dengan struktur kabel. Sistem struktur ini berupa elemen garis berbentuk busur dengan lenting tertentu. Lenting inilah yang akan menahan beban bangunan.

Struktur ini juga sebenarnya sudah lama dimanfaatkan, terutama pada peradaban yunani dan romawi dalam membangun sebuah bangunan dengan model bentangan yang luas. Material bangunan yang digunakan juga adalah material yang padat seperti baja, kayu dan beton.

3. Struktur Kubah

Konstruksi atap struktur kubah adalah salah satu bentuk yang paling efisien untuk menutup area yang luas karena bisa membungkus jumlah maksimum ruangan dengan luas area yang minim.

Struktur jenis ketiga ini diyakini lebih kuat dan sangat tahan gempa. Namun demikian, bentuknya yang setengah lingkaran diyakini juga tidak terlalu fleksibel. Dalam proses pengerjaannya, para pekerjanya pun harus sangat hati hati dan teliti agar hasilnya presisi.

4. Struktur Cangkang

Konstruksi atap selanjutnya adalah sistem cangkang. Sistem atap bangunan satu ini pada dasarnya terinspirasi dari alam seperti cangkang telur, cangkang kepiting, cangkang keong dan sejenisnya.

Hal itulah yang menyebabkan struktur cangkang ini berbentuk structural tiga dimensi dengan sifat kaku, tipis dan melengkung. Anda bisa mendapatkan structural dari sistem cangkang ini dalam berbagai pilihan variasi. Namun, yang umumnya digunakan adalah permukaan satu sumbu seperti bola atau parabola.

5. Konstruksi Atap Pneumatik

Sistem pneumatik merupakan konstruksi atap bangunan yang termasuk dalam soft shell. Untuk bisa stabil, sistem satu ini mengandalkan tekanan internal yang lebih tinggi dibanding tekanan eksternal.

Sistem pneumatik merupakan konstruksi atap bangunan yang termasuk dalam soft shell. Untuk bisa stabil, sistem satu ini mengandalkan tekanan internal yang lebih tinggi dibanding tekanan eksternal.
Tampilan struktur pneumatik, sumber: martinasarmauli.blogspot.com

Media yang bisa Anda gunakan juga beraneka ragam seperti zat cair, busa, butiran dan gas. Namun, pada umumnya kebanyakan menggunakan udara atau gas sebagai medianya.

Kelebihan yang bisa didapatkan jika menggunakan jenis sistem ini adalah kemudahan dan kecepatan dalam proses membangunnya serta memiliki bobot yang sangat ringan. Hal itu karena material utamanya adalah lembaran kain dengan ketebalan tidak lebuh dari 0.5 mm yang tidak seberapa beratnya.

Namun demikian, dengan struktur yang cenderung tipis, sistem konstruksi atap satu ini sangat rentan terhadap robek, kebocoran dan tentunya tidak bisa diandalkan jika menahan beban vertikal.

6. Struktur Membran

Biasanya digunakan untuk menutupi atap bangunan, sistem ini disebut sebagai sistem membran. Penggunaan sistem ini pada atap bangunan sangat diminati karena kualitasnya yang ringan, mudah diaplikasikan pada ruang berskala besar serta transparansi.

Perlu diingat, tidak semua jenis bangunan bisa dan cocok untuk menggunakan jenis sistem ini. Ada beberapa proyek bangunan yang tidak cocok dengan sistem membran ini. Agar tidak mudah sobek, paparan matahari dan suara bising, Anda harus melibatkan membran yang berlapis.

7. Struktur Space Frame

Sistem berikut ini adalah struktur ringan namun kaku. Umumnya dikonstruksikan pada elemen tiang yang mengikuti pola geometris tertentu. Sistem ini akan menghemat waktu pembangunan, dengan karakteristiknya yang ringan, mudah dirakit dan dirangkai.

Bukan itu saja, beberapa elemen pembentuk space frame ini juga biasanya diproduksi secara masal di pabrik. Sehingga, Anda bisa mendapatkan keuntungan penuh dari industri konstruksinya langsung, berupa potongan harga dan tawaran lainnya.

Sistem berikut ini adalah struktur ringan namun kaku. Umumnya dikonstruksikan pada elemen tiang yang mengikuti pola geometris tertentu. Sistem ini akan menghemat waktu pembangunan, dengan karakteristiknya yang ringan, mudah dirakit dan dirangkai.
Tampilan struktur atap space frame, sumber: indonesian.alibaba.com

Namun, sistem ini tetap memiliki kekurangan yang perlu Anda perhatikan yakni adanya penggunaan material baja yang tidak tahan api serta pemasangan yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi, agar hasilnya presisi.

8. Struktur Folded Plate

Sebagaimana dengan namanya, sistem ini memang cenderung lebih rumit dibandingkan dengan sistem lainya. Karena sistem ini membutuhkan rakitan plat datar kaku yang membawa beban tanpa penggunaan balok pendukung tambahan pada setiap tepinya.

Untuk bangunan yang berlokasi pada daerah dengan curah hujan tinggi, bentuk atap sistem ini sangat direkomendasikan untuk digunakan. Bentuk ini juga sangat cocok untuk mengatur cahaya. Namun, Anda harus hati hati atas kemungkinan terjadinya talang kantong jika tidak dibuat dengan benar.

Demikianlah uraian singkat mengenai konstruksi atap bangunan pada banganan bentang lebar. Jadi, apakah Anda ada rencana membangun bangunan dengan konstruksi atap tersebut? Anda bisa berkonsultasi dengan kami segera!

Bagikan ke sosial media Anda :
Artikel Terbaru
Jika Anda ingin berlangganan artikel dari kami, silahkan lampirkan email Anda formulir di bawah ini
× Chat via WhatsApp!