Dalam pengerjaan konstruksi bangunan ada banyak sekali komponen penting yang perlu untuk diketahui dan diperhatikan. Tujuannya agar Anda dapat mengenal setiap komponen bangunan yang digunakan. Salah satu komponen yang sangat penting digunakan dalam konstruksi bangunan adalah sloof pondasi.

Komponen yang satu ini juga sama dengan jenis pondasi lainnya yang sangat penting untuk digunakan. Karena kualitas bangunan mulai dari ketahanan menahan beban struktur dan kekuatan  terhadap guncangan ditentukan dari jenis pondasi yang digunakan. Sehingga pondasi menjadi komponen bangunan yang selalu diperhitungkan dengan baik dan tepat.

Seperti sloof pondasi menjadi struktur bangunan yang tentunya, akan selalu digunakan untuk berbagai tipe bangunan. Karena fungsi dan perannya juga mendukung dalam membuat sebuah bangunan dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Untuk penjelasan lebih lanjutnya bisa Anda simak berikut ini.

Mengenal Sloof Pondasi

Balok pondasi bangunan, sumber rumah.com
Balok pondasi bangunan, sumber: rumah.com

Sloof pondasi adalah struktur dari konstruksi bangunan yang terletak di atas pondasi utama. Pembuatannya dilakukan pada saat pengerjaan dari pondasi utama bangunan sudah selesai dilakukan. Sebenarnya untuk penempatan bukan hanya di atas pondasi saja namun, ada juga yang meletakkannya pada permukaan tanah yang padat.

Penempatan dari pondasi ini tergantung dari penggunaan balok yang akan difungsikan pada konstruksi bangunanan. Jika balok yang digunakan difungsikan untuk menghubungkan antara dua pondasi atau lebih. Maka, balok harus ditempatkan di atas pondasi. Sedangkan bila balok difungsikan untuk mengurangi panjang kolom yang tidak disangga atau sebagai penopang dinding. Maka, ditempatkan di dekat dari permukaan tanah.

Jadi, untuk letak dari sloof pondasi akan disesuaikan dari fungsi balok pada bangunan. Namun, pada umumnya banyak diletakkan di atas dari pondasi utama bangunan. Karena kekuatannya dalam menahan beban struktur bangunan akan jauh lebih baik.

Fungsi Sloof Pondasi

Sloof yang sudah selesai dibuat, sumber pinhome.id
Sloof yang sudah selesai dibuat, sumber: pinhome.id

Sloof pondasi memiliki fungsi sebagai pengikat, pengunci, dan penopang dari dinding bangunan agar tidak mudah roboh saat terjadi pergeseran tanah. Dilansir dari laman Expert Civil, bahwa fungsi sloof pondasi sangatlah penting sebagai komponen  dari struktur bangunan. Dimana, memiliki peran sebagai balok pengikat  yang berguna untuk menahan semua tegangan akibat eksentrisitas elemen vertikal (kolom) pada pondasi suatu bangunan.

Dengan adanya penggunaan sloof maka, pondasi utama dari bangunan akan jauh lebih kuat menahan beban yang diterima. Karena selain berfungsi sebagai pengikat, membantu juga dalam pendistribusian beban secara merata pada pondasi utama bangunan. Sehingga pondasi utama bangunan tidak menerima beban dari atas secara langsung.

Jenis Struktur Sloof Pondasi

Sloof batu bata, sumber alialiakek100.blogspot.com
Sloof batu bata, sumber: alialiakek100.blogspot.com

Ada beberapa jenis sloof pondasi yang sering digunakan dan disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi dari sebuah bangunan yang diantaranya:

1. Besi

Material yang digunakan untuk pembuatannya terbuat dari besi. Tipe bangunan yang biasanya menggunakan jenis sloof ini seperti rumah dan gedung yang memiliki tingkat. Dengan menggunakan sloof jenis ini bangunan akan lebih kuat dan kokoh untuk menahan beban yang cukup besar dari atas.

2. Batu Bata

Strukturnya menggunakan material batu bata sering juga disebut dengan Rolag. Dalam pembuatannya sloof akan disusun dengan bentuk melintang mengikuti dari pondasi utama bangunan. Karena tidak memiliki ketahanan terhadap beban yang cukup kuat maka, jenis sloof ini tidak cocok untuk tipe bangunan yang bertingkat.

3. Kayu Solid

Penggunaan kayu sebagai material dari pembuatan sloof pondasi bangunan masih dapat digunakan. Hanya beberapa tipe bangunan tertentu yang bisa menggunakan jenis sloof ini. Bangunan yang banyak menggunakannya adalah rumah adat, rumah tradisional, dan rumah biasa yang menggunakan bahan dasar kayu sebagai konstruksinya.

4. Beton Bertulang

Tersusun dari beberapa komponen seperti batu kali, besi tulangan, cincin. Membuat struktur sloof dengan material beton bertulang memiliki ketahanan terhadap beban cukup baik. Karena komposisi untuk membuat sloof jenis ini dilakukan dengan perhitungan yang baik dan tepat. Sehingga banyak yang menggunakan sloof jenis ini untuk pembangunan konstruksi bangunan lebih dari dua tingkat.

Cara Menghitung Ukuran Sloof Pondasi

Proses pemasangan rangka besi, sumber pinterest.com
Proses pemasangan rangka besi, sumber: pinterest.com

Dalam penerapannya sloof pondasi tidak dibuat begitu saja tanpa adanya sebuah perhitungan dan penyesuaian dengan konstruksi bangunan. Setiap bangunan memiliki tipe yang dibangun berdasarkan kebutuhan dan kegunaannya.

Biasanya ukuran sloof dan balok sama dimana, ukuran balok akan dibuat mengikuti dari ukuran sloof. Dalam pembuatanya ukuran dari lebar sloof akan disesuaikan dengan dimensi dari tembok bangunan. Jika ukuran tembok yang digunakan besar maka, ukuran sloof dan baloknya juga akan ikut menyesuaikan.

Untuk cara menghitung ukuran sloof pondasi bisa disimak penjelasan berikut ini diantaranya:

1. Menghitung Kebutuhan Besi

Dalam menentukan kebutuhan terhadap besi yang akan digunakan untuk pembuatan sloof. Dihitung berdasarkan ukuran, diameter, panjang dari area pondasi utama, cincin dan jarak sengkangnya. Hitung secara teliti dan benar agar jumlah dari besi yang akan digunakan sesuai dan cukup untuk pembuatan struktur sloof.

2. Menghitung Volume Sloof

Perhitungan volume sloof pondasi juga perlu untuk dilakukan agar ukurannya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, agar sloof yang dibuat dapat menahan beban bangunan secara lebih baik dan maksimal dalam pendistribusian bebannya. Untuk menghitung volume dari sloof bisa menggunakan rumus  volume pada umumnya yaitu, Lebar x Panjang x Tinggi.

3. Menghitung Bekisting Sloof

Untuk memasukan bahan campuran (pengecoran) sebagai isi dari sloof pondasi diperlukan bekisting. Sehingga isi yang akan dimasukan dapat terbentuk dengan sempurna sesuai dengan ukuran dimensi dari struktur sloof. Untuk menghitung dimensi dari ukuran bekisting menggunakan rumus yaitu, 2 x Panjang x Tinggi.

Itulah penjelasan mengenai sloof pondasi yang memiliki peran yang sangat penting sebagai salah satu komponen dalam konstruksi bangunan. Jadi, jika Anda ingin membangunan sebuah rumah atau tipe lainnya. Jangan lupa untuk perhatikan  jenis sloof yang digunakan agar struktur bangunan dapat berdiri dengan kokoh dan kuat.
Jika Anda sedang mencari perusahaan konstruksi yang telah berpengalaman bisa langsung saja hubungi kami PT. Adiprana Sentosa Indovesco. Jasa konstruksi di Jakarta Selatan yang siap untuk mewujudkan berbagai tipe bangunan sesuai dengan kebutuhan. Tunggu apalagi! langsung saja persiapkan rencana terbaik untuk memulai dalam membangun rumah impian Anda.

Di dalam kegiatan konstruksi, tentu saja sudah akrab dengan berbagai jenis besi bangunan. Sebelum melakukan kegiatan konstruksi tersebut, Anda wajib mengetahui apa saja jenis besi yang ada. Hal dikarenakan berbagai jenis besi tersebut merupakan elemen yang penting dalam pembangunan.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis-jenis besi yang ada memiliki fungsi yang berbeda. Supaya sebuah bangunan bisa berdiri dengan kokoh maka elemen penting tersebut harus diletakkan ditempat yang tepat. Selain fungsinya yang berbeda-beda, harga besi bangunan yang ada juga tidak sama. Hal ini tergantung dari berbagai aspek, misalnya saja dari jenisnya.

Apakah semua jenis besi memiliki berat dan panjang yang sama? Jawabannya tidak. Berat dan panjang besi bangunan juga berbeda-beda. Ada yang memiliki bobot ringan hingga berat. Bahkan ada yang pendek dan juga panjang. Jadi tidak heran jika Anda perlu mengetahui berbagai jenis besi tersebut sebelum melakukan kegiatan konstruksi.

Jenis-Jenis Besi Bangunan

Apakah Anda ingin membangun basement atau melakukan renovasi di rumah? Jika iya, maka Anda perlu memastikan bahwa bangunan berdiri dengan kokoh. Bangunan kokoh dapat dilihat dari unsur pondasinya yang kuat. Oleh sebab itu Anda perlu mengetahui apa saja jenis besi bangunan yang ada di dalam konstruksi.

1. Besi Beton

Besi beton merupakan sebuah besi yang digunakan untuk penulangan konstruksi beton. Jenis besi yang satu ini bisa juga disebut dengan beton bertulang. Terdapat 2 macam besi beton yakni besi polos dan besi ulir. Sifat dari kedua besi beton tersebut juga berbeda.

Untuk besi polos, ia akan lebih mudah dibentuk. Sebaliknya, untuk besi ulir memiliki sifat yang sulit dibentuk. Secara umum, mengecek kondisi besi beton merupakan hal yang sangat penting. Gunakanlah besi beton yang berkualitas, salah satu cirinya yang tidak berkarat.

Panjang besi bangunan yang satu ini standarnya 12 meter dengan diameter yang beragam. Mulai dari 6, 8, hingga 25 millimeter. Jika Anda akan renovasi rumah dan menggunakan jenis besi yang satu ini, maka pastikan Anda memilih yang berkualitas. Selain itu sesuaikan juga ukuran besi dengan beban berat yang akan ditopangnya.

Besi beton, Sumber: 99.co
Besi beton, Sumber: 99.co

2. Besi Siku

Besi siku merupakan material yang terbuat dari logam besi dan memiliki panjang standar 6 meter. Untuk ukuran lebar penampang dan ketebalan yang dimiliki besi siku cukup bervariasi. Jika dilihat dari ukuran penampang besi siku diantaranya yakni 2 cm, 3 cm, 4 cm, dan 5 cm. Lalu untuk ketebalannya berkisar antara 1,4 mm hingga 3,4 mm.

Besi siku ini biasanya dimanfaatkan untuk membuat rak besi, pagar, tower air, konstruksi tangga, rangka pintu, rangka jendela, dan lain sebagainya. Sebelum menggunakan besi siku, pastikan bahwa besi tersebut berkualitas ya. Sehingga kegiatan konstruksi yang Anda kerjakan sesuai dengan yang diharapkan. 

Besi siku, Sumber: betonbesibaja.com
Besi siku, Sumber: betonbesibaja.com

3. Besi Plat

Besi yang memiliki bentuk lempengan ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai kebutuhan konstruksi bangunan dan peralatan rumah tangga. Lempengan yang memanjang ini sangat mudah dibentuk. Jadi wajar saja jika banyak yang memanfaatkan besi plat untuk berbagai kebutuhan.

Besi plat, Sumber: muaradua.co.id
Besi plat, Sumber: muaradua.co.id

4. Besi Hollow

Besi hollow merupakan salah satu material yang paling dicari untuk kegiatan konstruksi. Jenis besi yang satu ini memiliki banyak kelebihan. Beberapa diantaranya ialah:

  • Memiliki harga yang terjangkau,
  • Pemasangan yang mudah dan juga kokoh,
  • Peredam panas yang baik,
  • Tidak mudah terkena korosi,
  • Tahan terhadap serangan rayap,
  • Memiliki daya tahan yang kuat,
  • Terdapat nilai estetikanya,
  • Tahan terhadap api.

Berbagai kelebihan itulah yang membuat besi hollow ini semakin populer di bidang konstruksi. Jenis besi yang satu ini biasanya digunakan untuk membuat pagar rumah, berbagai furniture rumah, lapisan saluran gas, hingga pembuatan railing tangga.

Besi hollow, Sumber: kpssteel.com
Besi hollow, Sumber: kpssteel.com

5. Besi Wiremesh

Jenis besi bangunan selanjutnya ialah besi wiremesh. Besi yang satu ini memiliki bentuk yang cukup unik. Bentuk dari besi wiremesh ini seperti anyaman yang bahannya terbuat dari kawat yang cukup tebal. Untuk berat dari besi ini cenderung ringan, sehingga bisa dijadikan sebagai pilihan terbaik pada penguat pagar beton di rumah.

Besi wiremesh, Sumber: wira.co.id
Besi wiremesh, Sumber: wira.co.id

6. Besi H-beam

H-beam merupakan besi baja yang memiliki bentuk seperti balok. Besi yang satu ini secara teknis bernama hot rolled dan memiliki bentuk seperti huruf H. Biasanya besi h-beam ini digunakan untuk konstruksi jembatan dan proyek gedung besar.

Besi ini banyak digunakan untuk kegiatan konstruksi berskala besar. Selain pada konstruksi jembatan atau proyek gedung bertingkat, besi ini juga bisa digunakan untuk rumah dengan gaya industrial.

Besi h-beam, Sumber: besibajanusantara.com
Besi h-beam, Sumber: besibajanusantara.com

7. Besi Wide Flange (WF)

Jika dilihat sekilas, besi WF ini memiliki bentuk yang mirip dengan besi h-beam. Namun sebenarnya kedua jenis besi ini berbeda. Besi WF memiliki gaya tekan dan tarik yang lebih tinggi dibanding dengan besi h-beam. Secara umum, besi WF ini dimanfaatkan sebagai material pembuat rangka gedung.

Besi WF memiliki kekuatan yang seimbang dalam hal tekan atau tarik. Sehingga tidak heran jika banyak yang menggunakan besi ini untuk pondasi pembuat bangunan. Beberapa konstruksi yang memanfaatkan besi WF diantaranya ialah pembuatan gedung, jembatan, dan berbagai bangunan lainnya.

Besi wide flange (WF), Sumber: kpssteel.com
Besi wide flange (WF), Sumber: kpssteel.com

8. Pipa Besi

Jenis besi yang memiliki bentuk bulat dan memanjang seperti pipa ini termasuk salah satu besi yang sering dijumpai dalam sebuah konstruksi. Bahan baku utama dari pipa besi ini adalah baja. Pipa besi ini memiliki fungsi yang bervariasi. Beberapa diantaranya ialah untuk mengalirkan air, gas, udara, hingga saluran pembuangan.

Pipa besi, Sumber: artikel.rumah123.com
Pipa besi, Sumber: artikel.rumah123.com

9. Besi CNP dan UNP

Jenis besi dalam konstruksi selanjutnya ialah besi CNP dan UNP. 2 jenis besi ini bisa dikatakan masih bersaudara namun memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda. Untuk jenis besi CNP memiliki bentuk seperti huruf C dan biasanya dijadikan sebagai bahan baku konstruksi besi pada rangka atap dan rangka yang lainnya. 

Lalu untuk jenis besi UNP memiliki bentuk seperti huruf U dan biasanya dijadikan sebagai balok penutup pada atap serta penopang pada dinding. Besi CNP dan UNP ini merupakan material yang cukup penting dalam kegiatan konstruksi.

Besi CNP, Sumber: supplierbesi.web.id
Besi CNP, Sumber: supplierbesi.web.id

Itulah tadi informasi mengenai jenis besi bangunan dalam kegiatan konstruksi. Untuk berbagai hal yang menyangkut konstruksi bangunan, lebih baik serahkanlah pada ahlinya. Misalnya saja seperti PT Adiprana Sentosa Indovesco (ADISI) yang bisa Anda jadikan sebagai solusi mengenai berbagai permasalahan konstruksi.

Dengan terus berkembangnya pembangunan yang dilakukan membuat pekerjaan atau jasa konstruksi selalu dibutuhkan. Berbagai jenis bangunan yang sering dibangun seperti gedung, hotel,  apartemen,  mall,  dan lain-lain. Namun, dibalik itu semua ada kemungkinan besar dapat terjadinya bangunan gagal konstruksi. Apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi?

Hal ini menjadi sangat penting bagi pihak yang ingin membangun sebuah bangunan untuk berbagai keperluan untuk dapat mengetahuinya. Karena bangunan gagal konstruksi bukan hanya akan menyebabkan kerugian secara material namun, bisa juga menimbulkan korban jiwa dan lain sebagainya. 

Banyak faktor yang dapat menyebabkan hal ini dapat terjadi akan tetapi, tanggung jawab besar dalam pembangunan ada pada pihak jasa konstruksi. Inilah mengapa jasa konstruksi menjadi sangat penting untuk dipilih yang telah berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. Karena dalam pembangunan banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan baik untuk dapat menghindari terjadinya bangun gagal konstruksi. 

Apa Itu Gagal Konstruksi?

Bagunan gagal konstruksi, sumber kumparan.com
Bagunan gagal konstruksi, sumber: kumparan.com

Jika dilihat dari definisi Undang-undang Jasa Konstruksi NO.18/1999 Pasal 1 menjelaskan bahwa kegagalan bangunan adalah keadaan bangunan, yang setelah diserah terimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi baik sebagian atau secara keseluruhan tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja konstruksi atau pemanfaatan-nya yang menyimpang sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/atau pengguna jasa.

Dapat dikatakan bangunan gagal konstruksi adalah sebuah kondisi dimana, terdapatnya kekurangan, kerusakan, atau bahkan tidak sesuai dengan desain bagunannya. Sehingga dapat menimbulkan berbagai dampak kerugian bagi pihak pengguna jasa serta mereka yang akan menggunakan fasilitas yang telah dibangun. Jika telah terdapat indikasi bangunan gagal konstruksi sebaiknya untuk diperiksa kembali. 

Kejadian dari gagalnya konstruksi dari sebuah bangunan yang banyak terjadi diketahui ketika sudah terjadi kerusakan hebat. Hal ini bisa dilihat dari contoh kasus terjadinya kegagalan konstruksi pada bangunan Alfamart berlantai tiga di Jalan Ahmad Yani KM 14, Gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang ambruk atau roboh. 

Bisa dikatakan mengalami kegagalan konstruksi karena, umur dari bangunan ruko tersebut masih sangatlah muda sekitar 10 tahun. Jika mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), baik dari sisi  konstruksi maupun strukturnya, fungsi bangunan itu bisa digunakan sampai 50 tahun lamanya. Sehingga kegagalan konstruksi menjadi penyebab utama dari ambruknya ruko Alfamart di Gambut.

Dari kejadian tersebut menjadi gambaran bagi Anda yang ingin membangun sebuah bangunan untuk bisa lebih cermat dan teliti. Artinya tidak begitu saja menerima secara jadi bangunan dari pihak jasa konstruksi yang sudah selesai dibangun begitu saja. Lakukan berbagai pengecekan secara keseluruhan dan bila perlu melakukan beberapa pengujian bila diperlukan.

Penyebab Bangunan Gagal Konstruksi

Proses pembangunan kosntruksi bangunan, sumber economy.okezone.com
Proses pembangunan kosntruksi bangunan, sumber: economy.okezone.com

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan bangunan gagal konstruksi dan menimbulkan kerusakan secara sedang maupun permanen. Hal ini bisa terjadi biasanya disebabkan dari adanya kesalahan yang dilakukan baik pra-konstruksi, fase konstruksi, dan hasil akhir (finishing) konstruksi. 

Semua fase konstruksi tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain sehingga, bila terjadi kesalahan atau masalah pada satu fase maka, akan berdampak pada fase lainnya. Untuk lebih detailnya berikut ini bisa disimak beberapa penyebab yang membuat bangunan gagal konstruksi diantaranya:

1. Jasa Konstruksi yang Kurang Profesional

Tidak semua jasa konstruksi yang ada dapat dikatakan profesional sehingga, perlu untuk memilih dengan baik. Biasanya bangun gagal konstruksi dikarenakan pengerjaan yang dilakukan banyak berbuat kesalahan dalam berbagai aspek. Untuk dapat mengetahui jasa konstruksi yang profesional bisa melihat latar belakang perusahaan dan review dari konsumennya yang sudah menggunakan jasa mereka lebih dulu.

2. Umur Bangunan

Setiap bangunan memiliki umur atau masa penggunaan yang berbeda-beda tergantung dari jenis konstruksi yang digunakan. Karena semakin tua umur dari bangunan akan mempengaruhi dari tingkat kekuatan bangunan mengalami penurunan selama umurnya serta kelelahan yang menyebabkan daya layan berkurang. Inilah yang juga bisa menyebabkan terjadinya kegagalan konstruksi pada bangunan.

3. Kesalahan Dalam Melakukan Perencanaan

Dalam membangun sebuah bangunan banyak perencanaan yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan dengan baik. Dimana, jika terjadi kesalahan pada saat perencanaan dan perancangan maka, bagunan gagal konstruksi dapat terjadi. Sehingga menjadi sangat penting untuk membangun komunikasi dengan baik dengan Konsultan, Kontraktor, Pengembang/Pemilik, dan Pihak lainnya yang memiliki peran penting dalam pembangunan.

4. Terjadinya Kesalahan Operasional

Banyak terjadi pada saat proses pembangunan telah dimulai dimana, terjadi perubahaan operasional dari perencanaan awal. Sehingga menimbulkan potensi dari bangunan gagal konstruksi diakibatkan dari adanya beberapa aspek yang dilakukan perubahan fungsinya. Hal ini tentunya membuat fungsi yang pada awalnya menjadi menyimpang baik bersifat fisik maupun nonfisik.

5. Kegagalan Pada Pondasi Bangunan

Memiliki fungsi yang sangat vital dalam menahan beban bangunan agar dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Sehingga dalam memilih jenis pondasi bangunan tentunya disesuaikan dengan tipe bangunan yang akan dibangun. Karena bila terjadi kegagalan pada pondasi bangunan maka, sudah pasti konstruksi juga akan mengalami kegagalan. Dampaknya tentu akan membuat berbagai aspek bangunan lainnya dapat terjadi kerusakan yang cukup berat.

Cara Mencegah Bangunan Gagal Konstruksi

Peninjauan kembali desain bangunan, sumber solusikonstruksi.com
Peninjauan kembali desain bangunan, sumber: solusikonstruksi.com

Untuk mencegah dari terjadinya bangunan gagal konstruksi ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Membuat Perencanaan Sebaik Mungkin

Untuk menghindari bangunan gagal konstruksi pastikan kembali bahwa semua perencanaan yang sudah dibuat tidak ada yang direvisi lagi. Sehingga pada saat pembangunan dimulai tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu dari operasionalnya. Jadi, persiapkan sebaik mungkin perencanaan dari tipe bangunan sesuai dengan penggunaannya.

2. Menggunakan Jasa Konstruksi Berpengalaman

Agar bangunan yang dibuat memiliki kualitas konstruksi yang baik dan tahan lama digunakan dengan umur yang panjang. Maka, pilihlah jasa konstruksi yang berpengalaman salah satunya seperti kami Adiprana Sentosa Indovesco (ADISI). Sehingga tidak ada lagi keraguan terkait dengan bangunan gagal konstruksi.

3. Menerapkan Studi Kelayakan

Penting dalam membangun sebuah bangunan untuk menggunakan studi kelayakan. Fungsi dari studi ini adalah mencegah dari berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi seperti salah satunya kegagalan konstruksi. Karena dalam pelaksanaannya dibutuhkan perlakuan khusus yang komprehensif dengan pembangunan yang akan dilakukan.

4. Pengecekan dan Pengujian Bangunan

Jika bangunan telah selesai dikerjakan sangat disarankan untuk melalui terlebih dahulu tahap pengecekan dan pengujian dari berbagai aspeknya. Hal ini harus dilakukan sebelum bangunan digunakan. Dari sini akan dilihat apakah ada indikasi dari kegagalan konstruksi atau tidak. Bila sudah dirasa aman maka, bangunan dapat dioperasionalkan secara menyeluruh.

Semoga dengan berbagai penjelasan dari informasi mengenai bangunan gagal konstruksi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda. Jangan lupa untuk tetap selalu update informasi bermanfaat dan menarik lainnya hanya di laman Adiprana Sentosa Indovesco.

Rumah hemat energi merupakan rumah yang dibangun dengan tujuan untuk memanfaatkan sumber daya dari lingkungan sekitar, untuk menciptakan hunian yang hemat energi secara berkelanjutan, dan memberikan kenyamanan tersendiri pada penghuni rumah.

Desain rumah hemat energi ini berkenaan dengan penggunaan material bangunan yang memegang peranan penting dalam mewujudkan bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan yang tercermin pada penggunaan listrik, air dan biaya yang efisien. Tulisan ini ingin memaparkan cara menciptakan rumah hemat energi yang mudah dilakukan.

Cara Menciptakan Rumah Hemat Energi

Ada beberapa cara untuk mewujudkan rumah yang hemat energi, mulai dari menggunakan material khusus hingga memanfaatkan energi dari alam. Untuk lebih lengkapnya di bawah ini kami paparkan caranya untuk Anda.

Menggunakan Lampu Hemat Energi

Lampu merupakan salah satu barang yang menggunakan energi paling banyak di rumah. Anda dapat menggunakan lampu hemat energi seperti LED. Lampu ini bisa menghemat energi hingga 25 persen penggunaan listrik Anda daripada menggunakan lampu pijar pada umumnya.

Menggunakan Pencahayaan Alami

Cara kedua untuk menciptakan rumah hemat energi adalah menggunakan pencahayaan alami. Langkah pertama adalah dengan memastikan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah. Untuk itu, Anda perlu memberikan akses seperti menggunakan jendela atau skylight.

Pencahayaan alami matahari, sumber: google.com
Pencahayaan alami matahari, sumber: google.com

Untuk menghindari udara yang terlalu panas dan sinar yang terlalu silau dari matahari, Anda bisa menggunakan gorden, tirai dan jendela penutup ganda untuk mengatasi dan mengontrol cahaya dan suhu yang masuk ke dalam rumah. Sehingga, rumah Anda bukan sekedar hemat namun juga nyaman.

Menggunakan Panel Surya

Cara menghemat energi yang juga bisa Anda coba adalah dengan memanfaatkan panel surya. Dengan penggunaan panel surya berukuran 1 meter persegi maka bisa menghasilkan energi listrik mencapai 100 watt. Dengannya, sudah lebih dari cukup untuk menghemat energi di rumah Anda.

Kurangi Penggunaan AC

Agar penghematan energi pada rumah lebih optimal dan maksimal, Anda bisa mengurangi penggunaan AC. Karena, AC adalah salah satu alat yang bisa mengkonsumsi daya listrik yang cukup besar.

Untuk itu, Anda mesti memastikan terdapat cukup akses sirkulasi udara pada rumah Anda, agar rumah tetap terasa segar, baik dengan cross ventilation atau ruangan dengan bukaan yang banyak dan lebar agar angin dari luar bisa masuk.

Memperbanyak Ventilasi dan Jendela

Sebagaimana telah disinggung di atas, untuk mendapatkan angin segar Anda bisa menambah atau memperbanyak ventilasi udara pada rumah. Selain ventilasi yang cukup, Anda juga bisa mengkombinasikannya dengan jendela pada ruangan tertentu, seperti ruang keluarga dan ruang makan.

Jendela rumah hemat energi, sumber: google.com
Jendela rumah, sumber: google.com

Membuat High Ceiling

Kemudian, jika hunian Anda adalah tipe minimalis bisa menerapkan high ceiling atau langit-langit tinggi. Konsep ini dimaksudkan agar ruangan terasa lebih lega dan tidak pengap. Lebih dari itu, cahaya akan lebih mudah masuk dan menyebar ke dalam ruangan rumah Anda.

Menambahkan Tanaman di Rumah

Selanjutnya, Anda bisa menggunakan tanaman hias tertentu dalam rumah untuk menjaga kesegaran ruangan. Tanaman di dalam rumah juga bisa berfungsi sebagai pembersih udara alami.

Ada banyak jenis tanaman yang bisa Anda tambahkan pada rumah, antara lain seperti tanaman lidah mertua, monstera, palem kuning dan lain sebagainya. Selain di dalam rumah, jika Anda memiliki halaman pada rumah, Anda bisa memanfaatkannya sebagai area hijau seperti menanam rumput, semak, pohon dan berbagai jenis tanaman hias lain.

Menggunakan Kulkas Suhu Rendah

Pada bagian dalam kulkas Anda dapat mengatur suhu yang diperlukan. Untuk menghemat listrik kami sarankan untuk menggunakan kulkas dengan suhu rendah. Sebab, semakin kecil suhunya, maka akan semakin kecil penggunaan listrik pada rumah Anda.

Keuntungan Rumah Hemat Energi

Setelah mengetahui cara mudah menciptakan rumah hemat energi, selanjutnya di bawah ini kami paparkan keuntungan yang akan Anda dapatkan dari konsep rumah hemat energi ini pada hunian Anda. Simak ulasannya sampai selesai.

Menurunkan Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Keuntungan pertama yang bisa Anda dapatkan dari menggunakan konsep rumah hemat listrik adalah mampu memberikan kontribusi dalam menurunkan penggunaan bahan bakar dari fosil di alam.

Bahan bakar fosil sendiri adalah sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam. Bahan bakar ini termasuk dalam jenis bahan bakar yang sukar untuk diperbarui.

Bahan bakar fosil, sumber: google.com
Bahan bakar fosil, sumber: google.com

Oleh karenanya, masyarakat dunia harus melakukan penghematan listrik. Salah satu manfaat rumah hemat energi adalah bisa menghemat bahan bakar fosil dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Selain itu, itu juga bisa menjadi solusi di tengah semakin menurunnya ketersediaan bahan bakar terkait.

Mengurangi Polusi Udara

Keuntungan selanjutnya adalah bisa mengurangi polusi. Penggunaan listrik, khususnya yang berasal dari pembakaran batu bara bisa menimbulkan polusi udara. Bukan hanya itu, pembakaran bahan bakar fosil tersebut bisa menyebabkan munculnya gas rumah kaca yang memicu perubahan iklim semakin cepat.

Hindari Risiko Arus Pendek

Dengan menggunakan rumah hemat energi maka Anda dapat terhindar dari resiko terjadinya arus pendek atau korsleting listrik. Terlebih lagi dampak buruk dari terjadinya arus balik tersebut antara lain bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada berbagai macam peralatan elektronik dan berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran.

Arus pendek bisa terjadi saat ada arus listrik yang mengalir pada kabel listrik yang mengalami kerusakan atau yang kabelnya terbuka. Oleh sebab itu, selain teknik perancangan listrik yang baik, diperlukan juga penggunaan alat elektronik secara benar dan bijak untuk menghindari terjadinya arus pendek listrik.

Hemat Pengeluaran

Dengan menggunakan konsep rumah hemat energi, Anda bisa menekan biaya pengeluaran bulanan Anda. Maka, konsep rumah satu ini sangat cocok untuk Anda yang ingin menghemat pengeluaran dan gaya hidup sederhana.

Hemat pengeluaran dengan rumah hemat energi, sumber: google.com
Hemat pengeluaran, sumber: google.com

Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara bisa menghasilkan gas karbon yang merupakan salah satu jenis gas rumah kaca yang jumlahnya cukup besar di atmosfer bumi ini.

Selain itu, penggunaan listrik dalam jumlah besar dan berlebihan dalam kehidupan sehari-hari di rumah juga memberikan sumbangsih terhadap akumulasi jumlah gas rumah kaca di atmosfer. Namun, dengan konsep rumah ini Anda setidaknya bisa mengurangi emisi dari gas rumah kaca dengan menghemat penggunaan energi.

Itulah cara mudah menciptakan rumah hemat energi yang bisa Anda coba aplikasikan dan beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan darinya. Sebagaimana membangun basement untuk menghemat space membangu rumah hemat energi bisa menghemat penggunaan energi yang tidak dapat diperbarui di bumi dan juga bisa menghemat pengeluaran bulanan Anda.