Struktur Bangunan – Membangun sebuah hunian atau rumah tentu Anda perlu banyak pertimbangan serta perhitungan. Pada tahap perencanaan, salah satu aspek yang tidak boleh dilewatkan adalah struktur bangunannya.

Jika Anda memiliki rencana untuk membangun rumah sendiri, Anda juga perlu untuk mengetahui apa itu struktur, jenis serta elemen rangkan bangunan, agar tidak ada kesalahan dalam proses pembangunan.

Struktur bangunan merupakan bagian bagian dari sebuah bangunan yang membentuk bangunan tersebut. Bagian bangunan yang dimaksud mulai dari pondasi, balok, kerangka, pelengkung, dinding dan lain lainnya.

Setiap struktur ini berfungsi untuk mendukung elemen elemen konstruksi lain, contohnya interior dan arsitektur bangunan. Setiap elemen rangka bangunan memang mempunyai fungsinya masing masing tetapi tujuannya tetap sama.

Bagian rangka bangunan memiliki perang yang sangat penting dalam dunia konstruksi. Keselamatan penghuni rumah akan sangat tergantung dari kekuatannya. Kelemahan atau kerusakan bisa menyebabkan cedera atau pun kematian. Karena itu, struktur itu tidak boleh sembarangan dibangun.

Membangun sebuah hunian atau rumah tentu Anda perlu banyak pertimbangan serta perhitungan. Pada tahap perencanaan, salah satu aspek yang tidak boleh dilewatkan adalah struktur bangunannya.
Tampilan struktur bangunan, sumber: adhyaksapersada.co.id

Jenis Struktur Bangunan

Elemen rangka bangunan bisa Anda bagi lagi menjadi dua jenis, yakni struktur bawah dan struktur atas. Sebagian orang bahkan membanginya menjadi 3 jenis, yakni struktur atas, tengah dan bawah.

1. Struktur Bawah Bangunan

Elemen bangunan yang pertama disebut struktur bawah. Struktur ini adalah bagian bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Contoh dari struktur ini adalah pondasi, basement dan sloof.

2. Struktur Tengah Bangunan

Bagian bangunan yang kedua disebut struktur tengah. Struktur kedua ini berada di antara tanah dan atap. Contoh dari bagian tengah bangunan ini adalah termasuk dinding, kolom dan sejenisnya.

3. Struktur Atas Bangunan

Elemen bangunan terakhir adalah struktur atas. Struktur satu ini terletak pada bagian paling atas bangunan yang berfungsi sebagai penopang atap yang berbentuk memanjang ke atas. Contoh dari struktur ini adalah pondasi, kerangka dan lainnya.

Anda tidak perlu merasa bingung dengan perbedaan pandangan mengenai klasifikasi jenis struktur bangunan tersebut. Kedua pandangan di atas tidak ada yang salah, karena masing masing memiliki komponen yan g sama. Kedua jenis ini bisa Anda jadikan sebagai referensi.

4. Elemen Struktur Bangunan

Untuk Anda yang belum mendapatkan gambaran lengkapnya, berikut ini kami berikan pula uraian mengenai elemen penting dalam bagian bangunan. Apa saja? Ini penjelasan lengkapnya!

5. Kolom

Kolom merupakan batang tekan vertikal yang memikul beban seluruh bangunan. Kolom merupakan elemen yang berperan penting pada ketahanan sebuah bangunan. Kolom yang tidak memenuhi standar layak, akan berujung pada munculnya bahaya.

Kolom merupakan batang tekan vertikal yang memikul beban seluruh bangunan. Kolom merupakan elemen yang berperan penting pada ketahanan sebuah bangunan. Kolom yang tidak memenuhi standar layak, akan berujung pada munculnya bahaya.
Ilustrasi konstruksi kolom bangunan, sumber: anakteknik.co.id

Karena hal tersebut bisa membuat seluruh bangunan bisa rubuh. Elemen ini adalah kombinasi antara besi dan beton. Kedua bahan tersebut sangat kuat untuk menahan tarikan dan tekanan. Dengan kolom, kerangka, sloof dan balok yang bisa menahan tekanan.

6. Balok

Apabila kolom merupakan kerang penguat vertikal, maka elemen satu ini adalah kerangka penguat horizontal. Elemen ini berfungsi sebagai pengikat kolom dan dudukan untuk lantai atas dan atap. Layaknya seperti kolom, balok juga terbuat dari kombinasi besi dan beton.

7. Rangka Batang

Rangka batang merupakan sebuah elemen yang terbuat dari rangkaian batangan besi dan berbentuk segitiga. Biasanya rangka batang di sebuah rumah ditemukan di atap. Rangka batang berperan memberi bentuk pada atap.

8. Rangka Bangunan

Bagian rangka bangunan secara umum adalah struktur pendukung utama pada sebuah bangunan. Kolom, sloof dan balok adalah bagian dari keseluruhan kerangka bangunan. Apabila Anda ingin membangun bangunan permanen, kerangka bangunan perlu dibangun dari beton dan besi. Sebab, dua bahan ini cukup sanggup menahan gempa bumi.

9. Fondasi

Fondasi adalah sebuah elemen bangunan yang sangat penting. Secara dasar, fondasi adalah bagian bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Fondasi juga sebagai penopang kerangka bangunan dan bagian bangunan lain yang ada di atasnya.

Untuk mendapatkan keamanan yang maksimal, bangunan pondasi ini harus Anda buat mengikuti standar agar tanah gempa dan angin. Karena peran tersebut Anda perlu merancangnya dengan sangat baik.

10. Dinding

Dari setiap elemen bangunan yang ada, semua bangunan pastinya memiliki bagian dinding. Dinding adalah pembatas dan pelindung untuk area tertentu. Selain itu, dinding ini juga berfungsi sebagai batas bangunan dan juga mendukung kekuatan bangunan.

Dari setiap elemen struktur bangunan yang ada, semua bangunan pastinya memiliki bagian dinding. Dinding adalah pembatas dan pelindung untuk area tertentu. Selain itu, dinding ini juga berfungsi sebagai batas bangunan dan juga mendukung kekuatan bangunan.
Tampilan dinding, sumber: arsitur.com

11. Sloof

Apabila balok merupakan penguat vertikal untuk lantai atas atau atap, maka sloof merupakan elemen bangunan yang menguat lantai pertama dengan pondasi. Seperti kolom dan balok, sloof ini juga wajib memiliki spesifikasi yang kuat.

12. Terowongan dan Basement

Pada beberapa bangunan juga dilengkapi dengan elemen bawah tanah, berupa terowongan atau basement. Bangunan bawah tanah ini bisa Anda golongkan sebagai elemen tambahan saja, atau tidak mesti ada pada bangunan Anda. Biasanya, penggunaan elemen ini untuk memaksimalkan keterbatasan area.

13. Atap

Atap adalah elemen utama dari bagian bangunan yang menutup bagian atap sebuah bangunan. Semua bangunan pasti memiliki bagian satu ini, agar penghuninya terlindung dari panas matahari dan kondisi cuaca yang lain seperti hujan dan angin.

Demikianlah pembahasan mengenai bangunan, jenis dan elemennya yang perlu Anda ketahui. Setiap bahasan di atas sangat perlu untuk Anda pertimbangkan di saat Anda ingin membangun rumah. Namun, apabila Anda ingin yang praktis, Anda bisa memilih membeli rumah siap huni seperti apartemen atau rumah diperumahan.

Semoga tulisan singkat ini memudahkan Anda dalam membangun rumah impian Anda. kami juga rekomendasikan pada Anda untuk membaca artikel lain dengan tema bangunan bentang lebar agar Anda mengetahui tentang site plan rumah.

Konstruksi atap merupakan konstruksi yang terdiri dari balok melintang yang menerima gaya tarik, balok sebagai penopang atau tiang yang menerima gaya tekan guna menyangga dari gording dan kasau serta pelapis atap.

Sebuah bangunan bentang lebar yang tampak kaku, tentu kurang nyaman dipandang mata. Untuk itu, agar supaya bangunan tersebut tidak hanya mampu memikul beban bangunan, melainkan juga perlu diberikan nilai estetikanya.

Jenis Konstruksi Atap

Hal yang paling mudah dan sederhana adalah atap struktur bangunan betang lebar. Atap pada bangunan ini yang menjulang tinggi akan nampak walaupun dari jarak yang sangat jauh. Ada beberapa jenis konstruksi atap yang biasa mempercantik bangunan ini, berikut ini beberapa di antaranya.

1. Konstruksi Atap Kabel

Struktur kabel sebenarnya sudah lama dikenal oleh manusia. Model ini bisa kita dapat lihat pada konstruksi jembatan gantung yang melibatkan berbagai bahan bangunan yang bersumber dari alam. Seperti akar pohon, rotan, hingga bambu. Jenis konstruksi jembatan gantung ini masih biasa digunakan pada berbagai sungai di tanah air.

Sekarang, penggunaan struktur kabel juga telah merajai berbagai stadion olahraga yang memiliki bentang yang cukup luas. Bedanya, struktur ini menggunakan bahan baja. Dalam ilmu teknik sipil, penggunaan atap kabel pada stadion sangat efektif dan banyak digunakan.

Konstruksi atap merupakan konstruksi yang terdiri dari balok melintang yang menerima gaya tarik, balok sebagai penopang atau tiang yang menerima gaya tekan guna menyangga dari gording dan kasau serta pelapis atap.
Ilustrasi struktur kabel, sumber: ilmutekniksipilindonesia.com

Hal tersebut disebabkan oleh struktur kabel ini tidak membutuhkan kolom besar untuk memikul beban, sehingga bisa memberikan tambahan nilai estetis bangunan. Bukan hanya itu, arah dan sudut pandang penonton yang sedang menonton pertunjukkan di dalam gedung tidak akan terganggu dengan keberadaan kolom kolom tersebut.

2. Struktur Busur

Struktur atap bangunan ini termasuk dalam form active structure system dan biasanya dikombinasikan dengan struktur kabel. Sistem struktur ini berupa elemen garis berbentuk busur dengan lenting tertentu. Lenting inilah yang akan menahan beban bangunan.

Struktur ini juga sebenarnya sudah lama dimanfaatkan, terutama pada peradaban yunani dan romawi dalam membangun sebuah bangunan dengan model bentangan yang luas. Material bangunan yang digunakan juga adalah material yang padat seperti baja, kayu dan beton.

3. Struktur Kubah

Konstruksi atap struktur kubah adalah salah satu bentuk yang paling efisien untuk menutup area yang luas karena bisa membungkus jumlah maksimum ruangan dengan luas area yang minim.

Struktur jenis ketiga ini diyakini lebih kuat dan sangat tahan gempa. Namun demikian, bentuknya yang setengah lingkaran diyakini juga tidak terlalu fleksibel. Dalam proses pengerjaannya, para pekerjanya pun harus sangat hati hati dan teliti agar hasilnya presisi.

4. Struktur Cangkang

Konstruksi atap selanjutnya adalah sistem cangkang. Sistem atap bangunan satu ini pada dasarnya terinspirasi dari alam seperti cangkang telur, cangkang kepiting, cangkang keong dan sejenisnya.

Hal itulah yang menyebabkan struktur cangkang ini berbentuk structural tiga dimensi dengan sifat kaku, tipis dan melengkung. Anda bisa mendapatkan structural dari sistem cangkang ini dalam berbagai pilihan variasi. Namun, yang umumnya digunakan adalah permukaan satu sumbu seperti bola atau parabola.

5. Konstruksi Atap Pneumatik

Sistem pneumatik merupakan konstruksi atap bangunan yang termasuk dalam soft shell. Untuk bisa stabil, sistem satu ini mengandalkan tekanan internal yang lebih tinggi dibanding tekanan eksternal.

Sistem pneumatik merupakan konstruksi atap bangunan yang termasuk dalam soft shell. Untuk bisa stabil, sistem satu ini mengandalkan tekanan internal yang lebih tinggi dibanding tekanan eksternal.
Tampilan struktur pneumatik, sumber: martinasarmauli.blogspot.com

Media yang bisa Anda gunakan juga beraneka ragam seperti zat cair, busa, butiran dan gas. Namun, pada umumnya kebanyakan menggunakan udara atau gas sebagai medianya.

Kelebihan yang bisa didapatkan jika menggunakan jenis sistem ini adalah kemudahan dan kecepatan dalam proses membangunnya serta memiliki bobot yang sangat ringan. Hal itu karena material utamanya adalah lembaran kain dengan ketebalan tidak lebuh dari 0.5 mm yang tidak seberapa beratnya.

Namun demikian, dengan struktur yang cenderung tipis, sistem konstruksi atap satu ini sangat rentan terhadap robek, kebocoran dan tentunya tidak bisa diandalkan jika menahan beban vertikal.

6. Struktur Membran

Biasanya digunakan untuk menutupi atap bangunan, sistem ini disebut sebagai sistem membran. Penggunaan sistem ini pada atap bangunan sangat diminati karena kualitasnya yang ringan, mudah diaplikasikan pada ruang berskala besar serta transparansi.

Perlu diingat, tidak semua jenis bangunan bisa dan cocok untuk menggunakan jenis sistem ini. Ada beberapa proyek bangunan yang tidak cocok dengan sistem membran ini. Agar tidak mudah sobek, paparan matahari dan suara bising, Anda harus melibatkan membran yang berlapis.

7. Struktur Space Frame

Sistem berikut ini adalah struktur ringan namun kaku. Umumnya dikonstruksikan pada elemen tiang yang mengikuti pola geometris tertentu. Sistem ini akan menghemat waktu pembangunan, dengan karakteristiknya yang ringan, mudah dirakit dan dirangkai.

Bukan itu saja, beberapa elemen pembentuk space frame ini juga biasanya diproduksi secara masal di pabrik. Sehingga, Anda bisa mendapatkan keuntungan penuh dari industri konstruksinya langsung, berupa potongan harga dan tawaran lainnya.

Sistem berikut ini adalah struktur ringan namun kaku. Umumnya dikonstruksikan pada elemen tiang yang mengikuti pola geometris tertentu. Sistem ini akan menghemat waktu pembangunan, dengan karakteristiknya yang ringan, mudah dirakit dan dirangkai.
Tampilan struktur atap space frame, sumber: indonesian.alibaba.com

Namun, sistem ini tetap memiliki kekurangan yang perlu Anda perhatikan yakni adanya penggunaan material baja yang tidak tahan api serta pemasangan yang membutuhkan tingkat ketelitian tinggi, agar hasilnya presisi.

8. Struktur Folded Plate

Sebagaimana dengan namanya, sistem ini memang cenderung lebih rumit dibandingkan dengan sistem lainya. Karena sistem ini membutuhkan rakitan plat datar kaku yang membawa beban tanpa penggunaan balok pendukung tambahan pada setiap tepinya.

Untuk bangunan yang berlokasi pada daerah dengan curah hujan tinggi, bentuk atap sistem ini sangat direkomendasikan untuk digunakan. Bentuk ini juga sangat cocok untuk mengatur cahaya. Namun, Anda harus hati hati atas kemungkinan terjadinya talang kantong jika tidak dibuat dengan benar.

Demikianlah uraian singkat mengenai konstruksi atap bangunan pada banganan bentang lebar. Jadi, apakah Anda ada rencana membangun bangunan dengan konstruksi atap tersebut? Anda bisa berkonsultasi dengan kami segera!

Semua orang pastinya menginginkan sebuah tempat hunian atau rumah yang nyaman, yang berfungsi sebagai tempat berlindung dari dunia luar dan tempat untuk beristirahat melepas lelah selama kegiatan seharian. Untuk membuat rumah yang nyaman, Anda tidak selalu mengeluarkan banyak uang. Cara membuat rumah nyaman di bawah ini bisa Anda coba.

Secara umum, setiap orang mempunyai tingkat standar yang berbeda perihal rasa nyaman dengan cara yang berbeda, tetapi ada beberapa hal yang secara universal menjadi faktor yang mempengaruhi kenyaman dari penghuni rumah.

7 Cara Membuat Rumah Terasa Nyaman

Banyak bagian pada interior rumah yang bisa Anda atur secara maksimal agar Anda selalu tetap merasa nyaman ketika di rumah. Berikut ini beberapa cara sederhana yang bisa Anda coba perhatikan kemudian terapkan pada hunian Anda.

1. Selalu Rapi

Rumah yang terasa nyaman kami katakan akan berbanding lurus dengan semakin rapinya setiap bagian rumah. Mempunyai hunian dengan terlalu banyak perabot akan membuat rumah terkesan penuh sesak dan membuat Anda kelelahan, baik tenaga maupun mata. Sebagai contoh, tampilan dapur yang berantakan akan membuat Anda letih meski tanpa aktivitas.

Untuk itu, Anda bisa memaksimalkan penggunaan barang pada ruangan rumah. Anda perlu mengetahui barang mana saja yang dibutuhkan, sehingga perlu Anda masukan pada rumah dan barang apa saja yang tidak begitu penting, maka bisa Anda hilangkan pada bagian rumah.

Semua orang pastinya menginginkan sebuah tempat hunian atau rumah yang nyaman, yang berfungsi sebagai tempat berlindung dari dunia luar dan tempat untuk beristirahat melepas lelah selama kegiatan seharian. Untuk membuat rumah yang nyaman, Anda tidak selalu mengeluarkan banyak uang. Cara membuat rumah nyaman di bawah ini bisa Anda coba.
Tampilan ruang yang rapi, sumber: parenting.dream.co.id

2. Perhatikan Area Depan Rumah

Area depan rumah adalah area yang paling penting dari setiap tempat hunian. Untuk itulah perlu Anda perhatikan dan bersihkan secara rutin. Apabila diperhatikan, area penghubung antara area luar dengan area dalam adalah pintu depan rumah.

Setiap orang akan bisa melihat bagian dalam rumah hanya dari luar melewati pintu yang terbuka. Sehingga, selain halaman dan teras rumah, ruang tamu menjadi prioritas utama untuk dirawat dan dirapikan. Dengan melakukan cara ini, semoga rumah Anda bisa terasa lebih nyaman.

3. Dekorasi Dinding

Saat berada di dalam rumah, bagian yang sering kita lihat adalah bagian dinding rumah. Dinding dengan tampilan biasa tentunya akan kurang menarik bila dibandingkan dengan dinding rumah yang dikombinasikan dengan dekorasi dan hiasan dinding rumah untuk meningkatkan kesan nyaman jika dipandang.

Tampilan dinding yang original atau dinding yang kosong memang akan tampak bersih. Namun, seiring berjalannya waktu hal tersebut akan terasa monoton dan akhirnya membuat Anda merasa tidak nyaman.

Selain hiasan dan dekorasi, warna dinding rumah juga akan banyak mempengaruhi rasa nyaman sehingga perlu diperhatikan. Banyak pemilik rumah yang memilih wana yang terang pada desain dan tema rumahnya, misalnya warna abu abu.

Warna abu abu adalah warna yang bisa Anda kombinasikan dengan setiap warna lainnya, sehingga bisa Anda gunakan pada bagian dinding rumah sebagai pelengkap dekorasi yang menunjang terwujudnya rasa nyaman.

Saat berada di dalam rumah, bagian yang sering kita lihat adalah bagian dinding rumah. Dinding dengan tampilan biasa tentunya akan kurang menarik bila dibandingkan dengan dinding rumah yang dikombinasikan dengan dekorasi dan hiasan dinding rumah untuk meningkatkan kesan nyaman jika dipandang.
Tampilan dekorasi dinding yang terasa nyaman, sumber: rukita.co

4. Foto dan Gambar

Foto dan gambar juga adalah unsur penting yang bisa Anda kombinasikan pada setiap ruangan rumah. Anda bisa memasang foto keluarga atau gambar favorit Anda. beberapa kolasde pigura yang berisi gambar dan foto lawas bisa menjadi inspirasi Anda.

Foto jadul ini selain unik, juga memiliki nilai sejarah dan cerita yang layak dingat. Gambar dan pigura tersebut bisa Anda pasang di ruang keluarga atau ruang tengah, atau juga bisa  pada ruang makan. Kemudian, rumah nyaman bisa Anda wujudkan.

5. Tanaman Segar

Anda juga bisa menggunakan tanaman segar untuk menambah kesan alami pada rumah. Keberadaan dari tanaman segar ini, selain membuat rumah semakin sejuk dan segar, tanaman hidup juga bisa membuat suasana semakin nyaman.

Gunakanlah beberapa jenis bunga dan tanaman yang bisa hidup di dalam ruangan, minimal bisa bertahan sedikit lebih lama agar Anda tidak perlu rutin menggantinya. Letakkan tanaman pada pot di atas lantai, atau juga memanfaatkan pot kecil di atas meja. Rasa nyaman akan bisa dirasakan dan tentunya rumah lebih indah.

6. Pencahayaan dan Lampu

Pencahayaan pada rumah memiliki peranan yang sangat penting. Anda bisa memanfaatkan pencahayaan alami dari sinar matahari pada pagi hari atau sinar rembulan pada malam hari, atau memanfaatkan cahaya bantuan seperti lampu.

Untuk mendapatkan cahaya alami, Anda bisa membuat jalur melalui pintu, jendela dan ventilasi lain. Sinar matahari bisa Anda atur menggunakan tirai atau kelambu dan pada waktu malam Anda bisa mengandalkan sinar rembulan dengan atas yang transparan atau dengan bantuan cahaya lampu.

Pencahayaan pada rumah memiliki peranan yang sangat penting. Anda bisa memanfaatkan pencahayaan alami dari sinar matahari pada pagi hari atau sinar rembulan pada malam hari, atau memanfaatkan cahaya bantuan seperti lampu.
Tampilan ventilasi tempat masuk cahaya, sumber: idntimes.com

Jika menggunakan bantuan lampu, Anda harus bisa jeli dalam menentukan tata letaknya. Agar jangan sampai terlalu gelap dan sebaliknya tidak terlalu terang. Melainkan, Anda harus menempatkannya pada posisi yang strategis agar penyebaran cahaya lebih maksimal.

7. Aroma Ruangan

Saat Anda memasang di dapur terkadang akan membawa aroma yang nikmat, tapi tidak seterusnya hal tersebut bisa terjadi. Sering juga aroma yang tidak sedap pada rumah bersumber dari area dapur. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan pengharum ruangan untuk menciptakan aroma yang sedap.

Selain menggunakan pengharum ruangan sintetis untuk membuat rumah menjadi wangi, Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami yang diracik atau dikombinasikan dengan bahan lain, seperti sereh, kulit jeruk, lavender dan berbagai jenis lain yang Anda sukai.

Demikianlah cara membuat rumah nyaman versi kami. Semoga paparan singkat ini bisa memberi Anda inspirasi dalam upaya mewujudkan impian Anda dan setiap penghuni rumah lainnya, mewujudkan rumah yang nyaman.

Kami rekomendasikan Anda untuk membaca tulisan dengan judul inspirasi lemari dapur agar Anda mendapatkan inspirasi jenis furniture untuk melengkapi area dapur Anda. Demikian, semoga bermanfaat.

Struktur bangunan bentang lebar merupakan salah satu bagian dari struktur bangunan yang biasanya digunakan di tanah air. Jenis struktur satu ini mempunyai ciri khusus yakni pada area yang digunakan berbentuk ruang tanpa sekat. Bangunan tersebut secara umum digunakan untuk tempat pertunjukan, lapangan olahraga dan sejenis gedung serbaguna lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai struktur bangunan bentang lebar ini. Di antara hal tersebut adalah sistem, jenis struktur dan beberapa model yang bisa Anda jadikan wawasan dan referensi.

Apa Itu Bangunan Bentang Lebar?

Pada konstruksi bangunan, definisi struktur berhubungan dengan sarana menyalurkan beban serta akibat penggunaan bangunan tersebut secara langsung pada tanah. Umumnya, jenis bangunan ini sendiri biasa digunakan sebagai bangunan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang membutuhkan ruangan yang bebas kolom dan besar.

Contohnya seperti gedung pertunjukkan, kegiatan olahraga sampai auditorium. Struktur bagi bangunan bentang lebar ini memiliki tingkat kerumitan yang beragam, berbeda dengan struktur bangunan rumah atau ruko.

Hal tersebut banyak dipengaruhi oleh model yang ada pada struktur bangunan itu sendiri. Untuk Anda yang ingin membangun jenis bangunan ini, sangat perlu untuk memperhitungkan model secara keseluruhan dengan cermat agar bangunan tetap kokoh, aman dan bisa memberikan kenyamanan ketika digunakan.

Struktur banunan bentang lebar merupakan salah satu bagian dari struktur bangunan yang biasanya digunakan di tanah air. Jenis struktur satu ini mempunyai ciri khusus yakni pada area yang digunakan berbentuk ruang tanpa sekat. Bangunan tersebut secara umum digunakan untuk tempat pertunjukan, lapangan olahraga dan sejenis gedung serbaguna lainnya.
Tampilan bangunan bentang lebar sumber: eticon.co.id

Struktur Bangunan Bentang Lebar

Perihal struktur bangunan bentang lebar, sebenarnya bisa kita bagi dalam empat dari segi sistem besar strukturnya. Setiap struktur tersebut juga memiliki struktur lagi, sehingga Anda perlu mengetahuinya agar bisa membedakannya.

1. Form Active Stucture System

Sistem satu ini mempunyai hubungan antara bentuk dan struktur yang dekat dan bisa menciptakan bentuk yang unik. Sehingga para teknisi diharapkan bisa mengolaborasi bentuk dengan pertimbangan sistem struktur ini dan memahami sistem kerjanya. Struktur ini antara lain cable system, tent system, pneumatic system dan arch system.

2. Bulk Active Structure System

Yang keduan ini merupakan struktur kaku yang padat dan menggunakan bahan linear dan memanjang. Perubahan dan pengalihan model akan dipengaruhi oleh mobilisasi gaya dan beban setempat. Struktur ini langsung memberikan beban pada material dan balok sebagai penyangga. Terdiri dari beam system, beam grid dan slab system.

3. Vector Active Structure System

Struktur vector aktif merupakan sebuah struktur yang mengalihkan atau menyalurkan gaya eksternal terutama dari susunan unsur tekan dan unsur tarik yang terus menerus, seperti struktur rangka batang. Terdiri dari flat truss system, curved truss system dan space truss system.

4. Surface Active Structure System

Sistem struktur satu ini merupakan permukaan sistem struktur aktif yang fleksibel, namun tahan terhadap risiko kompresi, ketegangan dan geser di mana pengalihan kekuatan akan dipengaruhi oleh resistensi permukaan dan bentuk tertentu.

Dalam pengelompokannya, sistem satu ini terdiri dari prismatic folded structure system, pyramidal folded structure system, totational shell system dan anticlastic shell system. Struktur ini sangat cocok untuk bangunan bentang lebar yang Anda rancang.

Sistem struktur satu ini merupakan permukaan sistem struktur aktif yang fleksibel, namun tahan terhadap risiko kompresi, ketegangan dan geser di mana pengalihan kekuatan akan dipengaruhi oleh resistensi permukaan dan bentuk tertentu.
Tampilan salah satu sistem bentang lebar, sumber: civilprojectsonline.com

Jenis Struktur Bangunan Bentang Lebar

Struktur bangunan bentang lebar pada umumnya bisa Anda kelompokkan ke dalam dua jenis yang berbeda, yakni struktur bentang lebar sederhana dan struktur bentang yang kompleks. Lantas, apa aspek perbedaan dari kedua jenis ini? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Bangunan Sederhana

Bangunan dengan bentang lebar sederhana biasanya diterapkan pada berbagai gedung olahraga. Seperti pada gymnasium, gedung futsal, gedung basket dan sejenisnya. Apabila dilihat dari bentuknya, tentunya Anda bisa menilai bahwa gedung gedung tersebut tidak mengindahkan nilai estetika pada bangunannya. Akan tetapi lebih menekankan pada unsur fungsionalnya.

2. Bangunan Kompleks

Bangunan kedua adalah bangunan yang kompleks. Jenis bangunan ini merupakan paduan dari berbagai jenis struktur bentang lebar, lengkap dengan berbagai teori dasar bangunan. Bisa dikatakan, bangunan ini layaknya karya seni yang indah.

Untuk mendapatkan gambarannya, Anda bisa melihat Sydney Opera House. Gedung tersebut merupakan yang termasuk kategori struktur bangunan bentang lebar kompleks yang bisa membuat Anda merasa kagum dan terpesona.

Contoh Bangunan Bentang Lebar

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di awal, bangunan ini adalah sistem bangunan yang memungkinkan penggunaan ruangan bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan jenis ini tidak hanya bisa Anda temukan di luar negeri, di tanah air juga bisa Anda jumpai. Apa saja? Ini dia bocorannya!

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di awal, bangunan ini adalah sistem bangunan yang memungkinkan penggunaan ruangan bebas kolom yang selebar dan sepanjang mungkin. Bangunan jenis ini tidak hanya bisa Anda temukan di luar negeri, di tanah air juga bisa Anda jumpai. Apa saja? Ini dia bocorannya!
Nampak atas stadion surabaya, sumber: suarasurabaya.net

1. Stadion dan Fasilitas Pelatihan Softball Surabaya

Bangunan ini merupakan fasilitas umum yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Surabaya dalam bermain olahraga sofbol. Olahraga ini merupakan jenis olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim.

2. Gedung MPR dan DPR

Selain di Surabaya, Anda bisa menjumpai jenis bangunan ini pada gedung MPR dan DPR RI yang berada di area Jakarta. Hal yang menarik adalah, area nusantara I atau lokawirasabha dengan tinggi 100 meter berlantai 24 ini memiliki kemiringan hingga 7 derajat.

3. Teater Imax Keong Emas

Teater imax keong mas adalah gedung yang berbentuk seperti keong raksasa. Bangunan ini didirikan pada tahun 1984 sebagai tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih yang diprakarsai oleh Ibu Tien Soeharto.

Demikianlah bahasan tentang struktur bentang lebar, jenis dan contohnya. Jika Anda hendak membangun struktur bangunan, pastikan memilih jenis struktur bangunan yang tepat agar unsur fungsional bisa lebih maksimal. Untuk informasi lengkapnya, hubungi kami segera dan baca juga tulisan dengan judul arah rumah yang baik berdasarkan tradisi fengshui ini.

Atap merupakan salah satu bagian penting dalam bangunan, termasuk juga rumah. Atap berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dari semua gangguan lingkungan. Seiring berjalannya waktu atap telah banyak mengalami revolusi, termasuk atap rumah datar dan miring. Masing masing rumah, baik rumah atap miring atau datar memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.

Kemiringan sebuah atap adalah ukuran sudut atap rumah itu sendiri. Kemiringan pada atap kemudian menentukan seberapa curam atap, juga sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan jenis material atap yang paling efektif untuk melindungi penghuni rumah.

Kelebihan Rumah Atap Miring

Untuk lebih tergambar, berikut ini kami berikan paparan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan dari model rumah atap miring. Pada poin pertama kita akan bahas dulu aspek kelebihannya. Apa saja kelebihan yang bisa Anda dapatkan? Ini dia ulasannya!

1. Tampilan dan Fleksibilitas

Rumah atap miring bisa dibuat dengan berbagai desain, bentuk dan ukuran. Mulai dari atap miring dua sisi yang sederhana sampai bentuk yang lebih rumit dengan mengombinasikan beberapa ketinggian atap yang berbeda.

Atap merupakan salah satu bagian penting dalam bangunan, termasuk juga rumah. Atap berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dari semua gangguan lingkungan. Seiring berjalannya waktu atap telah banyak mengalami revolusi, termasuk atap rumah datar dan miring. Masing masing rumah, baik rumah atap miring atau datar memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
Tampilan rumah atap miring, sumber: 99.co

Selain tampilan, aspek fleksibilitas atap miring menjadi faktor yang melandasi banyak orang yang menyukainya, memungkinkan penghuni rumah untuk mendesain atap rumahnya sesuai dengan apa yang disukainya.

2. Aliran Panas

Setiap bangunan dengan atap miring lebih efektif dalam hal energi dibandingkan dengan bangun atap datar. Perbedaan tersebut berakibat pada isolasi termal yang lebih tinggi dengan membatasi atap yang terkena sinar matahari. Sedangkan pada atap datar, hampir semua bagian akan terpapar oleh sinar matahari sepanjang hari.

3. Hemat Energi

Desain rumah atap miring memungkinkan ventilasi alami antara lingkungan luar dan interior bangunan, menjaga keseimbangan antara keduanya. Hal tersebut akan meminimalisasi penggunaan peralatan elektronik pendingin atau pemanas ruangan.

4. Perlindungan dari Bahaya Lingkungan Luar

Rumah atap miring lebih kuat untuk menahan air hujan, salju dan angina. Bentuk segitiga dari atap miring menjadikannya lebih stabil, lebih kuat dan memperlancar aliran air. Sedangkan pada atap datar sangat rentan terhadap penumpukan air yang tersumbat bahkan kotoran.

5. Bisa Bikin Loteng

Jenis atap miring memungkinkan bagi Anda untuk membuat ruangan tambahan atau ruangan penyimpanan di bawahnya yang biasa kita sebut dengan loteng. Sedangkan pada atap datar tidak mempunyai loteng, karena tidak ada area batas di bawah atap. Hal ini tentunya bisa Anda manfaatkan untuk memaksimalkan area jika luas rumah Anda terbatas.

Jenis atap miring memungkinkan bagi Anda untuk membuat ruangan tambahan atau ruangan penyimpanan di bawahnya yang biasa kita sebut dengan loteng. Sedangkan pada atap datar tidak mempunyai loteng, karena tidak ada area batas di bawah atap. Hal ini tentunya bisa Anda manfaatkan untuk memaksimalkan area jika luas rumah Anda terbatas.
Nampak loteng minimalis pada rumah atap miring, sumber: dekoruma.com

6. Daya Tahan Lebih Awet

Pada rumah atap datar, Anda membutuhkan pemeliharaan sistem drainase atau aliran air yang rutin untuk menghindari mampet. Hal tersebut berbeda sama sekali dengan rumah atap miring yang umumnya jarang membutuhkan perbaikan, karena air dan kotoran akan otomatis jatuh ke bawah.

Selain beberapa kelebihan di atas, ada beberapa masalah pada miring, karena memang tidak ada hal yang sempurna. Masalah paling umum dari model atap miring adalah proses pemasangan yang tidak tepat atau kurangnya perawatan.

Umumnya, atap rumah yang sudah tua secara alami akan mengalami lebih banyak masalah daripada atap baru, tetapi dengan inspeksi rutin dan perbaikan yang berkelanjutan, Anda bisa memperpanjang umur dan daya tahan atap rumah hunian Anda.

Kekurangan Rumah Atap Miring

Selanjutnya, kami juga memberikan paparan lanjutan mengenai kekurangan dari model atap rumah miring. Apa saja kekurangan yang akan didapatkan? Simak uraian lengkapnya berikut ini!

1. Kerusakan Karena Angin

Proses pemasangan atap yang tidak sempurna, adanya celah, kerusakan pada bagian luar atap merupakan beberapa penyebab yang bisa meningkatkan risiko kerusakan pada model atap miring yang disebabkan angin kencang.

Di saat angin kencang, angin tersebut akan masuk melalui celah celah yang ada. Seiring dengan terakumulasinya tekanan angin yang masuk akan membuat tekanan pada bagian dalam atap semakin tinggi. Karena itu, merawat atap model miring sangat penting Anda lakukan secara rutin.

2. Kebocoran

Dari setiap masalah yang berkenaan dengan atap rumah, kebocoran merupakan yang paling sering terjadi pada model atap satu ini. Sebab, atap miring memang dapat mengalirkan air lebih lancar, namun sebagian besar rumah menggunakan genteng atau galvalum sebagai atap sehingga sangat rawan timbulnya celah.

Dari setiap masalah yang berkenaan dengan atap rumah, kebocoran merupakan yang paling sering terjadi pada model atap satu ini. Sebab, atap miring memang dapat mengalirkan air lebih lancar, namun sebagian besar rumah menggunakan genteng atau galvalum sebagai atap sehingga sangat rawan timbulnya celah.
Rawan kebocoran, sumber: suara.com

Kebocoran sangat sering terjadi pada area dengan lalu lintas terlalu tinggi, atau area yang sering dilalui air. Misalnya pada area pertemuan dua sisi atap miring. Sehingga, pada area tersebut menuntut Anda untuk memberikan perhatian dan perlindungan tambahan.

3. Pengerjaan yang Tidak Tepat

Untuk menghasilkan atap rumah yang berkualitas, Anda membutuhkan pekerja ahli yang sudah berpengalaman. Karena model atap miring tidak bisa dikerjakan oleh sembarangan orang, sebagaimana pada atap datar.

Pada atap datar, Anda bisa saja melakukannya sendiri. Sebab, kebanyakan model atap datar menggunakan atap cor. Sedangkan pada atap miring, pemasangan dan penyusunan gentingnya satu per satu dan harus dikerjakan dengan teliti.

4. Pemeliharaan

Pemeliharaan dan pemeriksaan rutin pada atap merupakan langkah penting yang bisa Anda amalkan untuk melindungi kinerja dan daya tahan atap. Pemeriksaan ini perlu dikerjakan terlebih setelah turunnya hujan deran, angin kencang atau gempa. Sebab, atap miring dari genteng sangat rentan mengalami pergeseran ketika ada tekanan atau goncangan tinggi.

Demikianlah tulisan singkat yang bisa kami berikan pada Anda, semoga bermanfaat. Ada tema tulisan yang menarik sekali untuk Anda beca. Tulisan berjudul arah rumah yang baik berdasarkan tradisi fengshui ini kami rekomendasikan pada Anda.

Anda pernah mendengar ungkapan orang tentang fengshui rumah utara dan sejenisnya? Apabila sudah, Anda pastinya sudah tidak tidak asing lagi dengan berbagai informasi mengenai arah rumah yang baik menghadap ke mana.

Untuk sebagian orang, hal ini bukan merupakan masalah. Tapi, ada juga yang meyakini tradisi tersebut dengan berlebihan, hingga wajib menerapkannya dala kehidupan nyata. Arah rumah yang baik diyakini bisa memberikan energi positif bagi penghuninya.

Lantas, apa uraian berkenaan dengan arah rumah yang baik dan hal lain yang berkaitan dengannya? Kali ini Anda akan kami ajak untuk membahasnya dari sudut pandang fengshui serta dari sudut pandang arah mata angina secara umum.

Arah Rumah yang Baik Menghadap ke Mana?

Untuk Anda yang belum paham tentang arah rumah yang baik, pada dasarnya ketika membangun rumah menghadap manapun tidak menjadi masalah. Karena, setiap arah jika di dalami pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing.

Akan tetapi, jika Anda ingin meninjaunya lebih lanjut dari setiap arah mata angin, kami rekomendasikan Anda untuk mengetahui dahulu arah rumah yang bagus menghadap ke arah mana berikut ini.

Anda pernah mendengar ungkapan orang tentang fengshui rumah utara dan sejenisnya? Apabila sudah, Anda pastinya sudah tidak tidak asing lagi dengan berbagai informasi mengenai arah rumah yang baik menghadap ke mana.
Tampilan rumah dengan arah yang baik, sumber: tatarumah.com

1. Rumah Arah Timur

Rumah dengan arah menghadap timur, pada pagi harinya akan mendapatkan banyak sinar matahari langsung dan hal ini akan sangat menyehatkan. Namun, saat siang dan sore tiba, rumah akan menjadi panas, terlebih jika lokasinya didataran rendah atau perkotaan.

2. Rumah Arah Barat

Pada rumah yang menghadap barat biasanya akan menjadi lebih pada di sore hari. Sebab, pada waktu tersebut matahari lebih condong ke arah barat, sehingga sinar matahari dan panasnya masuk ke dalam rumah.

Untuk mengakalinya, Anda bisa menanam pohon pada bagian depan rumah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk membuat pintu belakang yang bisa dibuka saat pagi hari. Hal ini akan membuat matahari pagi bisa masuk ke rumah Anda.

3. Rumah Arah Selatan

Dari setiap arah rumah, rumah yang mengarah ke selatan ini merupakan yang paling populer dan banyak diminati oleh penduduk tropis. Sebab, teras yang cenderung teduh akan membuat bagian depan rumah terasa lebih adem dan sejuk.

Dengan suasana depan rumah yang adem dan sejuk, akan membuat Anda nyaman ketika bersantai. Pada dua sisi bagian rumah pun akan lebih banyak terkena matahari, sehingga bisa Anda gunakan untuk berjemur.

4. Rumah Arah Utara

Untuk Anda yang lebih suka dengan rumah arah utara, pada terasnya Anda akan mendapatkan pasokan sinar matahari pagi yang menyehatkan. Namun, Anda disarankan untuk memberikan tambahan kanopi atau tanaman agar matahari tidak terlalu mengganggu aktivitas penghuni rumah.

Pada bagian belakang rumah yang mengarap ke utara akan lebih teduh, tempat ini sangat cocok Anda jadikan untuk tempat bersantai. Pada dua sisi bagian rumah, yakni barat dan timur bisa Anda manfaatkan untuk tempat jemuran pakaian.

Untuk Anda yang lebih suka dengan rumah arah utara, pada terasnya Anda akan mendapatkan pasokan sinar matahari pagi yang menyehatkan. Namun, Anda disarankan untuk memberikan tambahan kanopi atau tanaman agar matahari tidak terlalu mengganggu aktivitas penghuni rumah.
Tampilan rumah arah utara, sumber: rumahlia.com

Arah Rumah yang Baik Berdasarkan Fengshui Rumah

Walaupun kita berada di zaman dengan teknologi canggih, namum banyak tradisi yang masih tetap diyakini sampai sekarang. Salah satunya adalah fengshui. Tradisi yang datang dari budaya Tiongkok ini diyakini dalam menentukan banyak hal, mulai dari bisnis, kerukunan rumah tangga, kesehatan sampai arah rumah.

Di Indonesia sendiri, fengshui juga tengah menjadi perhatian pengembang. Karena para pengembang perlu mengetahui cara menentukan rumah yang bagus menghadap kea rah mana, penataan ruangan, lokasi tata letak interior dan aspek lainnya.

Sekarang ini, fengshui rumah arah selatan dan utara dianggap sebagai arah rumah yang bagus. Hal tersebut bersangkutan dengan arah rumah jika ditinjau secara logika. Karena jika fengshui rumah arah timur atau barat, membuat ruangan rumah terlalu panas oleh matahari.

Jadi, rumah yang baik adalah yang bisa mengalirkan udara, air, sinar matahari dan memiliki keselarasan unsur logam, tanah, kayu, air dan api. Hal tersebut diterapkan pada setiap ruangan dalam rumah.

Ruang tamu merupakan lokasi dalam rumah yang paling banyak di akses atau menjadi lokasi paling aktif dalam rumah. Maka diyakini, ruang tamu memiliki kaitan dalam memperlancar rezeki penghuninya.

Sedangkan tata letak kamar tidur yang baik idealnya menghindari tempat yang bersebelahan dengan area dapur. Sebab, jika kamar berlokasi dekat dengan dapur, diyakini bisa merusak keharmonisan hubungan suami istri serta keberuntungan keluarga.

Terlepas dari unsur beruntung dan musibah yang di prediksi, pantangan ini sebenarnya cukup masuk akal. Selain membawa hawa panas dari alat masak, dapur juga bisa menjadi sumber kebisingan. Kedua hal ini bisa membuat emosi pasangan tidak stabil.

Walaupun kita berada di zaman dengan teknologi canggih, namum banyak tradisi yang masih tetap diyakini sampai sekarang. Salah satunya adalah fengshui. Tradisi yang datang dari budaya Tiongkok ini diyakini dalam menentukan banyak hal, mulai dari bisnis, kerukunan rumah tangga, kesehatan sampai arah rumah.
Tampilan rumah dengan arah fengshui, sumber: kompas.com

Arah Rumah Berdasarkan Keyakinan Lain

Selain menggunakan penentuan arah rumah yang bagus berdasarkan fengshui dari Tiongkok, ada banyak keyakinan dari adat lain yang diyakini oleh masyarakat Indonesia. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Arah Rumah Weton Suami Istri

Dalam adat jawa, weton dikenal sebagai angkat perhitungan lahir. Ada dua hari yang dikenal yakni hari biasa dan hari pasaran. Hari biasa yaitu senin sampai minggu, sedangkan hari pasaran adalah sebutan untuk hari pon, wage, kliwon dan lainnya.

Arah rumah berdasarkan tanggal lahir ini disebut juga dengan ming kua. Untuk menentukannya, Anda bisa melakukan perhitungan dengan melihat tahun kelahiran Anda menggunakan kalender China.

Sekarang bagaimana pendapat Anda? Arah rumah yang baik itu seharusnya menghadap mana setelah mendapatkan informasi ini? Anda bebas untuk menentukannya sendiri, sebab hal tersebut sifatnya opsional saja.

Jika Anda berkenan, kami juga merekomendasikan pada Anda untuk membaca tulisan kami yang lainnya, seperti tulisan dengan judul tipe rumah yang populer di Indonesia berikut ini!

Anda berencana untuk membeli rumah dalam waktu dekat ini? Kami sarankan untuk memastikan apa saja tipe rumah di Indonesia yang tersedia. Selanjutnya, mengetahui tipe yang mana yang sesuai atau cocok dengan kebutuhan hunian Anda. Sebab, tipe tipe rumah sangat bervariasi mulai dari 21, 36, 45, dan 70 serta tipe lainnya.

Mungkin ada dari pembaca sekalian yang belum begitu familiar atau kenal dengan istilah di atas. Mudahnya, tipe rumah merupakah sebutan untuk ukuran luas bangunan atau tempat hunian. Sebagai contoh, tipe rumah 36, berarti rumah tersebut memiliki luas bangunan 36 meter persegi.

7 Tipe Rumah di Indonesia

Secara umum, di Indonesia ada banyak tipe rumah yang bisa Anda dapatkan dari berbagai kontraktor bangunan. Tapi, setidaknya ada 7 tipe rumah yang umumnya menjadi pilihan Anda. Apa saja tipe tersebut? Cermati tulisan ini hingga selesai.

1. Rumah Tipe 21

Rumah tipe 21 ini tergolong dalam tipe rumah yang sederhana. Konsumen dengan segmentasi middle low atau entry level adalah sasaran dari tipe rumah satu ini. Biaya yang pas pasan menuntut mereka untuk memilih rumah dengan ukuran minimalis nan sederhana.

Memilih menggunakan alokasi biaya untuk membeli rumah dengan tipe 21 lebih dipilih oleh para konsumen dari pada harus menggunakannya untuk mengontrak, ditambah lagi dengan harga yang ekonomis dan cicilan yang ringan.

Anda berencana untuk membeli rumah dalam waktu dekat ini? Kami sarankan untuk memastikan apa saja tipe rumah di Indonesia yang tersedia. Selanjutnya, mengetahui tipe yang mana yang sesuai atau cocok dengan kebutuhan hunian Anda. Sebab, tipe tipe rumah sangat bervariasi mulai dari 21, 36, 45, dan 70 serta tipe lainnya.
Tampilan depan rumah tipe 21, sumber: rumah123.com

Secara umum tipe 21 mempunyai ukuran 3 kali 7 meter dan berdiri di atas tanah seluas 50 sampai 60 meter persegi. Selain itu, ada juga pengembang yang menawarkan tipe 24 bahkan 27 dan 30. Namun, yang lazimnya adalah adalah tipe 21.

2. Rumah Tipe 36

Tipe rumah satu ini merupakan tipe rumah di Indonesia yang memiliki banyak peminat. Ukurannya yang pas, tidak terlalu kecil dan harganya juga masih cukup ekonomis. Untuk Anda yang masuk kategori middle low, tipe rumah ini sangat direkomendasikan.

Sebab, masuk kategori rumah minimalis, tipe rumah 36 ini biasanya berdimensi 6 kali 6 meter atau 9 kali 4 meter dan berdiri di atas tanah seluas 60 hingga 72 meter persegi atau 90 meter persegi. Tipe rumah ini, biasanya menawarkan 1 sampai 2 kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang makan dan dapur.

3. Tipe Rumah 45

Tipe berikut ini menjadi solusi bagi Anda yang merasa tipe rumah 36 masih kurang luas. Harga dari rumah tipe ini masuk dalam segmen middle low. Hal tersebut yang membuat tipe rumah ini diincar oleh para end user dan investor properti.

Ukuran yang umum digunakan adalah 6 kali 7,5 meter dengan luas tanah 75, 90 hingga 96 meter persegi. Karena luasnya lebih dari tipe sebelumnya, maka ruang yang ada pun lebih banyak dari tipe sebelumnya.

Tipe rumah satu ini akan sangat cocok jika dikombinasikan dengan taman dan garasi pribadi. Apabila Anda bandingkan dengan tipe rumah sebelumnya, tipe 45 ini memiliki kualitas bangunan yang lebih baik. Selain itu, rumah tipe ini juga sangat nyaman untuk dihuni. Namun demikian, kenyamanan tersebut harus Anda bayar dengan harga yang sepadan.

Tipe berikut ini menjadi solusi bagi Anda yang merasa tipe rumah 36 masih kurang luas. Harga dari rumah tipe ini masuk dalam segmen middle low. Hal tersebut yang membuat tipe rumah ini diincar oleh para end user dan investor properti.
Ilustrasi rumah tipe 45, sumber: medium.com

4. Tipe Rumah 54

Sebuah keluarga dengan dua orang anak, sangat cocok jika menggunakan tipe rumah 54 ini. Potensi bagi Anda untuk mengembangkan bangunan secara vertikal amat didukung oleh luasnya. Dengan ukuran 9 kali 6 meter dan 13,5 kali 4 meter menjadikan tipe ini sangat nyaman karena menawarkan kamar yang cukup lapang.

Selain itu, rumah tipe ini berdiri di atas tanah yang lebih luas dari tipe sebelumnya, yakni 120 sampai 150 meter persegi. Anda bisa lebih leluasa dalam memanfaatkan lahan kosong yang tersedia untuk membangun fasilitas tertentu, seperti fasilitas olahraga dan sejenisnya.

5. Tipe Rumah 60

Apabila hanya diperuntukkan menampung dua kamar tidur saja, tipe rumah satu ini tergolong cukup luas dengan beragam dimensi yang ditawarkan. Mulai dari 6 kali 10 atau 5 kali 12. Tipe rumah ini tergolong sedang, artinya lebih besar dari tipe 54 tapi tidak lebih luas dari tipe 70.

Harga yang ditawarkan pun berkisar 500 hingga 700 juta sangat cocok untuk segmen middle up. Potensi memiliki ruangan dan taman yang lebih luas dari tipe lainnya, menjadikan tipe satu ini menarik untuk Anda miliki.

6. Rumah Tipe 70

Secara umum, tipe rumah satu ini dibuat dalam bentuk dua lantai. Dengan harga sudah mencapai miliaran rupiah, sehingga tipe rumah ini sudah masuk kategori segmen kelas atas. Dengan ukuran yang luas, menjadikannya mampu untuk menampung banyak orang.

Dengan konsep rumah tumbuh, tipe ini bisa Anda kembangkan menjadi tipe 100. Hal tersebut dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti bertambahnya jumlah anggota keluarga. Maka menambah ruangan untuk mengakomodasi setiap orang adalah jalan keluar yang bijak bagi Anda.

Secara umum, tipe rumah satu ini dibuat dalam bentuk dua lantai. Dengan harga sudah mencapai miliaran rupiah, sehingga tipe rumah ini sudah masuk kategori segmen kelas atas. Dengan ukuran yang luas, menjadikannya mampu untuk menampung banyak orang.
Tampilan depan rumah tipe 70, sumber: harapanrakyat.com

7. Rumah Tipe 120

Pada kawasan elite, rumah dengan tipe ini sudah biasa digunakan. Karenanya tipe ini tergolong tipe rumah mewah. Dengan ukuran 10 kali 12 meter dan berdiri di atas lahan seluas 150 meter persegi, tipe ini menjadi incaran para pengembang yang biasan membangun perumahan mewah.

Mengenai kualitas bangunan, Anda tidak mempertanyakannya. Dengan biaya yang mencapai segmen middle up, sebanding dengan spesifikasi material bangunan yang digunakan sangat berkualitas.

Mungkin para pembaca banyak yang bertanya, dari semua tipe di atas, tipe rumah yang manakah yang paling banyak oleh masyarakat Indonesia? Kami katakan tidak ada jawaban spesifik untuk pertanyaan tersebut.

Namun, jika diperhatikan tipe rumah 36 memang sangat sering muncul di berbagai iklan properti. Hal tersebut bukan tanpa alasan. Asalannya karena rumah dengan ukuran ini tergolong luas dengan harga yang bersahabat.

Demikianlah ulasan singkat berkenaan dengan tipe rumah di Indonesia yang bisa kami sampaikan, semoga tulisan singkat ini bisa membantu. Kami juga merekomendasi tulisan dengan tema ruang tamu modern untuk menemani pagi Anda.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa Indonesia tergolong ke dalam Negara dengan iklim tropis. Hal tersebut menjadi alasan bagi dicetuskannya konsep rumah tropis yang akhir akhir ini sudah tidak asing lagi di tanah air.

Konsep rumah tropis ini selain cocok untuk diaplikasikan pada rumah di kawasan pesisir laut, juga bisa Anda terapkan pada rumah modern yang Anda miliki. Untuk membangun suasana yang nyaman Anda perlu mengetahui tips apa saja untuk mewujudkannya.

Tips Mewujudkan Rumah Tropis

Menciptakan rumah dengan konsep tropis tidak bisa disamakan dengan rumah rumah pada umumnya. Karena, pada rumah tropis, Anda perlu memperhatikan beberapa elemen, unsur, aksesoris bahkan penggunaan warna pada bagian dindingnya. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba.

1. Gunakan Warna Cerah

Ciri khas dari rumah bernuansa tropis adalah penggunaan warna warna cerah, seperti warna kuning, krem dan cokelat muda. Selain itu, Anda juga bisa memadukan beberapa warna sebagai unsur kombinasinya, seperti warna hijau dan biru.

Anda bisa mengombinasikan setiap warna tersebut pada setiap bagian bangunan rumah, seperti pada dinding, plafon dan juga furniture. Pemilihan warna pada bagian interior rumah akan sangat berperan dalam menciptakan ruangan yang menarik atau justru sebaliknya.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa Indonesia tergolong ke dalam Negara dengan iklim tropis. Hal tersebut menjadi alasan bagi dicetuskannya konsep rumah tropis yang akhir akhir ini sudah tidak asing lagi di tanah air.
Tampilan ruangan dengan warna cerah, sumber: republika.co.id

2. Tambahkan Tanaman

Tumbuhan merupakan bagian penting yang tidak boleh ketinggalan dari konsep rumah tropis. Kehadirannya dalam rumah bisa membuat ruangan terlihat lebih asri dan bernyawa. Untuk tata letak, Anda bisa meletakkannya pada lantai atau digantung pada dinding serta langit langit rumah.

Tanaman ini bisa Anda sebar pada titik titik tertentu yang dengannya ruangan akan semakin menonjol kesan tropisnya. Misalnya diletakkan pada ruang tamu, ruang keluarga dan pada teras rumah. Anda juga bisa menghias bagian depan rumah dengan berbagai jenis tanaman.

Beberapa jenis tanaman yang biasanya digunakan untuk menguatkan kesan tropis pada rumah adalah monstera, palem, kuping gajah dan lidah mertua. Selain tanaman, Anda juga bisa memasukkan beberapa jenis tanaman lain seperti lily putih dan anthurium bunga merah.

3. Material Kayu, Bambu dan Rotan

Kesan tropis di dalam rumah identik dengan penggunaan material dari kayu, bambu atau rotan. Tiga jenis material ini umum sekali dimanfaatkan sebagai perabotan untuk menghias interior rumah. Perpaduan warna cokelat dari material ini dengan warna dinding akan semakin menghidupkan suasana rumah.

Ketiga material di atas bisa Anda jadikan dalam berbagai bentuk perabotan, seperti meja, kursi, lemari, material lantai hingga plafon. Anda juga bisa mengombinasikan dari ketiga jenis material tersebut untuk menghasilkan perabot dengan tekstur dan unsur alam yang kental.

4. Tambahan Dekorasi dan Aksesoris

Dekorasi dan aksesoris adalah elemen pelengkap yang dapat masukkan untuk memperkuat nuansa tropis pada interior rumah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus memilih dekorasi dan aksesoris yang senada dengan tampilan ruangan.

Dekorasi dan aksesoris adalah elemen pelengkap yang dapat masukkan untuk memperkuat nuansa tropis pada interior rumah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda harus memilih dekorasi dan aksesoris yang senada dengan tampilan ruangan.
Tampilan pigura daun untu dinding, sumber: shopee.co.id

Hal yang bisa Anda tambahkan antara lain seperti pigura bergambar daun yang dipadukan dengan kutipan kesukaan Anda. Juga bisa dengan menambahkan tanaman sintetis pada dinding. Jangan lupa untuk meletakkan lampu gantung dari anyaman untuk kesan tropis yang kuat.

5. Rumah dengan Banyak Bukaan

Pencahayaan alami merupakan bagian penting yang juga tidak boleh Anda sepelekan dan lupakan ketika membuat rumah tropis. Oleh sebab itu, bukaan yang banyak pada rumah sangatlah penting. Dengannya rumah akan menjadi lebih sejuk dan segar.

Anda juga bisa memadukan bukaan jendela dengan desain dinding roster. Cahaya matahari di pagi sampai siang hari yang menerobos masuk akan memberikan kesan alami. Hal ini juga akan mengurangi penggunaan lampu. Jadi, Anda lebih menghemat energi listrik.

6. Tambahan Unsur Air

Keberadaan unsur air akan memberikan kesan alami dan sejuk dalam rumah. Konsep unsur air dalam rumah ini telah dipraktekkan dibanyak rumah tropis. Unsur air ini bisa Anda ciptakan dengan membuatan plunge pool atau swimming pool.

Plunge pool umumnya berukuran 15 hingga 20 meter dengan kedalaman 1,2 hingga 1,4 meter. Unsur kola mini sering digunakan untuk berendam dan berdantai dengan keluarga di area outdoor rumah. Sedangkan unsur swimming pool untuk aktivitas berenang.

Jika Anda tidak mempunyai lahan yang cukup banyak dan luas, Anda bisa memasukkan unsur air dengan membuat kolam yang lebih minimalis. Kolam minimalis dapat Anda letakkan pada halaman depan atau belakang rumah. Tergantung space yang tersisa. Jika Anda memiliki taman, memadukannya dengan kolam ini lebih bagus lagi.

Keberadaan unsur air akan memberikan kesan alami dan sejuk dalam rumah. Konsep unsur air dalam rumah ini telah dipraktekkan dibanyak rumah tropis. Unsur air ini bisa Anda ciptakan dengan membuatan plunge pool atau swimming pool.
Tampilan plunge pool, sumber: thepoolco.com.au

7. Tambahkan Aksen pada Rumah Tropis

Tips terakhir ini bersifat opsional. Jadi, Anda bisa menggunakannya, juga berhak memutuskan untuk tidak menggunakannya. Misalnya, Anda bisa mengganti lantai kayu dengan keramik berwarna hitam, putih atau abu abu dengan kombinasi motif dan corak yang unik.

Berikutnya, material perabot juga bisa Anda finishing dengan waran emas, misalnya pada bagian kaki meja dan kursi. Misalnya perabotan yang menjadi ciri khas rumah tropis bisa Anda ganti dengan material dari aluminium atau besi.

Anda bisa berhak untuk mengganti warna karpet yang bermotif dengan karpet tanpa motif atau polos dengan catatan masih senada dengan tampilan ruangan yang menonjolkan kesan tropis, seperti warna kuning dan krem.

Itulah beberapa tips yang bisa Anda coba jika ingin membangun rumah tropis. Anda tentu saja tidak mesti melakukan semaunya sekaligus dan sendirian. Anda bisa melakukannya secara bertahap dan dengan menggunakan jasa kontraktor rumah yang ada.