Artikel yang berhubungan dengan bisnis di bidang properti

Saat menggeluti dunia property, ada banyak hal yang wajib Anda ketahui. Selain pengetahuan tentang cara mendatangkan keuntungan yang banyak, memulai bisnis dari nol atau tanpa modal dan lain sebagainya. Anda juga harus mempelajari bagian kecil dari dunia property seperti cara mengurus sertifikat tanah dan apa itu tanah kavling.

Tanah kavling merupakan bagian tanah yang telah dipetak atau dibagi menjadi ukuran-ukuran tertentu dan dijadikan lahan untuk membangun tempat tinggal atau bangunan lainnya. Di Indonesia tanah kavling ini sering diasosiasikan dengan property berupa perumahan.

Sedangkan menurut KBBI tanah kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petak dengan ukuran tertentu yang akan dijadikan bangunan atau tempat tinggal. Dan dalam bahasa inggris tanah ini disebut dengan lot yang mengacu pada sebidang kecil tanah di kota atau di perumahan.

Jenis Tanah Kavling

Tanah kavling ternyata juga memiliki jenis-jenis tersendiri. Pembagian jenis ini berdasarkan spesifikasi ukuran dan bentuk tanahnya. Jenis tanah kavling ini tentu saja sangat penting untuk pebisnis property ketahui. Yuk disimak!

Apa itu tanah kavling, sumber: google.com
Apa itu tanah kavling, sumber: google.com
  • Tanah Irregular adalah jenis tanah kavling yang memiliki ukuran dan bentuk yang tidak beraturan dan biasanya harga jualnya lebih rendah dari tanah kavling umumnya.
  • Tanah Flute adalah jenis tanah kavling dengan bentuk memanjang dan berukuran sempit. Biasanya tanah jenis ini banyak dimanfaatkan untuk rumah dua lantai atau rumah memanjang.
  • Tanah Standart Lot adalah jenis tanah yang banyak dijumpai di dunia properti. Ukuran dan bentuknya persegi panjang atau segi empat.
  • Tanah Squat adalah jenis tanah yang ideal, dengan ukuran panjang dan lebar yang sesuai dan biasanya untuk membangun rumah dengan ukuran 295 m2.
  • Tanah Corner adalah jenis tanah yang berada di pojokan atau berada di persimpangan dua jalan. Karena luas, tanah ini bisa dibangun rumah dengan luas 500 m2.
  • Tanah Rear Loaded adalah jenis tanah yang bentuknya memanjang dan hampir mirip dengan tanah flute. Pada tanah ini bisa dibangun rumah dengan luas 240 m2.

Bentuk Tanah Kavling

Selain mengetahui jenis tanah kavling, sebagai seorang pebisnis property Anda juga perlu mengetahui bentuk-bentuk dari tanah kavling. Nah, di bawah ini kami paparkan uraiannya untuk Anda bentuk tanah kavling serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tanah Cul de Sac Lot

Istilah tanah kavling satu ini berasal dari bahasa Prancis yang bisa diartikan sebagai tanah kosong di jalan buntu. Pada bagian depan tanah ini memiliki ukuran yang sempit sedangkan pada bagian belakangnya relatif lebih luas.

Keuntungan dari tanah ini ada pada aspek keamanannya. Setiap bangunan seperti tempat tinggal nantinya akan relatif menghadirkan suasana tenang dan jauh dari kebisingan. Hal ini karena kondisi tanah yang tidak terlalu luas dan berada di ujung jalan buntu.

Adapun kekurangannya ada pada aspek keterbatasan lahan yang berefek pada lahan parkir kendaraan, bagian depan rumah yang terbatas serta pintu masuk yang juga sempit. Hal ini yang seringkali membuat proses pemasaran tanah ini sedikit menantang.

Tanah Klaster Lot

Sebagaimana namanya, posisi tanah ini berada di tengah deretan kavling pada posisi satu blok. Klaster lot umumnya hanya mempunyai satu aksen pintu gerbang masuk sehingga bisa dijaga dengan baik dan tidak begitu noise.

Kelebihannya ada pada aspek privasi yang cukup baik serta perawatan bangunan yang tidak begitu rumit dan banyak. Adapun kekurangannya ada pada aspek pemandangan bangunan yang hanya satu arah serta sirkulasi udara yang kurang baik. Jadi sangat membutuhkan beberapa sentuhan tambahan saat membangun rumah di sini.

Tampilan sebuah perumahan, sumber: unsplash.com
Tampilan sebuah perumahan, sumber: unsplash.com

Tanah T Intersection Lot

Tanah kavling satu ini biasanya lebih dikenal dengan “tusuk sate”. Untuk beberapa orang, tanah jenis ini lebih ideal dijadikan tempat usaha daripada tempat tinggal. Karena lokasinya yang sangat mudah dilihat dari berbagai arah dan dari jauh.

Kelebihannya, tampilan eksterior bangunan akan lebih mudah dilihat oleh orang yang melintas. Untuk kekurangannya, rumah yang dibangun pada tanah ini biasanya disebut dengan rumah tusuk sate yang konon katanya memiliki unsur magis negatif tersendiri.

Tanah Key Lot

Tanah key lot berada di tengah-tengah tanah kavling yang lain. Jadi, apabila dilihat dari ketinggian maka akan terlihat seolah-olah mengunci kavling lain yang ada disekitarnya. Kelebihan dari tahan ini adalah area parkir yang luas dan tidak begitu bising. Sisi kurangnya ada pada arah pandang yang searah dan sirkulasi yang kurang bagus.

Tanah Corner Lot

Bentuk tanah ini sering juga disebut sebagai kavling sudut yang memiliki luas lebih daripada bentuk tanah kavling lainnya. Umumnya, rumah yang dibangun akan memiliki dua area pintu masuk, jadi tentu saja sangat bagus untuk sirkulasi dan pencahayaannya.

Tanah Flag Lot

Dan bentuk tanah kavling terakhir adalah tanah kavling bendera dengan bentuk seperti huruf L. Kavling berbentuk L ini cukup banyak yang menyukainya dengan berbagai alasan seperti keamanan serta denahnya.

Untung Rugi Beli Tanah Kavling

Saat Anda memutuskan terjun ke dunia property itu artinya Anda siap dengan segala konsekuensinya. Misalnya, Anda harus siap mengurus dokumen property seperti izin mendirikan bangunan dan berbagai dokumen lainnya apabila dokumen tersebut belum ada pada property Anda.

Apa untung rugi tanah kavling, sumber: google.com
Apa untung rugi tanah kavling, sumber: google.com

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan saat membeli tanah kavling. Bukan hanya untuk konsumen termasuk juga untuk pelaku bisnis property, seperti capital gain, banyaknya permintaan masyarakat akan tanah kavling, biaya yang minim dan bisa menjadi aset investasi.

Adapun tantangan (kerugian) membeli tanah kavling adalah dibutuhkan waktu yang lama untuk menjualnya, harga akan turun apabila dijual cepat, tidak bisa menjadi sumber pemasukan tetap dan pilihan kreditnya masih sangat sedikit.

Nah, itulah jawaban untuk pertanyaan apa itu tanah kavling yang penting diketahui oleh pebisnis property. Semoga artikel ini membantu Anda. Jika Anda tertarik dengan artikel tentang property lainnya bisa mengunjungi situs perusahaan konstruksi Jakarta Selatan.

Dalam membangun suatu bangunan, sebenarnya ada hal yang perlu diperhatikan selain faktor kelayakan bangunan, yakni legalitas. Salah satu yang sering menjadi masalah ketika bangunan akan di jual atau tukar guling adalah keberadaan izin bangunan tersebut. Seharusnya izin mendirikan bangunan harus diselesaikan sebelum adanya transaksi jual beli.

Izin mendirikan bangunan oleh sebagian besar masyarakat dianggap tidak terlalu penting dan memakan biaya, sehingga mereka tidak pernah mengurusnya. Mereka akan sadar bahwa legalitas tersebut penting ketika menemukan permasalahan seperti persengketaan, terkena gusur atau aktifitas jual-beli. Sebenarnya, seperti apa izin mendirikan bangunan itu?

Izin Mendirikan Bangunan
Konstruksi tinggi harus berizin. Sumber Unsplash @josh-olalde

Mengenal IMB dan PBG

Dalam izin pengurusan pendirian bangunan, akan dikenal dua istilah yakni IMB dan PBG. Apa perbedaan dari IMB dan PBG?

IMB yang merupakan singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan adalah izin yang harus diperoleh pemilik bangunan ketika akan mendirikan bangunan. Dalam perizinan tersebut data teknis bangunan harus dilampirkan saat mengajukan permohonan izin.

Sedangkan PBG atau Persetujuan Bangunan Gedung lebih bersifat sebagai aturan perizinan yang mengatur soal bagaimana bangunan harus didirikan. Cakupan dari PBG lebih luas, karena tidak hanya mendirikan bangunan saja. PBG juga dibuat untuk menggantikan aturan IMB yang selama ini sudah berjalan.

Penggantian aturan ini termaktub dalam Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam aturan ini disebutkan bahwa Pemerintah menghapus status Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan menggantinya dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini efektif berlaku per Februari 2021.

Meskipun mengalami perubahan, namun aturan dan perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah yang bernama PBG tersebut memiliki fungsi yang sama dengan IMB. Selain itu secara legalitas dan cara mengurusnya tidak jauh berbeda.

Syarat Izin Mendirikan Bangunan

Setiap pihak yang akan mengurus IMB, tentu harus mempersiapkan syarat administratif izin mendirikan bangunan. Inilah syarat administratif yang harus dipersiapkan sebelum mengurus IMB:

  • Formulir permohonan oleh pihak yang bersangkutan dengan tanda tangan bermaterai 10.000. Formulir tersebut harus dilegalisir di Kelurahan dan Kecamatan setempat.
  • Fotocopy KTP atau Identitas Pemohon lainnya yang masih berlaku
  • Untuk pemohon atas nama institusi atau badan hukum perlu menambahkan fotocopy akta Pendirian dan Pengesahan, serta Akta Perubahan (jika ada)
  • Fotocopy IPPT
  • Fotocopy rencana tapak (siteplan/gambar situasi/gambar orientasi)
  • Gambar teknis rencana bangunan
  • Fotocopy sertifikat atau kepemilikan tanah. Termasuk dalam hal ini adalah surat keterangan yang menandakan tanah tidak dalam persengketaan.
  • Fotocopy laporan pajak atau SPPT tahun terakhir
  • Surat pernyataan/perjanjian penggunaan tanah jika tanah bukan milik sendiri
  • Surat kuasa apabila dalam mengurusnya dikuasakan kepada pihak lain dengan membubuhkan materai 10.000,-

Setelah Anda mempersiapkan syarat administratif tersebut, Anda bisa mengurus penerbitan IMB secara mandiri atau bisa juga dengan mempercayakan kepada penyedia jasa pengurusan IMB yang Anda percaya.

Proses Pengurusan Izin Mendirikan Bangunan

Jika Anda akan mengurus sendiri perizinannya, Anda hanya cukup datang ke kantor Badan Pelayanan Terpadu Satu Atap di daerah yang bersangkutan. Tahap awal dianggap selesai setelah Anda membayar biaya dan mengisi formulir SIP atau Surat Izin Pengukuran.

Surat Izin Pengukuran (SIP) biasanya diterbitkan dalam waktu satu minggu sejak Anda mengajukan permohonan. Jika Izin Pengukuran (IP) sudah diterbitkan maka proses pengukuran lahan dan calon bangunan bisa dilaksanakan. Di tahap inilah Anda bisa mengajukan gambar konstruksi bangunan untuk disetujui.

Setelah pengukuran dilakukan maka Anda akan mendapatkan surat Izin Pembangunan. Meskipun IMB belum terbit, namun berbekal surat tersebut Anda sudah diperbolehkan memulai pembangunan. Biasanya IMB akan terbit tidak lebih dari satu bulan setelah surat Izin Pembangunan diterbitkan.

Berdasarkan IMB inilah Anda bisa mengurus Sertifikat Laik Fungsi (SLF), melakukan aktivitas jual beli properti dan sebagainya. Jika Anda sudah memegang surat IMB, maka bangunan yang Anda bangun adalah bangunan legal dan sesuai dengan aturan yang berlaku, baik struktur, penggunaan dan fungsinya.

Izin Mendirikan Bangunan
Memiliki izin akan menjadikan tenang dalam membangun rumah. Sumber hitungstruktur..co.id

Biaya Izin Mendirikan Bangunan

Untuk biaya dalam mengurus IMB bisa berbeda-beda antara daerah satu dengan yang lain. Selain karena dipengaruhi oleh aturan kebijakan pemerintah daerah setempat, tarif dalam mengurus IMB juga dipengaruhi oleh faktor berikut ini :

  • Luas bangunan. Semakin luas bangunan tentunya tarif akan semakin mahal.
  • Indeks konstruksi. Bentuk bangunan juga berpengaruh. Bangunan dengan bentuk konstruksi sederhana dan bangunan dengan konstruksi yang rumit akan memiliki nilai indeks konstruksi yang berbeda. Ini berkaitan dengan biaya bangun rumah atau bangunan lain. Semakin rumit konstruksi maka biaya pembangunan semakin besar.
  • Indeks fungsi. Masing-masing bangunan akan memiliki fungsi, apakah untuk hunian, usaha atau sosial-keagamaan. Biasanya indeks fungsi bangunan bisnis akan memiliki nilai tinggi dan berpengaruh pada tarif.
  • Indeks lokasi. Semakin strategis lokasi bangunan maka harga bangunan tentunya akan semakin mahal. Hal ini juga berpengaruh pada tarif dalam pengurusan IMB. Parameter ini ditunjukkan pada indeks lokasi.
  • Tarif dasar. Tarif ini ditentukan oleh kebijakan dari masing-masing daerah. Selain itu tarif ini juga ditentukan oleh jenis bangunan. Bangunan pagar berbeda tarif dasarnya dengan bangunan lain seperti rumah, menara dan sebagainya.

Untuk mengetahui tarif penerbitan IMB, Anda bisa menghitungnya dari tarif dasar dikalikan indeks fungsi, indeks lokasi, indeks konstruksi, dan terakhir dikalikan luas bangunan. Untuk mengetahui berapa besar tarif dasar dan berapa nilai indeks bangunan Anda tentu harus berdasarkan survey yang dilakukan ketika pengukuran.

Demikian ulasan mengenai izin mendirikan bangunan yang bisa kami ulas. Sangat penting untuk memiliki legalitas bangunan Anda. Meskipun saat ini tidak ada masalah meskipun Anda belum memilikinya, namun bisa jadi di masa depan Anda akan mendapatkan masalah dengan bangunan Anda karena tidak mengantongi perizinan.

Tanah sawah merupakan tanah yang biasanya dimanfaatkan untuk menanam padi, baik terus menerus sepanjang tahun, maupun bergantian dengan jenis tanaman lain, seperti palawija. Namun, tanah sawah juga bisa menjadi aset investasi yang sangat potensial dan sangat menguntungkan.

Tanah sawah sebagai investasi jangka panjang memang dianggap potensial. Terlebih lagi dengan banyaknya pembangunan infrastruktur yang kian marak, maka kebutuhan akan lokasi pembangunan juga semakin meningkat, tak terkecuali tanah sawah.

Jadi, selain properti seperti rumah, apartemen dan tanah kavling, tanah sawah juga bisa Anda beli sebagai aset investasi. Jangan salah, keberadaan sawah masih bisa Anda temukan di daerah perkotaan di tanah air, seperti di kota Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang.

Syarat Tanah Sawah untuk Investasi

Sebelum Anda membeli tanah sawah atau jenis tanah lainnya untuk tujuan investasi, ada beberapa aspek syarat yang perlu Anda perhatikan. Apa saja syarat tersebut? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Legalitas yang Lengkap

Sebagaimana properti seperti rumah dan bangunan lainnya, tanah yang hendak Anda beli harus memiliki legalitas yang lengkap. Anda bisa meninjau legalitas tanah dari status tanah dan landasan hukumnya. Seperti sertifikat hak guna bangunan, hak guna usaha.

Tampilan tanah sawah, sumber: pixabay.com
Tampilan tanah sawah, sumber: pixabay.com

Untuk itu, Anda bisa memakai jasa notaris untuk meninjau legalitas tanah sawah yang hendak Anda beli. Setelah dipastikan adanya legalitas, Anda bisa mengurus sertifikat hak milik. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui kejelasan status properti tanah yang Anda beli dan mengantisipasi sengketa lahan di hari kemudian.

Lokasi yang Strategis

Selain memastikan kelengkapan legalitas tanah, Anda juga mesti memperhatikan lokasi dari tanah tersebut. Jika untuk keperluan investasi, maka pilihlah lokasi yang bagus yang memiliki akses yang baik dan lokasinya strategis. Sehingga, pada waktunya nanti Anda bisa menjualnya dengan harga yang tinggi.

Cara untuk mengetahui tanah sawah yang ada di suatu daerah memiliki nilai investasi yang cukup baik adalah dengan memilih lokasi yang strategis dan ikuti terus perkembangan nilai jual tanah tersebut dari tahun ke tahun.

Prospek Kenaikan Harga

Ketika Anda mendapatkan tanah yang tepat, Anda bisa menjualnya kembali. Orang yang akan membeli tanah Anda tidak mesti berasal dari kalangan end user, akan tetapi bisa jadi berasal dari kalangan investor atau pengembang. Mengetahui data harga tanah setiap tahunnya adalah kunci berinvestasi dengan tanah sawah.

Umumnya, kenaikan harga jual tanah per tahunnya adalah berkisar 5 hingga 20 persen. Tetapi, angkat tersebut dapat bertambah nilainya apabila lokasi tanah Anda berada dekat dengan akses seperti jalan tol, mall, apartemen, rel kereta api dan sejenisnya.

Apabila lokasi tanah sawah yang Anda beli berada di area terpencil, Anda sebenarnya tidak perlu berkecil hati, sebab Anda bisa mencari tahu prospek pembangunan infrastruktur di sekitar lahan investasi melalui tata kota daerah setempat. Jadi, tetap ada potensi positif yang bisa Anda dapatkan.

Hamparan sawah, sumber: pixabay.com
Hamparan sawah, sumber: pixabay.com

Peluang Investasi Tanah Sawah

Walaupun terlihat sederhana, sawah mempunyai berbagai macam peluang investasi yang bisa Anda manfaatkan. Ketika Anda memiliki tanah satu ini, selain untuk Anda jual kembali, Anda pun bisa mengelolanya menjadi berbagai hal. Di antaranya adalah:

Sebagai Lahan Pertanian

Pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dikerjakan oleh manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, sumber energi serta untuk mengelola lingkungan hidup. Dengan berkembangnya kecenderungan pada produk organik, membuat tanah sawah cukup banyak diminati saat ini.

Sebagai Lahan Perkebunan

Tanah ini sangat cocok dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan untuk berbagai jenis pangan, seperti singkong, wortel, bawang dan jenis tanaman pangan lainnya. Selain dari jenis tanaman sayur, ada banyak pilihan tanaman lain yang memiliki peluang harga tinggi yang bisa Anda coba tanam.

Sebagai Lahan Perikanan

Umumnya sawah mempunyai akses ke saluran air dan sungai. Jadi, Anda bisa memanfaatkannya sebagai lahan perikanan. Beberapa jenis ikan yang bisa Anda budidayakan adalah ikan lele, ikan gurame, ikan mas dan jenis lainnya.

Sebagai Lahan Peternakan

Peternakan merupakan kegiatan mengembangbiakkan dan pemeliharaan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Hewan yang biasanya diternakkan adalah sapi, ayam, kambing, domba dan jenis hewan lainnya. Hasil yang Anda dapatkan adalah daging, susu, telur serta bahan tekstil pakaian.

Bangun Kafe atau Restoran

Kafe atau restoran adalah tempat untuk makan dan minum sajian cepat saji dan menyuguhkan suasana santai dan tidak resmi. Sekarang ini, banyak bermunculan restoran yang memamerkan nuansa alami dan tanah sawah salah satu tempat yang recommended untuk itu.

Bisa untuk buat kafe yang unik, sumber: pixabay.com
Bisa untuk buat kafe yang unik, sumber: pixabay.com

Sebagai Lahan Bangun Hotel

Selain memanfaatkan tanah sawah untuk bangun restoran dan kafe, Anda juga bisa memanfaatkannya untuk membangun hotel butik. Konsep hotel yang berbeda dengan hotel pada umumnya menjadi nilai tersendiri pada hotel butik Anda.

Keuntungan Investasi Tanah Sawah

Setelah mengetahui syarat tanah untuk investasi dan peluangnya, sekarang saatnya mengetahui keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika berinvestasi pada properti satu ini. Langsung saja, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Tidak Membutuhkan Banyak Perawatan

Jenis properti satu ini berbeda dengan properti lainnya. Sawah tidak membutuhkan banyak perawatan setelah Anda membelinya. Jadi, Anda bahkan bisa membiarkannya begitu saja. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika Anda mengolahnya menjadi salah satu peluang di bisnis di atas.

Aman dari Penyerobotan Lahan

Apabila Anda membeli sawah pada kawasan yang kurang strategis atau kota kecil, Anda tidak perlu merasa khawatir lagi akan potensi penyerobotan lahan. Sebab, umumnya penduduk di desa sudah mengetahui batas tanahnya masing-masing.

Bisa untuk Kerjasama Bisnis

Apabila Anda mempunyai sawah dengan pemandangan yang indah, Anda bisa membangun di tanah sawah untuk restoran atau kafe butik. Sebagaimana yang sudah diuraikan di atas, pemandangan dan nuansa alami menjadi nilai dan daya tarik tersendiri pada bisnis Anda.

Jika Anda tidak punya cukup modal, Anda bisa bekerjasama dengan pihak lain dengan skema bagi hasil. Sebab, biaya bangun bisnis sama halnya seperti biaya bangun rumah, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Itulah ulasan mengenai prospek investasi tanah sawah yang menguntungkan. Semoga ulasan ini bermanfaat. Untuk mendapatkan ulasan menarik lainnya, silahkan kunjungi website PT Adiprana Indovesco.

Cara Mengurus Sertfikat Tanah – Sertifikat tanah adalah hal yang penting sebagai dokumen bukti kepemilikan seseorang atas suatu tanah. Oleh karena itu, dokumen penting satu ini harus Anda simpan dengan baik, agar tidak hilang seperti halnya surat berharga yang lain.

Di saat Anda membeli sebidang tanah untuk membangun sebuah rumah modern di atasnya, segeralah mengurus dokumen kepemilikan sementara menjadi sertifikat tanah. Sertifikat tanah adalah bukti otentik atas hak milik tanah yang Anda miliki. Dengan dokumen legalitas tersebut, artinya Anda memiliki bukti terkuat atas penguasaan lahan.

Tentu saja kepemilikan sertifikat tanah tersebut harus juga dibuktikan dengan benar. Oleh karenanya mengurusnya pun menjadi bagian penting tersendiri. Pengurusan sertifikat tanah bisa dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional atau BPN. Dalam hal ini, Anda bisa mendapatkannya secara mandiri maupun meminta bantuan PPAT.

Cara Mengurus Sertifikat Tanah

Penting untuk Anda ketahui, cara mengurus sertifikat tanah biasa berbeda dengan cara mengurus sertifikat tanah wakaf dan sertifikat tanah girik. Pada bahasan kali ini, kami akan mengulas semua cara mengurus sertifikat tanah yang ada. Apa saja yang perlu dilakukan dan dipersiapkan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Ilustrasi mengurus sertifikat tanah, sumber: rumah.com
Ilustrasi mengurus sertifikat tanah, sumber: rumah.com

Menyiapkan Dokumen

Langkah pertama yang harus Anda persiapkan sebelum membuat sertifikat tanah adalah menyiapkan dokumen dan melampirkan dokumen-dokumen yang menjadi syarat pembuatan sertifikat tanah. Syarat tersebut perlu Anda sesuaikan dengan asal hak tanah. Syarat tersebut antara lain:

  • Sertifikat asli hak guna bangunan atau SHGB
  • Fotokopi izin mendirikan bangunan atau IMB
  • Identitas diri berupa kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK)
  • SPPT PBB
  • Surat pernyataan kepemilikan lahan

Selain beberapa syarat tersebut, Anda mungkin berkeinginan membuat sertifikat tanah girik? Sertifikat satu ini diperuntukan untuk tanah yang berasal dari warisan atau turun temurun dari pihak keluarga, namun belum disahkan dalam sertifikat. Maka, Anda bisa membuatkan sertifikatnya dengan melampirkan:

  • Akta jual beli tanah
  • Fotokopi KTP dan KK
  • Fotokopi girik yang dimiliki
  • Serta dokumen dari kelurahan atau desa, seperti surat keterangan tidak sengketa, surat keterangan riwayat tanah dan surat keterangan tanah secara sporadik.

Mengunjungi Kantor BPN

Anda juga perlu menyesuaikan lokasi BPN dengan wilayah tanah berada. Di BPN, berilah formulir pendaftaran. Selanjutnya, Anda akan mendapatkan map dengan warna biru dan kuning. Segera buat janji dengan petugas untuk mengukur tanah.

Ilustrasi kantor BPN, sumber: bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com
Ilustrasi kantor BPN, sumber: bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com

Penerbitan Sertifikat Tanah Hak Milik

Setelah pengukuran tanah selesai, Anda akan mendapatkan data surat ukur tanah dari petugas. Selanjutnya, Anda serahkan bersamaan dengan dokumen yang telah tertera di atas. Setelah itu, Anda hanya perlu menunggu sampai dikeluarkannya surat keputusan.

Anda akan dibebankan BEA perolehan hak atas tanah atau BPHTB sembari menunggu sertifikat tanah Anda terbit. Lama waktu menunggu ini kurang lebih setengah hingga satu tahun lamanya.

Untuk itu, Anda perlu memastikan pada petugas BPN kapan sertifikat tanah Anda jadi dan dapat diambil. Selain dengan BPN, Anda juga bisa mengurus sertifikat melalui PPAT, dengan harga yang kemungkinan besar bisa lebih mahal dari BPN. Kami sarankan untuk mengurusnya sendiri dan hindari menggunakan cara yang meragukan, bahkan calo.

Cara Mengurus Sertifikat Tanah Girik

Tanah warisan atau yang biasa dikenal dengan istilah tanah gitik adalah salah satu aset yang perlu untuk dilindungi. Untuk itu, setiap tanah yang belum memiliki sertifikat, seperti tanah warisan perlu Anda daftarkan konversi haknya ke kantor pertanahan setempat.

Hal tersebut bahkan sudah diatur dalam UU no 5 tahun 1960 atau undang-undang pokok agrarian (UUPA). Adapun hak-hak yang ada dalam UU tersebut mencakup hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha dan lain-lain.

Namun, karena disebabkan kurangnya informasi yang diperoleh masyarakat, sehingga masih ada saja tanah yang belum memiliki sertifikat. Untuk cara mengurus sertifikat tanah warisan ada dua tahapan yang harus dilakukan. Di bawah ini ulasannya.

Mengurus di Kelurahan

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui untuk melalui tahapan pengurusan sertifikat untuk tanah warisan. Adapun hal-hal tersebut adalah:

1. Surat Keterangan Tidak Sengketa

Anda harus memastikan bahwa tanah yang diurus bukan merupakan tanah sengketa. Hal tersebut merujuk pada pemohon sebagai pemilik yang sah. Sebagai buktinya, dalam surat keterangan tidak sengketa tersebut perlu dicantumkan tanda tangan saksi-saksi yang dapat dipercaya.

Saksi-saksi yang dimaksud antara lain adalah pejabat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat. Hal itu, karena mereka merupakan kalangan tokoh masyarakat yang mengetahui sejarah penguasaan tanah yang dimohonkan. Namun, apabila suatu tempat tidak terdapat RT dan RW, maka bisa diganti dengan tokoh adat setempat.

Ilustrasi surat tidak sengketa, sumber: jaktimnews.pikiran-rakyat.com
Ilustrasi surat tidak sengketa, sumber: jaktimnews.pikiran-rakyat.com

2. Surat Keterangan Riwayat Tanah

Berikutnya, Anda perlu membuat surat keterangan riwayat tanah. Tujuannya, untuk menerangkan secara tertulis riwayat penguasaan tanah awal mula pencatatan di kelurahan sampai dengan penguasaan sekarang ini. Termasuk juga di dalamnya proses peralihan berupa peralihan sebagian atau keseluruhan.

3. Surat Keterangan Penguasaan Tanah secara Sporadik

Langkah selanjutnya adalah membuat surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik. Surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik ini mencatumkan tanggal perolehan atau penguasaan tanah. Setelah itu, Anda harus mengurus di kantor pertanahan.

Mengurus di Kantor Pertahanan

Setelah semua dokumen pada tahan pertama, yakni mengurus di kelurahan selesai. Maka, Anda akan diarahkan untuk mengurus lanjutannya di kantor pertanahan. Adapun tahapan yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

1. Mengajukan Permohonan Sertifikat

Untuk mengajukan permohonan sertifikat, bisa Anda lakukan dengan cara melampirkan dokumen-dokumen yang diurus di kelurahan dan dilengkapi dengan syarat formal, yakni fotokopi KTP dan KK pemohon, fotokopi PBB tahun berjalan dan beberapa dokumen lain yang disyaratkan oleh peraturan yang berlaku.

2. Pengukuran ke Lokasi

Pengukuran ini dilakukan setelah semua berkas permohonan lengkap dan pemohon menerima tanda terima dokumen dari kantor pertanahan. Pengukuran dilakukan oleh petugas dengan ditunjukkan batas-batas oleh pemohon atau kuasanya.

Ilustrasi mengukur luas tanah adalah tahapan dalam cara mengurus sertifikat tanah, sumber: lamudi.co.id
Ilustrasi mengukur luas tanah, sumber: lamudi.co.id

3. Pengesahan Surat Ukur

Hasil pengukuran ke lokasi akan dicetak dan dipetakan di BPN dan surat ukur disahkan atau di tanda tangani oleh pejabat yang berwenang atau bertugas. Umumnya akan di tanda tangani oleh kepala seksi pengukuran dan pemetaan.

4. Penelitian oleh Petugas Panitia A

Setelah surat ukur ditanda tangani, maka dilanjutkan dengan proses panitia A yang dilakukan di sub seksi pemberian hak tanah. Anggota panitia A terdiri dari petugas dari BPN dan lurah setempat.

5. Pengumuman Data Yuridis di Kelurahan dan BPN

Data yuridis permohonan hak tanah tersebut akan diumumkan di kantor kelurahan dan BPN selama enam puluh hari. Hal tersebut bertujuan agar memenuhi pasal 26 PP no 24 tahun 1997, dan dalam praktiknya untuk menjamin bahwa permohonan hak tanah ini tidak ada keberata dari pihak lainnya.

6. Terbitnya SK Hak atas Tanah

Setelah jangka waktu pengumuman terpenuhi (selama 6 bulan), dilanjutkan dengan penerbitan SK hak atas tanah. Tanah dengan dasar warisan ini akan langsung terbit berupa sertifikat hak milik atau SHM.

7. Pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)

BPHTB ini dibayarkan sesuai dengan luas tanah yang dimohonkan seperti yang telah tercantum dalam surat ukur. Besarnya BPHTB tergantung dari nilai jual objek pajak dan luas tanah, juga bisa dibayarkan pada saat surat ukur selesai, yaitu setelah luas tanah sudah diketahui secara pasti.

8. Pendaftaran SK Hak untuk Diterbitkan Sertifikat

SK hak selanjutnya dilanjutkan prosesnya dengan penerbitan sertifikat pada subseksi pendaftaran hak dan informasi (PHI).

9. Pengambilan Sertifikat

Pengambilan sertifikat dilakukan di loket pengambilan. Lamanya waktu pengurusan sertifikat ini tidak bisa dipastikan. Banyak hal dan faktor yang menentukan. Akan tetapi, estimasi yang bisa digunakan adalah sekitar 6 bulan dengan catatan bahwa tidak persyaratan yang kurang.

Tampilan sertifikat yang sudah jadi, sumber: infojambi.com
Tampilan sertifikat yang sudah jadi, sumber: infojambi.com

Biaya Pembuatan Sertifikat

Semua jenis sertifikat tanah, berkenaan dengan biaya pembuatannya sangat relatif, bergantung pada lokasi dan luasnya tanah. Semakin luas lokasi dan semakin strategis tanah yang hendak dibuatkan sertifikatnya, maka biayanya pun akan semakin tinggi. Juga dipengaruhi oleh jasa konstruksi bangunan yang Anda gunakan.

Nah, itu dia cara mengurus sertifikat yang bisa kami papakan. Untuk Anda yang hendak membuat sertifikat tanah, apapun jenisnya, hal yang mesti Anda persiapkan sebelumnya adalah dokumen dan berbagai persyaratan yang berlaku.  Jika Anda membeli rumah di perusahaan konstruksi di Jakarta Barat, pengurusan sertifikat tersebut sudah satu paket untuk Anda.

Anda tentu sudah sering mendengar istilah marketing properti atau yang sering disebut dengan pemasaran properti bukan? Marketing ini memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting dalam dunia bisnis properti. Yakni sebagai pemasaran produk properti secara menyeluruh.

Secara umum, marketing properti dinaungi oleh perusahaan kontraktor. Namun, hal tersebut sebenarnya bisa saja Anda jalankan sendiri. Jika demikian, Anda perlu mengetahui hal – hal apa saja yang berkenaan dengan marketing properti, berikut strategi suksesnya. Untuk itu, simak artikel ini sampai selesai ya!

Apa itu Marketing Properti

Marketing properti merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk memperkenalkan produk properti berupa tanah, bangunan atau konstruksi lain yang sedang diperjual belikan oleh pihak yang bersangkutan kepada para calon konsumen.

Mengingat kebutuhan dan popularitas dari properti yang semakin meningkat setiap tahunnya, tentunya diperlukan berbagai strategi baru agar bisa menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah tim khusus marketing untuk mencapai target yang disasar oleh perusahaan properti.

Meningkatnya popularitas tersebut juga diiringi dengan berkembangnya bisnis dalam dunia properti. Tidak hanya di tanah air, peningkatan tersebut juga terjadi hampir di seluruh dunia. Jadi, tidak heran jika saat ini banyak orang yang memiliki properti sebagai investasi yang menggiurkan.

Kenali serba serbi marketing properti,sumber: 99.co
Kenali serba serbi marketing properti,sumber: 99.co

Dari fakta di atas, maka tidak heran jika sekarang banyak perusahaan properti yang saling berkompetisi untuk menawarkan properti terbaik yang mereka miliki. oleh karenanya, peran marketing properti adalah untuk mempermudah proses penawaran tersebut melalui berbagai strategi pemasaran yang baik.

Hal Penting dalam Marketing Properti

Seseorang yang bekerja sebagai marketing properti harus menunjukkan sikap yang profesional dan bisa dipercaya oleh konsumen. Selain itu, dibutuhkan juga orang – orang yang berpengalaman serta bisa berkomunikasi dengan baik agar bisa meyakinkan para konsumen. Berikut beberapa hal lain yang diperlukan dalam marketing properti!

1. Komunikasi yang Baik dengan Konsumen

Dalam dunia marketing, komunikasi merupakan bagian yang penting dan utama. Salah satu cara untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen adalah dengan menjaga komunikasi. Dalam hal ini, kami sarankan Anda mengawalinya dengan melakukan pendekatan dengan halus.

Kuncinya, jangan tergesa – gesa dalam menawarkan produk. Sebab, hal tersebut akan terkesan menjadi spam. Bukannya menarik minat konsumen, justru yang terjadi sebaliknya, yakni membuat konsumen tidak suka bekerja sama dengan Anda.

2. Memahami Produk Properti dengan Baik

Ketika sedang menawarkan sebuah produk, termasuk produk properti, wajib bagi Anda untuk bisa menjelaskan secara spesifik apa saja kelebihan dan kekurangan dari properti yang Anda tawarkan.

Hal yang harus Anda kuasai dengan baik adalah berkenaan dengan lokasi, fasilitas serta keuntungan yang bisa mereka (konsumen) dapatkan ketika membeli properti tersebut. Sebaliknya, jika Anda terlihat tidak memahami produk yang ditawarkan, maka konsumen cenderung tidak percaya dan kurang yakin dengan Anda.

Pahami produk dengan baik, sumber: jojonomic.com
Pahami produk dengan baik, sumber: jojonomic.com

3. Bisa Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Melihat semakin banyaknya kecenderungan memiliki properti sendiri dari konsumen, tentu saja hal tersebut berbanding lurus dengan semakin bervariasinya kebutuhan konsumen. Untuk itu, dalam menawarkan produk, Anda perlu memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen yang bisa Anda masukan pada properti tersebut. Selain itu, Anda juga melakukan targeting pasar agar konsumen yang Anda sasar menjadi jelas.

Istilah – Istilah dalam Marketing Properti

Marketing properti tidak berdiri sendiri, melainkan ada beberapa jenis pelaku marketing dengan tugas dan strategi yang berbeda – beda di bawahnya. Di antaranya adalah broker properti, sales, agen dan flipper.

1. Broker Properti

Broker properti merupakan seseorang yang bekerja sebagai pengawas para agen properti. Biasanya seorang broker sudah memiliki lisensi dalam dunia properti. Sehingga, akan terlihat lebih profesional dan berpengalaman.

2. Sales Properti

Sales properti merupakan ujung tombak dari pemasaran yang berhadapan langsung dengan konsumen. Peran satu ini sangat membutuhkan kemampuan komunikasi dan negosiasi yang tinggi. Selain itu, sales juga berperan langsung dalam menerapkan strategi di lapangan sesuai dengan yang sudah ditentukan.

3. Agen Properti

Secara umum, agen properti bertugas untuk mencari listing properti. Selain itu, agen juga berperan sebagai mediator yang akan menghubungkan pembeli atau investor dengan pemilik properti. Anda bisa menjadi agen properti di bawah naungan perusahaan atau bisa juga bekerja secara mandiri.

4. Flipper

Istilah satu ini mungkin terdengar sedikit asing bagi Anda. Flipper merupakan seseorang yang membeli properti dengan harga rendah kemudian dijual lagi dengan harga pasaran dalam waktu yang singkat. Umumnya, seorang flipper mempunyai jaringan yang luas sehingga bisa mendapatkan informasi mengenai properti murah.

Flipper dalam dunia properti, sumber: liputan6.com
Flipper dalam dunia properti, sumber: liputan6.com

Selain beberapa istilah di atas ini, sebenarnya masih banyak istilah lain dalam dunia properti yang mungkin masih asing dan perlu Anda ketahui. Untuk itu, pelajari lebih lanjut tentang istilah – istilah dalam dunia properti guna menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang dunia properti.

Tips dan Strategi Marketing Properti

Berikut ini kami berikan ulasan mengenai tips dan strategi yang bisa Anda aplikasikan dalam menjalankan marketing properti. Apa saja tips dan strategi tersebut? Simak ulasan lengkapnya ya!

1. Menggunakan Platform Pemasaran Online

Pada era digital seperti sekarang ini, semua pekerjaan hampir bisa dipermudah dengan teknologi dan jaringan online. Sama halnya dengan marketing. Salah satu strategi yang bisa Anda coba adalah dengan membentuk online marketing properti agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Media digital yang bisa Anda manfaatkan antara lain seperti, website bisnis, facebook, instagram dan lainnya.

2. Aktif dalam Acara Gathering Event

Umumnya, perusahaan developer sering mengadakan gathering yang dihadiri oleh orang – orang yang tertarik pada dunia properti. Tips kedua adalah, Anda bisa memanfaatkan moment tersebut untuk melakukan penawaran produk properti yang Anda miliki.

3. Rajin Menghadiri Social Event

Social event biasanya akan melibatkan banyak orang. Untuk itu, Anda harus rajin mencari informasi mengenai acara – acara sosial komunitas properti. Setelah tergabung dengan acara tersebut, Anda bisa bertemu dengan banyak orang yang berpotensi menjadi konsumen untuk menawarkan properti secara langsung.

Demikianlah ulasan mengenai marketing properti dan serba – serba di dalamnya. bekerja dalam bidang marketing memang tidak mudah, diperlukan berbagai tips dan strategi tertentu untuk bisa sukses mencapai target yang ditentukan. Baca juga artikel dengan judul sales funnel, apa pentingnya untuk bisnis properti berikut ini untuk menambah wawasan Anda.

Sales funnel merupakan strategi penjualan yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Dengan menerapkan strategi satu ini dalam sistem pemasaran, Anda bisa meningkatkan potensi penjualan dengan lebih maksimal.

Lebih dari itu, tujuan sales funnel juga bisa membantu Anda untuk memahami operasional bisnis dengan optimal. Pada segmen tulisan kali ini, kami akan memberikan paparan mengenai sales funnel dan bagaimana cara untuk menerapkannya. Simak penjelasannya di bawah ini!

Mengenal Sales Funnel

Apabila Anda berkecimpung dalam dunia kontraktor bangunan atau sales, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah satu ini. Bahasan mengenai sales funnel ini merupakan salah satu aspek yang wajib Anda dalami ketika hendak terjun dalam dunia bisnis.

Sales funnel secara umum adalah saluran penjualan yang dilalui pelanggan ketika akan membeli suatu produk. Ini adalah strategi untuk mengarahkan pembeli tahap demi tahapnya agar tertarik dengan barang yang Anda tawarkan. Mulai dari sekedar melihat promo sampai terjadinya pembelian.

Secara tradisional, kebanyakan orang biasanya akan membeli barang yang dibutuhkan dengan mendatangi langsung toko dan langsung berkomunikasi dengan si penjual yang bersangkutan. Untuk sekarang ini, tahapan penjualan sudah menjadi lebih luas.

Konsumen tidak hanya membeli sebuah produk pada toko Anda secara langsung, akan tetapi, bisa melalui website, aplikasi, media sosial atau berbagai jenis platform lainnya tanpa harus bertatap muka dengan penjual. Sehingga, konsumen akan cenderung memilih barang sesuai iklan yang ditawarkan.

Sales funnel untuk bisnis, sumber: bisniz.id
Sales funnel untuk bisnis, sumber: bisniz.id

Jika mereka tertarik, maka konsumen akan melihat lebih detil informasi mengenai produk Anda, atau langsung menghubungi bagian customer service nya. Setelah terjadi kesepakatan, barulah kemudian terjadi pembelian. Seluruh perjalanan inilah yang dimaksud dengan tahapan sales funnel.

Mengapa Sales Funnel Penting untuk Bisnis?

Pada dasarnya, tujuan dari sales funnel adalah untuk membantu menggambarkan jalur yang diambil calon pelanggan. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa dengan mudah menemukan kekurangan dari setiap tahapan yang perlu dikembangkan atau di evaluasi kembali.

Jika Anda tidak mengetahui apa itu sales funnel dan bagaimana cara kerjanya dalam bisnis, Anda tentu akan sulit mengoptimalkan penjualan. Pasalnya, dengan membangun strategi sales funnel yang baik, Anda bisa memengaruhi cara pengunjung bergerak melalui tahapan – tahapan tersebut.

1. Tahapan Sales Funnel

Setelah mengetahui pengertian dan tujuan sales funnel, selanjutnya adalah mengetahui tahapan – tahapan dari sales funnel. Umumnya, terdapat 5 tahapan sales funnel. Apa saja? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

2. Awareness atau Kesadaran

Tahap pertama yang dilakukan adalah kesadaran (awareness) konsumen akan kebutuhannya. Dalam konteks ini, konsumen akan mengatasinya dengan melihat iklan, mengunjungi website, sampai mencari informasi lain melalui berbagai platform, semisal media sosial dan pencarian google. Oleh sebab itu, Anda harus memberikan kesan pertama (chemistry) dari pengenalan produk yang baik dan menarik kepada konsumen.

3. Interest atau Ketertarikan

Tahapan kedua dari sales funnel adalah interest, yaitu momen ketika konsumen mulai merasa tertarik. Biasanya, mereka akan melakukan riset seperti meninjau produk, membandingkan harga atau mempertimbangkan opsi yang ada. Saat menunjukkan minatnya, konsumen akan cenderung mengajukan beberapa pertanyaan mengai produk.

Ilustrasi interest dari konsumen, sumber: treasuryandrisk.com
Ilustrasi interest dari konsumen, sumber: treasuryandrisk.com

4. Decision Atau Keputusan

Salah satu tahapan penting dalam sales funnel adalah momen ketika konsumen menentukan akan membeli atau tidak. setelah semua informasi yang dibutuhkan telah terpenuhi, konsumen kemudian mempertimbangkan untuk melakukan pembelian. Konsumen juga akan memperhatikan kekurangan dan kelebihan dari setiap produk sejenis yang ada.

5. Action atau Tindakan

Tahap selanjutnya adalah tindakan serius dari konsumen untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan. Pada tahap ini, konsumen telah melakukan pertimbangan matang mengenai pilihannya. Artinya, konsumen sudah siap membeli produk Anda.

6. Pembelian

Tahapan paling inti dari sales funnel ini adalah terjadinya pembelian. Saat konsumen sudah membeli produk Anda, itu artinya mereka telah masuk pada tahap terakhir. Akan tetapi, bukan berarti tahapannya berhenti sampai di sini saja.

Anda juga harus mempertahankan pembelian atau retensi dari konsumen tersebut agar mau melakukan pembelian kembali atau repeat order hingga menjadi langganan. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan pelayanan yang menyenangkan dan memuaskan pada setiak konsumen.

Strategi Membangun Sales Funnel dengan Baik

Setelah mengetahui apa itu sales funnel dan beberapa tahapannya, berikut ini kami memberikan strategi menerapkan tahapan penjualan tersebut dengan baik dan tepat. Di bawah ini beberapa tips yang bisa Anda jadikan acuan.

1. Analisis Perilaku Konsumen

Tips pertama yang harus Anda lakukan saat membangun hal ini pada bisnis properti adalah memahami target pelanggan sebaik mungkin. Sebab, semakin banyak Anda mengetahui konsumen, maka akan semakin efektif pula strategi bisnis yang bisa Anda adopsi.

Jadi, pastikan Anda sudah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen dan mengetahui orang-orang mana sajakah yang cocok dengan produk Anda. Hal tersebut berguna untuk memberikan ketepatan layanan penjualan.

Pahami perilaku konsumen, sumber: geometry.id
Pahami perilaku konsumen, sumber: geometry.id

2. Menarik Perhatian Konsumen

Tips penting kedua adalah memikat perhatian konsumen, baik melalui konten media sosial, infografis, video, website dan lain sebagainya. Anda tentu saja bisa memanfaatkan berbagai platform e-commerce untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi. Anda juga bisa kombinasikan hal tersebut dengan membuat iklan yang menarik dan unik sebagai tambahan alternatif.

3. Buat Landing Page

Setelah mendapatkan perhatian konsumen, Anda perlu membawa calon konsumen ke suatu tempat. Oleh karenanya, cobalah membuat sebuah landing page sebagai pusat jual beli yang terintegrasi dalam menyediakan semua informasi mengenai produk yang Anda tawarkan.

Pada tahapan ini, Anda sebaiknya fokus pada kualitas layanan penjualan, seperti menyediakan pengetahuan atau juga informasi detil produk. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan penyedia jasa landing page yang ada dipasaran.

4. Buat Kampanye Email Marketing

Selain memanfaatkan landing page, Anda juga bisa membuat sebuah kampanye email marketing dengan mengirim berbagai konten edukatif seputar produk yang konsumen butuhkan. Tujuan dari hal ini adalah untuk menawarkan sebuah solusi dari semua masalah konsumen. Hal tersebut dilakukan lebih pada memberikan pengalaman pada konsumen, bukan penjualan secara langsung.

5. Tetap Terhubung

Tips terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan tetap menjangkau konsumen yang sudah ada. Namun demikian, anda tetap harus memberikan apresiasi pada konsumen lain, seperti memberikan ucapan selamat, terimakasih, menawarkan promo dan interaksi baik lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu sales funnel, tahapan dan cara menerapkannya dalam bisnis. Intinya adalah hal ini merupakan strategi yang sangat penting untuk memberikan pengalaman pada konsumen menyenangkan sampai meningkatkan potensi penjualan.

Anda juga kami rekomendasikan untuk membaca tulisan kami yang membahas tentang broker properti, apa bedanya dengan agen dan sales berikut ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Jual Beli Rumah – Jual beli merupakan interaksi ekonomi antara manusia satu dengan manusia lainnya yang usianya setua peradaban manusia. Sejak manusia mempunyai kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi sendiri, manusia melakukan kegiatan transaksi atau biasa disebut jual beli.

Agar proses jual beli tersebut tertata dan tidak menciptakan konflik dan masalah, maka terciptalah aturan kegiatan jual beli, baik dalam sudut pandang sosial masyarakat yang sifatnya konstitusional maupun dari sudut pandang agama yang sifatnya teologis. Seperti hukum jual beli dalam islam.

Apa itu Jual Beli Rumah dalam Islam?

Ketentuan hukum syariah dalam islam tentang jual beli rumah, pakaian olahraga dan jual beli lainya sering disebut dengan hukum muamalah. Ketentuan hukum syariah ini pada awalnya diterapkan untuk menjaga hak-hak setiap pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli tersebut.

Bahkan sampai sekarang ini, dengan perkembangan yang begitu pesat, hukum islam berkenaan dengan muamalah ini masih digunakan dan ideal harus tetap digunakan. Jual beli dalam islam, termasuk jual beli rumah bisa ditafsirkan dalam dua cara.

Secara bahasa jual beli berasal dari kata al-ba’yu yang memiliki arti mengambil atau memberikan harta atau aktivitas tukar menukar. Sedangkan secara secara istilah al-ba’yu merupakan derivasi dari kata al-bara yang berarti depa.

Ilustrasi jual beli rumah, sumber: landx.id
Ilustrasi jual beli rumah, sumber: landx.id

Istilah ini tercipta karena dulu orang Arab biasa mengulurkan depa saat melakukan jual beli dan diiringi dengan saling menepukan tangan sebagai bukti bahwa akad jual beli tersebut sudah disepakati dan sah.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa kegiatan jual beli bisa dikatakan sah apabila penjual dan pembeli sudah bersepakat, di samping harus memenuhi juga syarat dan rukun lainnya.

Jika Anda mendalami hukum jual beli dalam islam yang merujuk pada sumber hukum islam, maka bisa disimpulkan bahwa aktivitas perdagangan adalah kegiatan yang halal dilakukan.

Hal tersebut dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat ke 275, Allah SWT berfirman yang artinya: “ ….Allah telah menghalalkan jual beli dan telah mengharamkan riba atau bunga”. Pada ayat tersebut bukan hanya menjelaskan kebolehan hukum jual beli, tapi juga mengharamkan setiap aktivitas riba.

Selain itu, Anda juga bisa merujuk pada sumber hukum islam lain, seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, gandung dengan gandung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, sama beratnya dan langsung diserah terimakan. Apabila berlainan jenis, maka juallah sesuka kalian, namun secara kontan”. (HR. Muslim no. 2970)

Secara umum, jual beli dalam islam diperbolehkan oleh syariah. Namun demikian, Anda harus memenuhi semua syarat dan rukun yang ada. Di bawah ini kami jelaskan juga syarat dan rukunnya untuk Anda.

Ketahui barang ribawi, sumber: islam.nu.or.id
Ketahui barang ribawi, sumber: islam.nu.or.id

Syarat Jual Beli Rumah dalam Islam

Supaya jual beli rumah yang terjadi dianggap sah secara syariah, berikut ini adalah beberapa syarat jual beli dalam islam yang wajib untuk dipenuhi oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli) yang bertransaksi.

Pertama,penjual dan pembeli melakukan transaksi dengan sadar dan ridho. Artinya, tidak ada paksaan atau ancaman kepada salah satu pihak untuk melakukan transaksi.

Kedua, pihak yang bersangkutan (penjual dan pembeli) harus sudah dewasa, cakap dan dalam kondisi sadar saat melakukan transaksi. Artinya tidak ada unsur penipuan, pengelabuan terhadap salah satu pihak karena sedang tidak sadar atau masih anak-anak.

Ketiga, adanya akad atau kesepakatan jual beli antara kedua pihak. Artinya, transaksi itu diikrarkan sehingga kedua pihak sama-sama sadar bahwa mereka melakukan jual beli dan saling mengetahuinya.

Keempat, barang yang diperjual belikan adalah dimiliki sepenuhnya oleh penjual. Artinya barang itu bukan barang curian, pinjaman atau barang yang hanya dikuasai oleh pemiliknya. Dengan kata lain, penjual memang adalah pihak yang berhak atas barang tersebut.

Kelima, obyek yang diperjualbelikan bukanlah barang yang terlarang atau haram. Artinya, obyek tersebut adalah barang bermanfaat, tidak menimbulkan musibah atau dilarang oleh Negara terlebih oleh agama.

Keenam, harga jual beli tersebut harus jelas dengan asas transparansi. Selain tanpa paksaan, transaksi jual beli dalam islam juga harus mengedepankan kejujuran. Sehingga, kedua belah pihak saling tahu berapa nilai transaksi yang terjadi.

Rukun Jual Beli Rumah dalam Islam

Selain beberapa syarat di atas, ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar jual beli itu sah adalah rukun jual beli dalam islam. Apa saja rukun tersebut? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

1. Pihak yang Bertransaksi

Dalam transaksi jual beli rumah, dua pihak yang tersangkutan, yakni penjual atau kontraktor dan pembeli harus ada atau hadir. Sehingga, apabila salah satu dari keduanya tidak ada, maka jual beli tersebut tidak bisa terpenuhi.

Transaksi oleh dua pihak, sumber: marketeers.com
Transaksi oleh dua pihak, sumber: marketeers.com

2. Rumah atau Objek Jual Beli

Jual beli merupakan aktivitas tukar menukar barang atau jasa. Maka, ketika jual beli rumah atau barang dan jasa lainnya terjadi, barang yang diperjualbelikan tersebut harus ada dan bisa dipahami oleh kedua pihak.

3. Harga yang Disepakati

Apabila sudah ada penjual, pembeli dan barang yang mereka transaksikan, maka harus ada kesepakatan harga. Harga tersebut, harus transparan dan diketahui oleh kedua pihak. Apabila ada pihak yang tidak sepakat dengan harga, maka jual beli tersebut tidak akan pernah terjadi.

4. Akad atau Serah Terima Barang

Serah terima ini menunjukkan bahwa penjual dan pembeli sudah selesai dengan tiga rukun di atas. Artinya, penjual sudah mau melepas barangnya dan pembeli mau membayar dengan harga yang ditawarkan.

Itulah ulasan menarik mengenai jual beli rumah dalam islam, apa rukun dan syarat yang mesti diketahui oleh seorang muslim. Untuk menambah wawasan Anda, kami rekomendasikan untuk membaca tulisan dengan judul, kredit pemilikan rumah, apa hukumnya dalam syariah islam berikut ini!

Tinggal dihunian pribadi merupakan impian setiap orang. Bukan saja rumah, apartemen pun kini mulai menyita perhatian banyak orang, terkhususnya di kota metropolitan. Namun, jika Anda belum mengetahui tips membeli apartemen yang benar, hal tersebut bisa berisiko salah dalam memilih.

Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan dan memperhitungkan beberapa hal di bawah ini sebagai tips dalam membeli apartemen agar mendapatkan hasil yang sesuai dan tidak mengecewakan. Simak ulasan lengkapnya sampai selesai!

Tips Membeli Apartemen

Ada beberapa tips yang bisa Anda jadikan sebagai patokan dalam proses membeli apartemen. Apa saja tips tersebut? di bawah ini adalah diantara tipsnya:

1. Sesuaikan dengan Biaya

Tips membeli apartemen yang pertama untuk pemula adalah dengan mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh broker properti. Artinya, Anda harus menyesuaikan harga yang ditawarkan dengan kemampuan finansial Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengecek perbandingan harga apartemen dengan melihat fasilitas yang ditawarkan, biaya perawatan gedung sampai tagihan regular apartemen lain yang perlu Anda lunasi selama tinggal di apartemen tersebut.

2. Pilih Lokasi yang Tepat

Tips membeli apartemen selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan adalah berkaitan dengan memilih lokasi apartemen yang tepat atau strategis. Indikator strategisnya antara lain, lokasinya dekat dengan kantor tempat Anda kerja, dekat dengan akses publik dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa memberikan efisiensi dan efektifitas pada Anda dari segi waktu dan biaya transportasi.

Ilustrasi apartemen dengan lokasi yang strategis, sumber: therumahproperty.com
Ilustrasi apartemen dengan lokasi yang strategis, sumber: therumahproperty.com

3. Sesuaikan Tipe Apartemen dengan Kebutuhan Anda

Tipe apartemen sebaiknya dipilih dengan menyesuaikan dengan kondisi Anda. Orang yang sudah menikah dengan yang masih sendiri tentu kebutuhannya berbeda bukan? Berkaca pada kebutuhan tersebut, maka Anda bisa memilih tipe apartemen yang tepat.

Artinya, tipe yang Anda pilih, mulai dari fasilitas dan harga, harus disesuaikan dengan kebutuhan bersama keluarga besar atau untuk sendiri. Contoh fasilitas yang bisa Anda sesuaikan adalah seperti studio, bedroom, berikut harganya.

4. Riset pada Beberapa Apartemen

Sama halnya saat Anda memutuskan membeli berbagai benda lain, seperti memilih barang pada bisnis produk kecantikan, Anda tentunya akan melakukan riset atau mencari informasi seputar properti tersebut sebelumnya. Tips membeli apartemen ini penting untuk diperhatikan, sebab properti tersebut nantinya akan menjadi investasi jangka panjang. Jadi harus direncanakan dengan sangat matang.

Untuk mendapatkan informasi seputar apartemen, Anda bisa mendatangi langsung lokasi unit apartemen atau dengan mencari informasi melalui media sosial resminya. Namun, kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan cara yang pertama, karena Anda bisa melihat langsung kondisi apartemen secara real time.

Dengan mendatangi langsung, Anda bisa memantau beberapa faktor penting apartemen, baik isinya maupun lingkungan sekitarnya. Seperti fasilitas apartemen, developer dan berbagai promo menarik lainnya pada bagian penjualan apartemen.

Namun, jika Anda tidak bisa mendatangi lokasi marketing office apartemen, terlebih di era pandemi seperti sekarang ini, Anda bisa saja melakukan riset melalui platform online yang tersedia. Anda juga bisa menghubungi tim marketing apartemen via telepon.

Lakukan riset pada apartemen sebelum membelinya, sumber: finance.detik.com
Lakukan riset pada apartemen sebelum membelinya, sumber: finance.detik.com

5. Fasilitas Pendukung yang Disediakan

Pastikan Anda mengetahui apakah apartemen yang Anda tuju memberikan fasilitas pendukung lain. Sehingga, Anda bisa membandingkan hal tersebut dengan harga ditawarkan, apakah wajar atau tidak. Untuk itu, tips selanjutnya adalah memastikan berbagai fasilitas pendukung apartemen yang disediakan.

Selain itu, hal yang juga penting adalah memastikan fasilitas yang ada masih dalam keadaan normal atau masih baik, aman dan nyaman untuk difungsikan. Anda juga bisa mengecek apakah ada fasilitas lain, seperti supermarket, minimarket, sarana olahraga, sarana bermain anak bahkan bank.

6. Akses Transportasi

Perhatian Anda selanjutnya harus ditujukan pada akses transpotasi apa yang ditepat untuk pergi ke kantor, sekolah, kampus, hingga pusat belanja terdekat. Hindari apartemen yang terlalu jauh dari lokasi Anda beraktivitas sehari-hari serta akses publik krusial lain seperti rumah sakit.

Selain akses transportasi, Anda juga tidak boleh mengabaikan ketersediaan lahan parkir pada apartemen yang hendak Anda beli tersebut. Hal ini tentu akan sangat dibutuhkan, apalagi jika Anda menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas setiap harinya.

Jadi, pastikan Anda memilih apartemen dengan lahan parkir yang luas, nyaman, aman serta biaya bulanan yang berjangkau. Apabila tidak begitu, Anda pada akhirnya akan kerepotan saat beraktivitas selama menghuni apartemen tersebut.

7. Kelengkapan Administrasi

Selain kelengkapan fasilitas, Anda juga perlu mengetahui kelengkapan administrasi dari apartemen yang hendak Anda beli. Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan biaya tambahan terkait administrasi tersebut.

Biaya administrasi yang kami maksud antara lain seperti biaya administrasi bank, biaya pajak pertambahan nilai, biaya perikatan perjanjian jual beli, biaya notaris, biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan, biaya pemasaran serta biaya perawatan.

8. Gunakan Bantuan Agen Properti

Mengurus semua halnya sendiri pastinya akan sangat melelahkan. Terlebih lagi jika Anda perlu membangi waktu untuk bekerja sekaligus mengurus keluarga. Untuk itu, Anda bisa menggunakan bantuan dari agen properti terpercaya.

Agen properti tersebut tentunya sudah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan. Mereka juga akan menginformasikan pada Anda apabila ada promosi atau penawaran menarik. Tentunya hal ini akan sangat membantu Anda.

Tips membeli apartemen selanjutnya adalah memanfaatkan agen properti, sumber: maxmanroe.com
Manfaatkan agen properti, sumber: maxmanroe.com

9. Pilih Cara Pembayaran

Jika Anda sudah mantap dengan beberapa hal di atas, langkah selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dan didiskusikan dengan keluarga adalah berkenaan dengan metode atau cara pembayarannya. Biasanya, ada dua metode yang bisa Anda gunakan, yakni cash keras dan tunai bertahap.

Cash Keras

Cara pembayaran satu ini sangat cocok untuk Anda yang mempunyai budget besar. cash keras adalah sistem pembayaran secara tunai yang harus dilunasi dalam waktu paling lambat satu bulan sejak terjadinya kesepakatan antara pengembang dengan pembeli.

Tunai Bertahap

Cara pembayaran satu ini sangat direkomendasikan, apabila Anda sanggup menyicil apartemen dalam jumlah besar dengan tempo waktu yang terbatas. Umumnya, banyak orang yang memanfaatkan model pembayaran satu ini, karena banyak memberikan keuntungan. Namun pastikan, di dalamnya tidak terdapat potensi terjadinya riba yang sob!

Itulah beberapa tips dalam membeli apartemen bagi para pemula. Mempersiapkan diri sebelum membeli sesuatu adalah hal yang baik. Sehingga, jika ada kesempatan untuk mendapatkannya, Anda bisa memperoleh yang kualitasnya sesuai.

Karena banyak orang yang menggunakan cara kredit pemilikan dalam mendapatkan hunian, baik itu rumah ataupun apartemen, kami rekomendasikan pada Anda untuk membaca artikel kami dengan judul, kredit pemilikan rumah, apa hukumnya dalam syariah islam berikut ini. Selamat membaca!

Apartemen merupakan salah satu jenis investasi properti yang mempunyai prospek yang cerah. Mengingat harga dari apartemen yang mahal, sehingga hanya sedikit orang yang bisa membelinya secara tunai. Dengan kondisi tersebut, kredit pemilikan rumah merupakan langkah yang bisa menjadi solusi bagi Anda.

Kredit pemilikan rumah sama saja dengan kredit pemilikan apartemen. Program satu ini adalah solusi bagi siapa saja yang ingin membeli rumah atau apartemen secara kredit. Apabila Anda tertarik untuk mengikuti program ini dan ingin tahu info lebih lengkapnya. Simak tulisan ini sampai selesai.

Apa itu Kredit Pemilikan Rumah?

Kredit pemilikan rumah (termasuk apartemen) merupakan suatu program pembelian properti dengan sistem kredit. Fasilitas satu ini diberikan kepada para nasabah yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil. Sehingga, nasabah tidak perlu menyiapkan dana besar untuk memilikinya.

Para pemilik apartemen pada umumnya membeli dengan cara ini, kemudian menyewakannya pada pihak lain. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan keuntungan setiap bulan atau setiap tahunnya.

Apabila di kawasan di mana apartemen itu berdiri sudah berkembang, biasanya harganya akan melonjak. Di saat seperti inilah, Anda bisa menjualnya sehingga mendapatkan keuntungan dari capital gain atau selisih harga jual dan harga perolehan.

Kenali apa itu kredit pemilikan rumah, sumber: suara.com
Kenali apa itu kredit pemilikan rumah, sumber: suara.com

Kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen adalah program yang diberikan oleh lembaga tertentu kepada pihak tertentu yang ingin segera memiliki hunian. Biasanya antara nasabah dengan bank. Keduanya sama-sama dijalankan dengan sistem kredit, dengan objek yang berbeda. Yakni apartemen dengan rumah.

Lalu yang manakah yang lebih bagus untuk Anda pilih? Pertanyaan ini tentu saja ingin menentukan mana yang lebih baik antara rumah dan apartemen. Yang mana dari keduanya, yang bisa memenuhi kebutuhan properti Anda. Pada aspek syarat dan proses pengajuan, relatif tidak ada perbedaan yang mencolok.

Keuntungan Kredit Pemilikan Rumah

Selain bisa mendapatkan tempat hunian dengan cepat, rumah atau apartemen, Anda juga akan memperoleh beberapa keuntungan lain dengan program satu ini. Apa saja? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

1. Tidak Perlu Mengeluarkan Biaya Besar

Keuntungan menggunakan kredit pemilikan rumah adalah, Anda bisa membeli rumah atau apartemen dengan memberikan uang muka. Besaran uang ini mengikuti aturan dari lembaga terkait. Jika menggunakan lembaga keuangan seperti bank Indonesia, maka dengan Loan to Value (LTV).

Besaran dari LTV ini biasanya berkisar antara 70 sampai 90 persen. Sehingga, apabila Anda ingin membeli rumah, Anda harus menyiapkan uang muka antara 10-30 persen dari harga apartemen. Sisanya, akan dibiayai oleh pihak bank. Nasabah tinggal mencicil kekurangannya ke bank.

Dengan alur kredit ini, maka nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal. Anda bisa memiliki apartemen atau rumah tanpa terbebani secara finansial atau menyediakan dana besar di awal. Sehingga, bisa memanfaatkannya untuk kepentingan yang lebih produktif.

Biaya awal tidak terlalu banyak, sumber: duniafintech.com
Biaya awal tidak terlalu banyak, sumber: duniafintech.com

2. Legalitas dan Asuransi Rumah

Di sisi lain, untungnya kredit pemilikan rumah adalah, bank sebagai penyedia akan ikut membantu nasabah dalam memeriksa legalitas dari rumah atau apartemen tersebut. Sebagai penyedia dana, bank juga ikut membantu agar nasabahnya tidak tertipu atau properti bodong.

Apabila dibandingkan dengan membeli properti secara kontan, dengan kredit pemilikan ini, Anda bisa mendapatkan perlindungan asuransi. Perlindungan ini berupa asuransi jiwa maupun asuransi properti.

3. Sebagai Sarana Investasi

Dari sisi investasi, keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah, Anda bisa menyewakan unit apartemen atau rumah tersebut sehingga bisa menghasilkan pendapatan pasif. Apabila aset properti ini bisa memberikan pendapatan, maka hasilnya bisa menutup beban cicilan bulanan Anda.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan material yang benar-benar berkualitas sebagai bahan berbagai elemen di dalamnya. Misalnya untuk pembuatan railing tangga, Anda bisa memanfaatkan material unggulan berupa baja ringan atau material rekomendasi lainnya.

Di samping itu semua, sebenarnya ada bahasan yang lebih penting untuk Anda ketahui, yakni berkenaan dengan kebolehan atau ketidakbolehan dari menggunakan program kredit pemilikan rumah. Khususnya bagi seorang muslim. Untuk itu simak hukum kredit pemilikan rumah berikut ini.

Hukum Kredit Pemilikan Rumah

Mekanisme umum pada program kredit pemilikan rumah antara lain: pertama nasabah atau pembeli membayar DP kepada developer misalnya 20% dari harga rumah, setelah pembeli memenuhi syarat-syarat administratif (KTP, KK, slip gaji dll).

Kedua, nasabah mengajukan kredit pinjaman senilai 80% dari harga rumah kepada bank atau lembaga pembiayaan. Dan terakhir, nasabah melunasi pinjaman tersebut kepada bank secara angsuran disertai bunga.

Nasabah menjadikan rumah yang dibeli sebagai agunan atau jaminan. Apabila nasabah melakukan wan prestasi atau cedera janji, seperti terlambat membayar angsuran, maka bank akan mengenakan denda.

Ketahuilah hukumnya sebelum menggunakan KPR, sumber: fabelia.com
Ketahuilah hukumnya sebelum menggunakan KPR, sumber: fabelia.com

Dari fakta di atas, maka kredit pemilikan rumah hukumnya haram menurut syariah islam. Ada tiga alasan. Pertama, karena dalam kredit pemilikan rumah terjadi riba dalam muamalah antara nasabah dengan pihak bank.

Riba tersebut berupa bunga atas pokok utang yang dipungut oleh bank dari nasabah. Para ulama telah sepakat, bahwa setiap tambahan yang disyaratkan dalam akad utang (dain) adalah riba yang hukumnya haram.

Misalnya, Iman Ibnul Mundzir berkata: “Mereka (para ulama) telah sepakat bahwa pemberi pinjaman jika disyaratkan kepada penerima pinjaman sepersepuluh dari nilai pinjaman sebagai hadiah atau tambahan, lalu dia memberi pinjaman dengan ketentuan tersebut, maka pengambilan tambahan atas pinjaman itu adalah riba.” (Ibnul Mundzir, Al-Ijma’ hlm. 109)

Kedua, karena dalam program kredit pemilikan rumah nasabah menjadikan barang yang dibeli (rumah) sebagai jaminan (rahn). Menjaminkan barang objek jual beli (rahn al mabii’) secara syariah tidak dibolehkan. Ini merupakan pendapatnya Imam Syafi’I yang dikuti oleh Imam Ibnu Qudamah sebagai berikut:

“Apabila dua orang berjual beli dengan syarat menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan atas harganya, maka jula belinya tidak sah. Ini dikatakan oleh Ibnu Hamid dan juga pendapat Syafi’I. Sebab barang yang dibeli ketika disyaratkan menjadi jaminan (rahn), berarti barang itu belum menjadi milik pembeli.” (Ibnu Qudamah, Al Mughni Juz 4 hlm 285, Kitab Ar Rahn).

Imam Ibnu Hajar Al Haitami berkata: “Tidak sah jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli.” (Ibnu Hajar Al Haitami, Al Fatawa al Fiqhiyag al Kubra, Juz 2, halaman 279).

Imam Ibnu Hazm berkata: “Tidak boleh menjual suatu barang dengan syarat menjadikan barang itu sendiri sebagai jaminan atas harganya. Jika jual beli sudah terlanjur terjadi, harus dibatalkan (al fasakh)” (Ibnu Hazm, Al Muhalla, Juz 3, hlm 417, masalah 1228).

KPR yang mengandung riba haram hukumnya secara syariah, sumber: intiland.com
KPR yang mengandung riba haram hukumnya secara syariah, sumber: intiland.com

Ketiga, karena dalam kredit pemilikan rumah biasanya ada denda dari pihak bank jika nasabah melakukan wan prestasi atau cedera janji terhadap perjanjian kredit. Misalnya denda kepada nasabah yang menunggak pembayaran angsuran per bulan atau denda kepada nasabah yang melunasi sisa angsuran lebih awal dari waktu yang seharusnya.

Kedua jenis denda tersebut hakikatnya adalah riba yang diharamkan dalam islam, karena ia merupakan tambahan yang disyaratkan atas pokok utang. (Prof. Dr. Ali Muhammad Al Husain Ash Showa, Al Syarath Al Jaza’iy fi Al Duyuun: Dirasah Fiqhiyyaah Muqaranah, hlm 23-25).

Kesimpulannya, kredit pemilikan rumah, meskipun mendatangkan beberapa keuntungan bagi Anda, hukumnya haram dalam syariah islam. Pihak yang melakukan keharaman ini adalah nasabah dan bank yang secara langsung terlibat dalam riba. Pihak developer atau jasa kontraktor, meskipun secara tidak langsung, namun turut berdosa karena menjadi perantara bagi terjadinya riba.

Kaidah Fiqih dalam masalah ini menyebutkan: “Al wasiilah ilal haram haram. “setiap wasilah (perantaraan) kepada yang haram, maka hukumnya hara juga”. Maka solusi syariah dalam hal ini adalah melakukan akad jual beli secara angsuran (bai’ bi at taqsiith) antara developer dengan pembeli untuk rumah siap huni.

Apabila rumahnya belum siap huni atau masih perlu dibangun dulu, dapat menggunakan akad bai’ al istishna’, yaitu jual beli dengan pembuatan barang. Kedua akad tersebut haruslah tanpa melibatkan orang ketiga (bank atau lembaga pembiayaan) dan boleh ada jaminan asalkan bukan rumah objek jual beli tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai kredit pemilikan rumah, apa keuntungan yang bisa Anda dapatkan serta bagaimana islam memandang mekanismenya dari sisi hukumnya. Kami juga rekomendasikan Anda untuk membaca tulisan berjudul broker properti, apa bedanya dengan agen dan sales berikut ini!

Sekarang ini sudah banyak orang lebih memilih apartemen dari pada menghuni rumah. Baik sebagai tempat tinggal atau sekedar untuk investasi masa depan. Namun, beli apartemen atau rumah, mana yang lebih baik dan menguntungkan? Jawabannya, bergantung tujuan Anda untuk membelinya, di samping keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Apartemen dan rumah merupakan jenis investasi jangka panjang yang sangat prospek bagi Anda. sebelum Anda memutuskan untuk beli apartemen atau rumah, tidak ada salahnya untuk menyimak ulasan singkat berkenaan dengan kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Perbedaan Apartemen dan Rumah

Apabila dilihat dari pendekatan fungsional, maka kedua jenis properti ini mempunyai fungsi yang sama, yakni sebagai tempat hunian. Namun, setiap orang, termasuk Anda pastinya memiliki karakter yang berbeda. Terkadang orang lebih nyaman tinggal di apartemen begitu juga sebaliknya.

Pada umumnya, apartemen merupakan salah satu tempat tinggal yang berupa bangunan tinggi atau gedung. Gedung ini berisi banyak unik ruangan yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas layaknya rumah, seperti kamar tidur, dapur, ruang tamu, kamar mandi dan beberapa ruangan lainnya.

Semua ruangan pada apartemen ditata secara berderet dan mempunyai nomor masing-masing. Layout yang berderet dan pemberian nomor tersebut berfungsi sebagai media pembeda antara pemilik yang satu dengan pemilik lainnya.

Pilih beli rumah atau apartemen, sumber: jawapos.com
Pilih beli rumah atau apartemen, sumber: jawapos.com

Sedangkan rumah merupakan sebuah bangunan yang dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan semua isi rumah di dalamnya. Elemen pembangunan rumah lebih kompleks karena membutuhkan pondasi, atap, lahan yang luas serta beberapa jenis konstruksi bangunan tambahan lainnya.

Berbeda dengan apartemen yang lebih cenderung hanya memiliki satu ruangan besar saja, rumah justru sebaliknya. Sebab rumah adalah sebuah bangunan yang sengaja didesain agar penghuni di dalamnya memiliki ruang gerak yang lebih leluasa. Rumah biasanya dilengkapi dengan teras dan juga space untuk halaman pribadi.

Kelebihan dan Kekurangan Beli Apartemen atau Rumah

Untuk mengetahui spesifikasi lebih dalam, di bawah ini kami juga paparkan beberapa poin sebagai keuntungan dan kerugian yang akan Anda dapatkan ketika membeli apartemen atau rumah. Simak uraiannya sampai selesai!

1. Hak Milik

Jika Anda membeli unit apartemen, Anda akan diberikan Sertifikat Hal Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Dengan memiliki sertifikat ini, Anda akan diberikan hal kepemilikan atas satu unit saja, tetapi tidak termasuk fasilitas lainnya.

Sedangkan apabila Anda membeli rumah, maka Anda akan diberikan Sertifikat Hal Milik (SHM) di mana hal tersebut akan memberikan Anda hal penuh atas bangunan rumah tersebut. Mulai kepemilikan tanah sampai bangunan.

2. Geografi

Apabila Anda menginginkan tempat tingal yang berlokasi di daerah yang sepi dan jauh dari bising perkotaan, maka pilihan yang paling cocok adalah rumah. Umumnya, rumah atau perumahan lebih sering terletak jauh dari jalan raya dan perkotaan, khususnya di kota-kota besar. Lebihnya, Anda mendapatkan suasana yang damai, namun cenderung jauh dari tempat Anda bekerja.

Perhatikan lokasi properti, sumber: saumata.com
Perhatikan lokasi properti, sumber: saumata.com

Sedangkan, apartemen umumnya berlokasi di tengah kota dan lebih strategis. Keberadaan apartemen ditengah kota membuat Anda lebih mudah untuk menjangkau berbagai akses memenuhi kebutuhan dikota seperti berbelanja, bekerja serta mengunjungi tempat hiburan.

3. Fasilitas Penunjang

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, kekuasaan rumah ada pada pemiliknya. Artinya, Anda bisa mengatur segala fasilitas atau tata kelola yang ada sesuai kehendak Anda. Namun, hal itu tentu membutuhkan budget yang besar bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan fasilitas lengkap.

Berbeda dengan apartemen, segala fasilitas penunjang yang Anda butuhkan biasanya telah tersedia di apartemen. Secara umum, di apartemen telah tersedia berbagai fasilitas public seperti supermarket, kolam renang di rumah, tempat gym, restorant bahkan sekolah dan fasilitas lainnya.

4. Biaya Perawatan Apartemen dan Rumah

Berbicara tentang biaya, sebenarnya hal ini bisa dikatakan relatif. Namun demikian, kebanyakan apartemen mempunyai harga yang lebih terjangkau, apalagi apartemen bisa disewakan dalam jangka bulanan. Sehingga, tidak heran jika apartemen sekarang menjadi pilihan bagi orang yang masih bekerja dan belum berkeluarga.

Untuk rumah sendiri, harga yang ditawarkan umumnya akan lebih mahal, hal tersebut juga disebabkan oleh lahan yang semakin terbatas dan harga yang ditawarkan oleh broker properti yang semakin naik.

Mengenai perawatannya, bagian yang sering dilakukan perawatan antara lain, atap rumah, lantai dan dinding luar rumah yang bisa dibilang sangatlah fleksibel. Ini disebabkan Anda bisa mengaturnya sendiri sekaligus menekan biaya pengeluaran rumah untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Sehingga cenderung lebih hemat. Hal tersebut berbeda dengan apartemen, Anda akan dibebankan biaya bulanan dan biaya sinking fund.

5. Investasi Apartemen dan Rumah

Properti merupakah salah satu instrument terbaik untuk berinvestasi dan memungkinkan investor mendapatkan pendapatan pasif. Tetapi, apabila berbicara tentang investasi apartemen atau rumah, yang mana yang lebih menguntungkan?

Dari aspek keuntungan yang didapatkan, apartemen tentu menempati posisi pertama dari pada rumah. Sebab, dengan menyewakan apartemen, Anda bisa mendapatkan yield atau keuntungan yang lebih besar.

Bandingkan nilai investasinya, sumber: economy.okezone.com
Bandingkan nilai investasinya, sumber: economy.okezone.com

Meskipun begitu, untuk Anda yang memilih rumah sebagai media investasi juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari capital gain di saat rumah tersebut dijual kembali. Rumah juga memungkinkan bagi penghuninya untuk melakukan berbagai renovasi.

Apabila Anda kurang suka berhubungan dengan pengembang, maka kami rekomendasikan untuk investasi rumah sebagai pilihan terabik dan paling cocok untuk Anda. hal tersebut dikarenakan rumah sudah mempunyai hal milik sendiri.

Antara beli apartemen atau rumah, mana yang lebih baik untuk Anda? Jawaban untuk pertanyaan ini ada pada diri Anda sendiri. Setelah melihat pertimbangan di atas, Anda kami rasa sudah bisa memilih berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut.

Apabila Anda sudah berkeluarga dan senang bersosialisasi dengan banyak orang, maka rumah merupakan pilihan terbaik. Sebalinya, apabila Anda masih sendiri dan menginginkan hunian yang lebih privat, maka apartemen bisa Anda pilih.

Demikianlah paparan singkat yang bisa kami berikan untuk Anda. Semoga tulisan singkat kami ini memberikan gambaran pada Anda, sekaligus menjadi solusi dalam menentukan pilihan, beli apartemen atau rumah. See you!