Anda tentu sudah sering mendengar istilah marketing properti atau yang sering disebut dengan pemasaran properti bukan? Marketing ini memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting dalam dunia bisnis properti. Yakni sebagai pemasaran produk properti secara menyeluruh.

Secara umum, marketing properti dinaungi oleh perusahaan kontraktor. Namun, hal tersebut sebenarnya bisa saja Anda jalankan sendiri. Jika demikian, Anda perlu mengetahui hal – hal apa saja yang berkenaan dengan marketing properti, berikut strategi suksesnya. Untuk itu, simak artikel ini sampai selesai ya!

Apa itu Marketing Properti

Marketing properti merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk memperkenalkan produk properti berupa tanah, bangunan atau konstruksi lain yang sedang diperjual belikan oleh pihak yang bersangkutan kepada para calon konsumen.

Mengingat kebutuhan dan popularitas dari properti yang semakin meningkat setiap tahunnya, tentunya diperlukan berbagai strategi baru agar bisa menarik perhatian konsumen. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah tim khusus marketing untuk mencapai target yang disasar oleh perusahaan properti.

Meningkatnya popularitas tersebut juga diiringi dengan berkembangnya bisnis dalam dunia properti. Tidak hanya di tanah air, peningkatan tersebut juga terjadi hampir di seluruh dunia. Jadi, tidak heran jika saat ini banyak orang yang memiliki properti sebagai investasi yang menggiurkan.

Kenali serba serbi marketing properti,sumber: 99.co
Kenali serba serbi marketing properti,sumber: 99.co

Dari fakta di atas, maka tidak heran jika sekarang banyak perusahaan properti yang saling berkompetisi untuk menawarkan properti terbaik yang mereka miliki. oleh karenanya, peran marketing properti adalah untuk mempermudah proses penawaran tersebut melalui berbagai strategi pemasaran yang baik.

Hal Penting dalam Marketing Properti

Seseorang yang bekerja sebagai marketing properti harus menunjukkan sikap yang profesional dan bisa dipercaya oleh konsumen. Selain itu, dibutuhkan juga orang – orang yang berpengalaman serta bisa berkomunikasi dengan baik agar bisa meyakinkan para konsumen. Berikut beberapa hal lain yang diperlukan dalam marketing properti!

1. Komunikasi yang Baik dengan Konsumen

Dalam dunia marketing, komunikasi merupakan bagian yang penting dan utama. Salah satu cara untuk menjaga hubungan baik dengan konsumen adalah dengan menjaga komunikasi. Dalam hal ini, kami sarankan Anda mengawalinya dengan melakukan pendekatan dengan halus.

Kuncinya, jangan tergesa – gesa dalam menawarkan produk. Sebab, hal tersebut akan terkesan menjadi spam. Bukannya menarik minat konsumen, justru yang terjadi sebaliknya, yakni membuat konsumen tidak suka bekerja sama dengan Anda.

2. Memahami Produk Properti dengan Baik

Ketika sedang menawarkan sebuah produk, termasuk produk properti, wajib bagi Anda untuk bisa menjelaskan secara spesifik apa saja kelebihan dan kekurangan dari properti yang Anda tawarkan.

Hal yang harus Anda kuasai dengan baik adalah berkenaan dengan lokasi, fasilitas serta keuntungan yang bisa mereka (konsumen) dapatkan ketika membeli properti tersebut. Sebaliknya, jika Anda terlihat tidak memahami produk yang ditawarkan, maka konsumen cenderung tidak percaya dan kurang yakin dengan Anda.

Pahami produk dengan baik, sumber: jojonomic.com
Pahami produk dengan baik, sumber: jojonomic.com

3. Bisa Memenuhi Kebutuhan Konsumen

Melihat semakin banyaknya kecenderungan memiliki properti sendiri dari konsumen, tentu saja hal tersebut berbanding lurus dengan semakin bervariasinya kebutuhan konsumen. Untuk itu, dalam menawarkan produk, Anda perlu memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumen yang bisa Anda masukan pada properti tersebut. Selain itu, Anda juga melakukan targeting pasar agar konsumen yang Anda sasar menjadi jelas.

Istilah – Istilah dalam Marketing Properti

Marketing properti tidak berdiri sendiri, melainkan ada beberapa jenis pelaku marketing dengan tugas dan strategi yang berbeda – beda di bawahnya. Di antaranya adalah broker properti, sales, agen dan flipper.

1. Broker Properti

Broker properti merupakan seseorang yang bekerja sebagai pengawas para agen properti. Biasanya seorang broker sudah memiliki lisensi dalam dunia properti. Sehingga, akan terlihat lebih profesional dan berpengalaman.

2. Sales Properti

Sales properti merupakan ujung tombak dari pemasaran yang berhadapan langsung dengan konsumen. Peran satu ini sangat membutuhkan kemampuan komunikasi dan negosiasi yang tinggi. Selain itu, sales juga berperan langsung dalam menerapkan strategi di lapangan sesuai dengan yang sudah ditentukan.

3. Agen Properti

Secara umum, agen properti bertugas untuk mencari listing properti. Selain itu, agen juga berperan sebagai mediator yang akan menghubungkan pembeli atau investor dengan pemilik properti. Anda bisa menjadi agen properti di bawah naungan perusahaan atau bisa juga bekerja secara mandiri.

4. Flipper

Istilah satu ini mungkin terdengar sedikit asing bagi Anda. Flipper merupakan seseorang yang membeli properti dengan harga rendah kemudian dijual lagi dengan harga pasaran dalam waktu yang singkat. Umumnya, seorang flipper mempunyai jaringan yang luas sehingga bisa mendapatkan informasi mengenai properti murah.

Flipper dalam dunia properti, sumber: liputan6.com
Flipper dalam dunia properti, sumber: liputan6.com

Selain beberapa istilah di atas ini, sebenarnya masih banyak istilah lain dalam dunia properti yang mungkin masih asing dan perlu Anda ketahui. Untuk itu, pelajari lebih lanjut tentang istilah – istilah dalam dunia properti guna menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang dunia properti.

Tips dan Strategi Marketing Properti

Berikut ini kami berikan ulasan mengenai tips dan strategi yang bisa Anda aplikasikan dalam menjalankan marketing properti. Apa saja tips dan strategi tersebut? Simak ulasan lengkapnya ya!

1. Menggunakan Platform Pemasaran Online

Pada era digital seperti sekarang ini, semua pekerjaan hampir bisa dipermudah dengan teknologi dan jaringan online. Sama halnya dengan marketing. Salah satu strategi yang bisa Anda coba adalah dengan membentuk online marketing properti agar bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Media digital yang bisa Anda manfaatkan antara lain seperti, website bisnis, facebook, instagram dan lainnya.

2. Aktif dalam Acara Gathering Event

Umumnya, perusahaan developer sering mengadakan gathering yang dihadiri oleh orang – orang yang tertarik pada dunia properti. Tips kedua adalah, Anda bisa memanfaatkan moment tersebut untuk melakukan penawaran produk properti yang Anda miliki.

3. Rajin Menghadiri Social Event

Social event biasanya akan melibatkan banyak orang. Untuk itu, Anda harus rajin mencari informasi mengenai acara – acara sosial komunitas properti. Setelah tergabung dengan acara tersebut, Anda bisa bertemu dengan banyak orang yang berpotensi menjadi konsumen untuk menawarkan properti secara langsung.

Demikianlah ulasan mengenai marketing properti dan serba – serba di dalamnya. bekerja dalam bidang marketing memang tidak mudah, diperlukan berbagai tips dan strategi tertentu untuk bisa sukses mencapai target yang ditentukan. Baca juga artikel dengan judul sales funnel, apa pentingnya untuk bisnis properti berikut ini untuk menambah wawasan Anda.

Sales funnel merupakan strategi penjualan yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Dengan menerapkan strategi satu ini dalam sistem pemasaran, Anda bisa meningkatkan potensi penjualan dengan lebih maksimal.

Lebih dari itu, tujuan sales funnel juga bisa membantu Anda untuk memahami operasional bisnis dengan optimal. Pada segmen tulisan kali ini, kami akan memberikan paparan mengenai sales funnel dan bagaimana cara untuk menerapkannya. Simak penjelasannya di bawah ini!

Mengenal Sales Funnel

Apabila Anda berkecimpung dalam dunia kontraktor bangunan atau sales, tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah satu ini. Bahasan mengenai sales funnel ini merupakan salah satu aspek yang wajib Anda dalami ketika hendak terjun dalam dunia bisnis.

Sales funnel secara umum adalah saluran penjualan yang dilalui pelanggan ketika akan membeli suatu produk. Ini adalah strategi untuk mengarahkan pembeli tahap demi tahapnya agar tertarik dengan barang yang Anda tawarkan. Mulai dari sekedar melihat promo sampai terjadinya pembelian.

Secara tradisional, kebanyakan orang biasanya akan membeli barang yang dibutuhkan dengan mendatangi langsung toko dan langsung berkomunikasi dengan si penjual yang bersangkutan. Untuk sekarang ini, tahapan penjualan sudah menjadi lebih luas.

Konsumen tidak hanya membeli sebuah produk pada toko Anda secara langsung, akan tetapi, bisa melalui website, aplikasi, media sosial atau berbagai jenis platform lainnya tanpa harus bertatap muka dengan penjual. Sehingga, konsumen akan cenderung memilih barang sesuai iklan yang ditawarkan.

Sales funnel untuk bisnis, sumber: bisniz.id
Sales funnel untuk bisnis, sumber: bisniz.id

Jika mereka tertarik, maka konsumen akan melihat lebih detil informasi mengenai produk Anda, atau langsung menghubungi bagian customer service nya. Setelah terjadi kesepakatan, barulah kemudian terjadi pembelian. Seluruh perjalanan inilah yang dimaksud dengan tahapan sales funnel.

Mengapa Sales Funnel Penting untuk Bisnis?

Pada dasarnya, tujuan dari sales funnel adalah untuk membantu menggambarkan jalur yang diambil calon pelanggan. Dengan mengetahui hal ini, Anda bisa dengan mudah menemukan kekurangan dari setiap tahapan yang perlu dikembangkan atau di evaluasi kembali.

Jika Anda tidak mengetahui apa itu sales funnel dan bagaimana cara kerjanya dalam bisnis, Anda tentu akan sulit mengoptimalkan penjualan. Pasalnya, dengan membangun strategi sales funnel yang baik, Anda bisa memengaruhi cara pengunjung bergerak melalui tahapan – tahapan tersebut.

1. Tahapan Sales Funnel

Setelah mengetahui pengertian dan tujuan sales funnel, selanjutnya adalah mengetahui tahapan – tahapan dari sales funnel. Umumnya, terdapat 5 tahapan sales funnel. Apa saja? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

2. Awareness atau Kesadaran

Tahap pertama yang dilakukan adalah kesadaran (awareness) konsumen akan kebutuhannya. Dalam konteks ini, konsumen akan mengatasinya dengan melihat iklan, mengunjungi website, sampai mencari informasi lain melalui berbagai platform, semisal media sosial dan pencarian google. Oleh sebab itu, Anda harus memberikan kesan pertama (chemistry) dari pengenalan produk yang baik dan menarik kepada konsumen.

3. Interest atau Ketertarikan

Tahapan kedua dari sales funnel adalah interest, yaitu momen ketika konsumen mulai merasa tertarik. Biasanya, mereka akan melakukan riset seperti meninjau produk, membandingkan harga atau mempertimbangkan opsi yang ada. Saat menunjukkan minatnya, konsumen akan cenderung mengajukan beberapa pertanyaan mengai produk.

Ilustrasi interest dari konsumen, sumber: treasuryandrisk.com
Ilustrasi interest dari konsumen, sumber: treasuryandrisk.com

4. Decision Atau Keputusan

Salah satu tahapan penting dalam sales funnel adalah momen ketika konsumen menentukan akan membeli atau tidak. setelah semua informasi yang dibutuhkan telah terpenuhi, konsumen kemudian mempertimbangkan untuk melakukan pembelian. Konsumen juga akan memperhatikan kekurangan dan kelebihan dari setiap produk sejenis yang ada.

5. Action atau Tindakan

Tahap selanjutnya adalah tindakan serius dari konsumen untuk membeli produk atau layanan yang Anda tawarkan. Pada tahap ini, konsumen telah melakukan pertimbangan matang mengenai pilihannya. Artinya, konsumen sudah siap membeli produk Anda.

6. Pembelian

Tahapan paling inti dari sales funnel ini adalah terjadinya pembelian. Saat konsumen sudah membeli produk Anda, itu artinya mereka telah masuk pada tahap terakhir. Akan tetapi, bukan berarti tahapannya berhenti sampai di sini saja.

Anda juga harus mempertahankan pembelian atau retensi dari konsumen tersebut agar mau melakukan pembelian kembali atau repeat order hingga menjadi langganan. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan pelayanan yang menyenangkan dan memuaskan pada setiak konsumen.

Strategi Membangun Sales Funnel dengan Baik

Setelah mengetahui apa itu sales funnel dan beberapa tahapannya, berikut ini kami memberikan strategi menerapkan tahapan penjualan tersebut dengan baik dan tepat. Di bawah ini beberapa tips yang bisa Anda jadikan acuan.

1. Analisis Perilaku Konsumen

Tips pertama yang harus Anda lakukan saat membangun hal ini pada bisnis properti adalah memahami target pelanggan sebaik mungkin. Sebab, semakin banyak Anda mengetahui konsumen, maka akan semakin efektif pula strategi bisnis yang bisa Anda adopsi.

Jadi, pastikan Anda sudah meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen dan mengetahui orang-orang mana sajakah yang cocok dengan produk Anda. Hal tersebut berguna untuk memberikan ketepatan layanan penjualan.

Pahami perilaku konsumen, sumber: geometry.id
Pahami perilaku konsumen, sumber: geometry.id

2. Menarik Perhatian Konsumen

Tips penting kedua adalah memikat perhatian konsumen, baik melalui konten media sosial, infografis, video, website dan lain sebagainya. Anda tentu saja bisa memanfaatkan berbagai platform e-commerce untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi. Anda juga bisa kombinasikan hal tersebut dengan membuat iklan yang menarik dan unik sebagai tambahan alternatif.

3. Buat Landing Page

Setelah mendapatkan perhatian konsumen, Anda perlu membawa calon konsumen ke suatu tempat. Oleh karenanya, cobalah membuat sebuah landing page sebagai pusat jual beli yang terintegrasi dalam menyediakan semua informasi mengenai produk yang Anda tawarkan.

Pada tahapan ini, Anda sebaiknya fokus pada kualitas layanan penjualan, seperti menyediakan pengetahuan atau juga informasi detil produk. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan penyedia jasa landing page yang ada dipasaran.

4. Buat Kampanye Email Marketing

Selain memanfaatkan landing page, Anda juga bisa membuat sebuah kampanye email marketing dengan mengirim berbagai konten edukatif seputar produk yang konsumen butuhkan. Tujuan dari hal ini adalah untuk menawarkan sebuah solusi dari semua masalah konsumen. Hal tersebut dilakukan lebih pada memberikan pengalaman pada konsumen, bukan penjualan secara langsung.

5. Tetap Terhubung

Tips terakhir yang bisa Anda lakukan adalah dengan tetap menjangkau konsumen yang sudah ada. Namun demikian, anda tetap harus memberikan apresiasi pada konsumen lain, seperti memberikan ucapan selamat, terimakasih, menawarkan promo dan interaksi baik lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai apa itu sales funnel, tahapan dan cara menerapkannya dalam bisnis. Intinya adalah hal ini merupakan strategi yang sangat penting untuk memberikan pengalaman pada konsumen menyenangkan sampai meningkatkan potensi penjualan.

Anda juga kami rekomendasikan untuk membaca tulisan kami yang membahas tentang broker properti, apa bedanya dengan agen dan sales berikut ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Jual Beli Rumah – Jual beli merupakan interaksi ekonomi antara manusia satu dengan manusia lainnya yang usianya setua peradaban manusia. Sejak manusia mempunyai kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi sendiri, manusia melakukan kegiatan transaksi atau biasa disebut jual beli.

Agar proses jual beli tersebut tertata dan tidak menciptakan konflik dan masalah, maka terciptalah aturan kegiatan jual beli, baik dalam sudut pandang sosial masyarakat yang sifatnya konstitusional maupun dari sudut pandang agama yang sifatnya teologis. Seperti hukum jual beli dalam islam.

Apa itu Jual Beli Rumah dalam Islam?

Ketentuan hukum syariah dalam islam tentang jual beli rumah, pakaian olahraga dan jual beli lainya sering disebut dengan hukum muamalah. Ketentuan hukum syariah ini pada awalnya diterapkan untuk menjaga hak-hak setiap pihak yang terlibat dalam transaksi jual beli tersebut.

Bahkan sampai sekarang ini, dengan perkembangan yang begitu pesat, hukum islam berkenaan dengan muamalah ini masih digunakan dan ideal harus tetap digunakan. Jual beli dalam islam, termasuk jual beli rumah bisa ditafsirkan dalam dua cara.

Secara bahasa jual beli berasal dari kata al-ba’yu yang memiliki arti mengambil atau memberikan harta atau aktivitas tukar menukar. Sedangkan secara secara istilah al-ba’yu merupakan derivasi dari kata al-bara yang berarti depa.

Ilustrasi jual beli rumah, sumber: landx.id
Ilustrasi jual beli rumah, sumber: landx.id

Istilah ini tercipta karena dulu orang Arab biasa mengulurkan depa saat melakukan jual beli dan diiringi dengan saling menepukan tangan sebagai bukti bahwa akad jual beli tersebut sudah disepakati dan sah.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa kegiatan jual beli bisa dikatakan sah apabila penjual dan pembeli sudah bersepakat, di samping harus memenuhi juga syarat dan rukun lainnya.

Jika Anda mendalami hukum jual beli dalam islam yang merujuk pada sumber hukum islam, maka bisa disimpulkan bahwa aktivitas perdagangan adalah kegiatan yang halal dilakukan.

Hal tersebut dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat ke 275, Allah SWT berfirman yang artinya: “ ….Allah telah menghalalkan jual beli dan telah mengharamkan riba atau bunga”. Pada ayat tersebut bukan hanya menjelaskan kebolehan hukum jual beli, tapi juga mengharamkan setiap aktivitas riba.

Selain itu, Anda juga bisa merujuk pada sumber hukum islam lain, seperti sabda Rasulullah SAW yang artinya:

“Emas ditukar dengan emas, perak dengan perak, gandung dengan gandung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, sama beratnya dan langsung diserah terimakan. Apabila berlainan jenis, maka juallah sesuka kalian, namun secara kontan”. (HR. Muslim no. 2970)

Secara umum, jual beli dalam islam diperbolehkan oleh syariah. Namun demikian, Anda harus memenuhi semua syarat dan rukun yang ada. Di bawah ini kami jelaskan juga syarat dan rukunnya untuk Anda.

Ketahui barang ribawi, sumber: islam.nu.or.id
Ketahui barang ribawi, sumber: islam.nu.or.id

Syarat Jual Beli Rumah dalam Islam

Supaya jual beli rumah yang terjadi dianggap sah secara syariah, berikut ini adalah beberapa syarat jual beli dalam islam yang wajib untuk dipenuhi oleh kedua belah pihak (penjual dan pembeli) yang bertransaksi.

Pertama,penjual dan pembeli melakukan transaksi dengan sadar dan ridho. Artinya, tidak ada paksaan atau ancaman kepada salah satu pihak untuk melakukan transaksi.

Kedua, pihak yang bersangkutan (penjual dan pembeli) harus sudah dewasa, cakap dan dalam kondisi sadar saat melakukan transaksi. Artinya tidak ada unsur penipuan, pengelabuan terhadap salah satu pihak karena sedang tidak sadar atau masih anak-anak.

Ketiga, adanya akad atau kesepakatan jual beli antara kedua pihak. Artinya, transaksi itu diikrarkan sehingga kedua pihak sama-sama sadar bahwa mereka melakukan jual beli dan saling mengetahuinya.

Keempat, barang yang diperjual belikan adalah dimiliki sepenuhnya oleh penjual. Artinya barang itu bukan barang curian, pinjaman atau barang yang hanya dikuasai oleh pemiliknya. Dengan kata lain, penjual memang adalah pihak yang berhak atas barang tersebut.

Kelima, obyek yang diperjualbelikan bukanlah barang yang terlarang atau haram. Artinya, obyek tersebut adalah barang bermanfaat, tidak menimbulkan musibah atau dilarang oleh Negara terlebih oleh agama.

Keenam, harga jual beli tersebut harus jelas dengan asas transparansi. Selain tanpa paksaan, transaksi jual beli dalam islam juga harus mengedepankan kejujuran. Sehingga, kedua belah pihak saling tahu berapa nilai transaksi yang terjadi.

Rukun Jual Beli Rumah dalam Islam

Selain beberapa syarat di atas, ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar jual beli itu sah adalah rukun jual beli dalam islam. Apa saja rukun tersebut? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

1. Pihak yang Bertransaksi

Dalam transaksi jual beli rumah, dua pihak yang tersangkutan, yakni penjual atau kontraktor dan pembeli harus ada atau hadir. Sehingga, apabila salah satu dari keduanya tidak ada, maka jual beli tersebut tidak bisa terpenuhi.

Transaksi oleh dua pihak, sumber: marketeers.com
Transaksi oleh dua pihak, sumber: marketeers.com

2. Rumah atau Objek Jual Beli

Jual beli merupakan aktivitas tukar menukar barang atau jasa. Maka, ketika jual beli rumah atau barang dan jasa lainnya terjadi, barang yang diperjualbelikan tersebut harus ada dan bisa dipahami oleh kedua pihak.

3. Harga yang Disepakati

Apabila sudah ada penjual, pembeli dan barang yang mereka transaksikan, maka harus ada kesepakatan harga. Harga tersebut, harus transparan dan diketahui oleh kedua pihak. Apabila ada pihak yang tidak sepakat dengan harga, maka jual beli tersebut tidak akan pernah terjadi.

4. Akad atau Serah Terima Barang

Serah terima ini menunjukkan bahwa penjual dan pembeli sudah selesai dengan tiga rukun di atas. Artinya, penjual sudah mau melepas barangnya dan pembeli mau membayar dengan harga yang ditawarkan.

Itulah ulasan menarik mengenai jual beli rumah dalam islam, apa rukun dan syarat yang mesti diketahui oleh seorang muslim. Untuk menambah wawasan Anda, kami rekomendasikan untuk membaca tulisan dengan judul, kredit pemilikan rumah, apa hukumnya dalam syariah islam berikut ini!

Tinggal dihunian pribadi merupakan impian setiap orang. Bukan saja rumah, apartemen pun kini mulai menyita perhatian banyak orang, terkhususnya di kota metropolitan. Namun, jika Anda belum mengetahui tips membeli apartemen yang benar, hal tersebut bisa berisiko salah dalam memilih.

Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan dan memperhitungkan beberapa hal di bawah ini sebagai tips dalam membeli apartemen agar mendapatkan hasil yang sesuai dan tidak mengecewakan. Simak ulasan lengkapnya sampai selesai!

Tips Membeli Apartemen

Ada beberapa tips yang bisa Anda jadikan sebagai patokan dalam proses membeli apartemen. Apa saja tips tersebut? di bawah ini adalah diantara tipsnya:

1. Sesuaikan dengan Biaya

Tips membeli apartemen yang pertama untuk pemula adalah dengan mempertimbangkan harga yang ditawarkan oleh broker properti. Artinya, Anda harus menyesuaikan harga yang ditawarkan dengan kemampuan finansial Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengecek perbandingan harga apartemen dengan melihat fasilitas yang ditawarkan, biaya perawatan gedung sampai tagihan regular apartemen lain yang perlu Anda lunasi selama tinggal di apartemen tersebut.

2. Pilih Lokasi yang Tepat

Tips membeli apartemen selanjutnya yang sangat penting untuk diperhatikan adalah berkaitan dengan memilih lokasi apartemen yang tepat atau strategis. Indikator strategisnya antara lain, lokasinya dekat dengan kantor tempat Anda kerja, dekat dengan akses publik dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa memberikan efisiensi dan efektifitas pada Anda dari segi waktu dan biaya transportasi.

Ilustrasi apartemen dengan lokasi yang strategis, sumber: therumahproperty.com
Ilustrasi apartemen dengan lokasi yang strategis, sumber: therumahproperty.com

3. Sesuaikan Tipe Apartemen dengan Kebutuhan Anda

Tipe apartemen sebaiknya dipilih dengan menyesuaikan dengan kondisi Anda. Orang yang sudah menikah dengan yang masih sendiri tentu kebutuhannya berbeda bukan? Berkaca pada kebutuhan tersebut, maka Anda bisa memilih tipe apartemen yang tepat.

Artinya, tipe yang Anda pilih, mulai dari fasilitas dan harga, harus disesuaikan dengan kebutuhan bersama keluarga besar atau untuk sendiri. Contoh fasilitas yang bisa Anda sesuaikan adalah seperti studio, bedroom, berikut harganya.

4. Riset pada Beberapa Apartemen

Sama halnya saat Anda memutuskan membeli berbagai benda lain, seperti memilih barang pada bisnis produk kecantikan, Anda tentunya akan melakukan riset atau mencari informasi seputar properti tersebut sebelumnya. Tips membeli apartemen ini penting untuk diperhatikan, sebab properti tersebut nantinya akan menjadi investasi jangka panjang. Jadi harus direncanakan dengan sangat matang.

Untuk mendapatkan informasi seputar apartemen, Anda bisa mendatangi langsung lokasi unit apartemen atau dengan mencari informasi melalui media sosial resminya. Namun, kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan cara yang pertama, karena Anda bisa melihat langsung kondisi apartemen secara real time.

Dengan mendatangi langsung, Anda bisa memantau beberapa faktor penting apartemen, baik isinya maupun lingkungan sekitarnya. Seperti fasilitas apartemen, developer dan berbagai promo menarik lainnya pada bagian penjualan apartemen.

Namun, jika Anda tidak bisa mendatangi lokasi marketing office apartemen, terlebih di era pandemi seperti sekarang ini, Anda bisa saja melakukan riset melalui platform online yang tersedia. Anda juga bisa menghubungi tim marketing apartemen via telepon.

Lakukan riset pada apartemen sebelum membelinya, sumber: finance.detik.com
Lakukan riset pada apartemen sebelum membelinya, sumber: finance.detik.com

5. Fasilitas Pendukung yang Disediakan

Pastikan Anda mengetahui apakah apartemen yang Anda tuju memberikan fasilitas pendukung lain. Sehingga, Anda bisa membandingkan hal tersebut dengan harga ditawarkan, apakah wajar atau tidak. Untuk itu, tips selanjutnya adalah memastikan berbagai fasilitas pendukung apartemen yang disediakan.

Selain itu, hal yang juga penting adalah memastikan fasilitas yang ada masih dalam keadaan normal atau masih baik, aman dan nyaman untuk difungsikan. Anda juga bisa mengecek apakah ada fasilitas lain, seperti supermarket, minimarket, sarana olahraga, sarana bermain anak bahkan bank.

6. Akses Transportasi

Perhatian Anda selanjutnya harus ditujukan pada akses transpotasi apa yang ditepat untuk pergi ke kantor, sekolah, kampus, hingga pusat belanja terdekat. Hindari apartemen yang terlalu jauh dari lokasi Anda beraktivitas sehari-hari serta akses publik krusial lain seperti rumah sakit.

Selain akses transportasi, Anda juga tidak boleh mengabaikan ketersediaan lahan parkir pada apartemen yang hendak Anda beli tersebut. Hal ini tentu akan sangat dibutuhkan, apalagi jika Anda menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas setiap harinya.

Jadi, pastikan Anda memilih apartemen dengan lahan parkir yang luas, nyaman, aman serta biaya bulanan yang berjangkau. Apabila tidak begitu, Anda pada akhirnya akan kerepotan saat beraktivitas selama menghuni apartemen tersebut.

7. Kelengkapan Administrasi

Selain kelengkapan fasilitas, Anda juga perlu mengetahui kelengkapan administrasi dari apartemen yang hendak Anda beli. Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan biaya tambahan terkait administrasi tersebut.

Biaya administrasi yang kami maksud antara lain seperti biaya administrasi bank, biaya pajak pertambahan nilai, biaya perikatan perjanjian jual beli, biaya notaris, biaya perolehan hak atas tanah dan bangunan, biaya pemasaran serta biaya perawatan.

8. Gunakan Bantuan Agen Properti

Mengurus semua halnya sendiri pastinya akan sangat melelahkan. Terlebih lagi jika Anda perlu membangi waktu untuk bekerja sekaligus mengurus keluarga. Untuk itu, Anda bisa menggunakan bantuan dari agen properti terpercaya.

Agen properti tersebut tentunya sudah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan. Mereka juga akan menginformasikan pada Anda apabila ada promosi atau penawaran menarik. Tentunya hal ini akan sangat membantu Anda.

Tips membeli apartemen selanjutnya adalah memanfaatkan agen properti, sumber: maxmanroe.com
Manfaatkan agen properti, sumber: maxmanroe.com

9. Pilih Cara Pembayaran

Jika Anda sudah mantap dengan beberapa hal di atas, langkah selanjutnya yang perlu Anda perhatikan dan didiskusikan dengan keluarga adalah berkenaan dengan metode atau cara pembayarannya. Biasanya, ada dua metode yang bisa Anda gunakan, yakni cash keras dan tunai bertahap.

Cash Keras

Cara pembayaran satu ini sangat cocok untuk Anda yang mempunyai budget besar. cash keras adalah sistem pembayaran secara tunai yang harus dilunasi dalam waktu paling lambat satu bulan sejak terjadinya kesepakatan antara pengembang dengan pembeli.

Tunai Bertahap

Cara pembayaran satu ini sangat direkomendasikan, apabila Anda sanggup menyicil apartemen dalam jumlah besar dengan tempo waktu yang terbatas. Umumnya, banyak orang yang memanfaatkan model pembayaran satu ini, karena banyak memberikan keuntungan. Namun pastikan, di dalamnya tidak terdapat potensi terjadinya riba yang sob!

Itulah beberapa tips dalam membeli apartemen bagi para pemula. Mempersiapkan diri sebelum membeli sesuatu adalah hal yang baik. Sehingga, jika ada kesempatan untuk mendapatkannya, Anda bisa memperoleh yang kualitasnya sesuai.

Karena banyak orang yang menggunakan cara kredit pemilikan dalam mendapatkan hunian, baik itu rumah ataupun apartemen, kami rekomendasikan pada Anda untuk membaca artikel kami dengan judul, kredit pemilikan rumah, apa hukumnya dalam syariah islam berikut ini. Selamat membaca!

Apartemen merupakan salah satu jenis investasi properti yang mempunyai prospek yang cerah. Mengingat harga dari apartemen yang mahal, sehingga hanya sedikit orang yang bisa membelinya secara tunai. Dengan kondisi tersebut, kredit pemilikan rumah merupakan langkah yang bisa menjadi solusi bagi Anda.

Kredit pemilikan rumah sama saja dengan kredit pemilikan apartemen. Program satu ini adalah solusi bagi siapa saja yang ingin membeli rumah atau apartemen secara kredit. Apabila Anda tertarik untuk mengikuti program ini dan ingin tahu info lebih lengkapnya. Simak tulisan ini sampai selesai.

Apa itu Kredit Pemilikan Rumah?

Kredit pemilikan rumah (termasuk apartemen) merupakan suatu program pembelian properti dengan sistem kredit. Fasilitas satu ini diberikan kepada para nasabah yang ingin membeli rumah dengan cara mencicil. Sehingga, nasabah tidak perlu menyiapkan dana besar untuk memilikinya.

Para pemilik apartemen pada umumnya membeli dengan cara ini, kemudian menyewakannya pada pihak lain. Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan keuntungan setiap bulan atau setiap tahunnya.

Apabila di kawasan di mana apartemen itu berdiri sudah berkembang, biasanya harganya akan melonjak. Di saat seperti inilah, Anda bisa menjualnya sehingga mendapatkan keuntungan dari capital gain atau selisih harga jual dan harga perolehan.

Kenali apa itu kredit pemilikan rumah, sumber: suara.com
Kenali apa itu kredit pemilikan rumah, sumber: suara.com

Kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen adalah program yang diberikan oleh lembaga tertentu kepada pihak tertentu yang ingin segera memiliki hunian. Biasanya antara nasabah dengan bank. Keduanya sama-sama dijalankan dengan sistem kredit, dengan objek yang berbeda. Yakni apartemen dengan rumah.

Lalu yang manakah yang lebih bagus untuk Anda pilih? Pertanyaan ini tentu saja ingin menentukan mana yang lebih baik antara rumah dan apartemen. Yang mana dari keduanya, yang bisa memenuhi kebutuhan properti Anda. Pada aspek syarat dan proses pengajuan, relatif tidak ada perbedaan yang mencolok.

Keuntungan Kredit Pemilikan Rumah

Selain bisa mendapatkan tempat hunian dengan cepat, rumah atau apartemen, Anda juga akan memperoleh beberapa keuntungan lain dengan program satu ini. Apa saja? Simak uraian lengkapnya di bawah ini!

1. Tidak Perlu Mengeluarkan Biaya Besar

Keuntungan menggunakan kredit pemilikan rumah adalah, Anda bisa membeli rumah atau apartemen dengan memberikan uang muka. Besaran uang ini mengikuti aturan dari lembaga terkait. Jika menggunakan lembaga keuangan seperti bank Indonesia, maka dengan Loan to Value (LTV).

Besaran dari LTV ini biasanya berkisar antara 70 sampai 90 persen. Sehingga, apabila Anda ingin membeli rumah, Anda harus menyiapkan uang muka antara 10-30 persen dari harga apartemen. Sisanya, akan dibiayai oleh pihak bank. Nasabah tinggal mencicil kekurangannya ke bank.

Dengan alur kredit ini, maka nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal. Anda bisa memiliki apartemen atau rumah tanpa terbebani secara finansial atau menyediakan dana besar di awal. Sehingga, bisa memanfaatkannya untuk kepentingan yang lebih produktif.

Biaya awal tidak terlalu banyak, sumber: duniafintech.com
Biaya awal tidak terlalu banyak, sumber: duniafintech.com

2. Legalitas dan Asuransi Rumah

Di sisi lain, untungnya kredit pemilikan rumah adalah, bank sebagai penyedia akan ikut membantu nasabah dalam memeriksa legalitas dari rumah atau apartemen tersebut. Sebagai penyedia dana, bank juga ikut membantu agar nasabahnya tidak tertipu atau properti bodong.

Apabila dibandingkan dengan membeli properti secara kontan, dengan kredit pemilikan ini, Anda bisa mendapatkan perlindungan asuransi. Perlindungan ini berupa asuransi jiwa maupun asuransi properti.

3. Sebagai Sarana Investasi

Dari sisi investasi, keuntungan yang bisa Anda dapatkan adalah, Anda bisa menyewakan unit apartemen atau rumah tersebut sehingga bisa menghasilkan pendapatan pasif. Apabila aset properti ini bisa memberikan pendapatan, maka hasilnya bisa menutup beban cicilan bulanan Anda.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan material yang benar-benar berkualitas sebagai bahan berbagai elemen di dalamnya. Misalnya untuk pembuatan railing tangga, Anda bisa memanfaatkan material unggulan berupa baja ringan atau material rekomendasi lainnya.

Di samping itu semua, sebenarnya ada bahasan yang lebih penting untuk Anda ketahui, yakni berkenaan dengan kebolehan atau ketidakbolehan dari menggunakan program kredit pemilikan rumah. Khususnya bagi seorang muslim. Untuk itu simak hukum kredit pemilikan rumah berikut ini.

Hukum Kredit Pemilikan Rumah

Mekanisme umum pada program kredit pemilikan rumah antara lain: pertama nasabah atau pembeli membayar DP kepada developer misalnya 20% dari harga rumah, setelah pembeli memenuhi syarat-syarat administratif (KTP, KK, slip gaji dll).

Kedua, nasabah mengajukan kredit pinjaman senilai 80% dari harga rumah kepada bank atau lembaga pembiayaan. Dan terakhir, nasabah melunasi pinjaman tersebut kepada bank secara angsuran disertai bunga.

Nasabah menjadikan rumah yang dibeli sebagai agunan atau jaminan. Apabila nasabah melakukan wan prestasi atau cedera janji, seperti terlambat membayar angsuran, maka bank akan mengenakan denda.

Ketahuilah hukumnya sebelum menggunakan KPR, sumber: fabelia.com
Ketahuilah hukumnya sebelum menggunakan KPR, sumber: fabelia.com

Dari fakta di atas, maka kredit pemilikan rumah hukumnya haram menurut syariah islam. Ada tiga alasan. Pertama, karena dalam kredit pemilikan rumah terjadi riba dalam muamalah antara nasabah dengan pihak bank.

Riba tersebut berupa bunga atas pokok utang yang dipungut oleh bank dari nasabah. Para ulama telah sepakat, bahwa setiap tambahan yang disyaratkan dalam akad utang (dain) adalah riba yang hukumnya haram.

Misalnya, Iman Ibnul Mundzir berkata: “Mereka (para ulama) telah sepakat bahwa pemberi pinjaman jika disyaratkan kepada penerima pinjaman sepersepuluh dari nilai pinjaman sebagai hadiah atau tambahan, lalu dia memberi pinjaman dengan ketentuan tersebut, maka pengambilan tambahan atas pinjaman itu adalah riba.” (Ibnul Mundzir, Al-Ijma’ hlm. 109)

Kedua, karena dalam program kredit pemilikan rumah nasabah menjadikan barang yang dibeli (rumah) sebagai jaminan (rahn). Menjaminkan barang objek jual beli (rahn al mabii’) secara syariah tidak dibolehkan. Ini merupakan pendapatnya Imam Syafi’I yang dikuti oleh Imam Ibnu Qudamah sebagai berikut:

“Apabila dua orang berjual beli dengan syarat menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan atas harganya, maka jula belinya tidak sah. Ini dikatakan oleh Ibnu Hamid dan juga pendapat Syafi’I. Sebab barang yang dibeli ketika disyaratkan menjadi jaminan (rahn), berarti barang itu belum menjadi milik pembeli.” (Ibnu Qudamah, Al Mughni Juz 4 hlm 285, Kitab Ar Rahn).

Imam Ibnu Hajar Al Haitami berkata: “Tidak sah jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli.” (Ibnu Hajar Al Haitami, Al Fatawa al Fiqhiyag al Kubra, Juz 2, halaman 279).

Imam Ibnu Hazm berkata: “Tidak boleh menjual suatu barang dengan syarat menjadikan barang itu sendiri sebagai jaminan atas harganya. Jika jual beli sudah terlanjur terjadi, harus dibatalkan (al fasakh)” (Ibnu Hazm, Al Muhalla, Juz 3, hlm 417, masalah 1228).

KPR yang mengandung riba haram hukumnya secara syariah, sumber: intiland.com
KPR yang mengandung riba haram hukumnya secara syariah, sumber: intiland.com

Ketiga, karena dalam kredit pemilikan rumah biasanya ada denda dari pihak bank jika nasabah melakukan wan prestasi atau cedera janji terhadap perjanjian kredit. Misalnya denda kepada nasabah yang menunggak pembayaran angsuran per bulan atau denda kepada nasabah yang melunasi sisa angsuran lebih awal dari waktu yang seharusnya.

Kedua jenis denda tersebut hakikatnya adalah riba yang diharamkan dalam islam, karena ia merupakan tambahan yang disyaratkan atas pokok utang. (Prof. Dr. Ali Muhammad Al Husain Ash Showa, Al Syarath Al Jaza’iy fi Al Duyuun: Dirasah Fiqhiyyaah Muqaranah, hlm 23-25).

Kesimpulannya, kredit pemilikan rumah, meskipun mendatangkan beberapa keuntungan bagi Anda, hukumnya haram dalam syariah islam. Pihak yang melakukan keharaman ini adalah nasabah dan bank yang secara langsung terlibat dalam riba. Pihak developer atau jasa kontraktor, meskipun secara tidak langsung, namun turut berdosa karena menjadi perantara bagi terjadinya riba.

Kaidah Fiqih dalam masalah ini menyebutkan: “Al wasiilah ilal haram haram. “setiap wasilah (perantaraan) kepada yang haram, maka hukumnya hara juga”. Maka solusi syariah dalam hal ini adalah melakukan akad jual beli secara angsuran (bai’ bi at taqsiith) antara developer dengan pembeli untuk rumah siap huni.

Apabila rumahnya belum siap huni atau masih perlu dibangun dulu, dapat menggunakan akad bai’ al istishna’, yaitu jual beli dengan pembuatan barang. Kedua akad tersebut haruslah tanpa melibatkan orang ketiga (bank atau lembaga pembiayaan) dan boleh ada jaminan asalkan bukan rumah objek jual beli tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai kredit pemilikan rumah, apa keuntungan yang bisa Anda dapatkan serta bagaimana islam memandang mekanismenya dari sisi hukumnya. Kami juga rekomendasikan Anda untuk membaca tulisan berjudul broker properti, apa bedanya dengan agen dan sales berikut ini!

Sekarang ini sudah banyak orang lebih memilih apartemen dari pada menghuni rumah. Baik sebagai tempat tinggal atau sekedar untuk investasi masa depan. Namun, beli apartemen atau rumah, mana yang lebih baik dan menguntungkan? Jawabannya, bergantung tujuan Anda untuk membelinya, di samping keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

Apartemen dan rumah merupakan jenis investasi jangka panjang yang sangat prospek bagi Anda. sebelum Anda memutuskan untuk beli apartemen atau rumah, tidak ada salahnya untuk menyimak ulasan singkat berkenaan dengan kelebihan dan kekurangan dari keduanya.

Perbedaan Apartemen dan Rumah

Apabila dilihat dari pendekatan fungsional, maka kedua jenis properti ini mempunyai fungsi yang sama, yakni sebagai tempat hunian. Namun, setiap orang, termasuk Anda pastinya memiliki karakter yang berbeda. Terkadang orang lebih nyaman tinggal di apartemen begitu juga sebaliknya.

Pada umumnya, apartemen merupakan salah satu tempat tinggal yang berupa bangunan tinggi atau gedung. Gedung ini berisi banyak unik ruangan yang di dalamnya terdapat berbagai fasilitas layaknya rumah, seperti kamar tidur, dapur, ruang tamu, kamar mandi dan beberapa ruangan lainnya.

Semua ruangan pada apartemen ditata secara berderet dan mempunyai nomor masing-masing. Layout yang berderet dan pemberian nomor tersebut berfungsi sebagai media pembeda antara pemilik yang satu dengan pemilik lainnya.

Pilih beli rumah atau apartemen, sumber: jawapos.com
Pilih beli rumah atau apartemen, sumber: jawapos.com

Sedangkan rumah merupakan sebuah bangunan yang dirancang sedemikian rupa untuk kenyamanan semua isi rumah di dalamnya. Elemen pembangunan rumah lebih kompleks karena membutuhkan pondasi, atap, lahan yang luas serta beberapa jenis konstruksi bangunan tambahan lainnya.

Berbeda dengan apartemen yang lebih cenderung hanya memiliki satu ruangan besar saja, rumah justru sebaliknya. Sebab rumah adalah sebuah bangunan yang sengaja didesain agar penghuni di dalamnya memiliki ruang gerak yang lebih leluasa. Rumah biasanya dilengkapi dengan teras dan juga space untuk halaman pribadi.

Kelebihan dan Kekurangan Beli Apartemen atau Rumah

Untuk mengetahui spesifikasi lebih dalam, di bawah ini kami juga paparkan beberapa poin sebagai keuntungan dan kerugian yang akan Anda dapatkan ketika membeli apartemen atau rumah. Simak uraiannya sampai selesai!

1. Hak Milik

Jika Anda membeli unit apartemen, Anda akan diberikan Sertifikat Hal Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Dengan memiliki sertifikat ini, Anda akan diberikan hal kepemilikan atas satu unit saja, tetapi tidak termasuk fasilitas lainnya.

Sedangkan apabila Anda membeli rumah, maka Anda akan diberikan Sertifikat Hal Milik (SHM) di mana hal tersebut akan memberikan Anda hal penuh atas bangunan rumah tersebut. Mulai kepemilikan tanah sampai bangunan.

2. Geografi

Apabila Anda menginginkan tempat tingal yang berlokasi di daerah yang sepi dan jauh dari bising perkotaan, maka pilihan yang paling cocok adalah rumah. Umumnya, rumah atau perumahan lebih sering terletak jauh dari jalan raya dan perkotaan, khususnya di kota-kota besar. Lebihnya, Anda mendapatkan suasana yang damai, namun cenderung jauh dari tempat Anda bekerja.

Perhatikan lokasi properti, sumber: saumata.com
Perhatikan lokasi properti, sumber: saumata.com

Sedangkan, apartemen umumnya berlokasi di tengah kota dan lebih strategis. Keberadaan apartemen ditengah kota membuat Anda lebih mudah untuk menjangkau berbagai akses memenuhi kebutuhan dikota seperti berbelanja, bekerja serta mengunjungi tempat hiburan.

3. Fasilitas Penunjang

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, kekuasaan rumah ada pada pemiliknya. Artinya, Anda bisa mengatur segala fasilitas atau tata kelola yang ada sesuai kehendak Anda. Namun, hal itu tentu membutuhkan budget yang besar bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan fasilitas lengkap.

Berbeda dengan apartemen, segala fasilitas penunjang yang Anda butuhkan biasanya telah tersedia di apartemen. Secara umum, di apartemen telah tersedia berbagai fasilitas public seperti supermarket, kolam renang di rumah, tempat gym, restorant bahkan sekolah dan fasilitas lainnya.

4. Biaya Perawatan Apartemen dan Rumah

Berbicara tentang biaya, sebenarnya hal ini bisa dikatakan relatif. Namun demikian, kebanyakan apartemen mempunyai harga yang lebih terjangkau, apalagi apartemen bisa disewakan dalam jangka bulanan. Sehingga, tidak heran jika apartemen sekarang menjadi pilihan bagi orang yang masih bekerja dan belum berkeluarga.

Untuk rumah sendiri, harga yang ditawarkan umumnya akan lebih mahal, hal tersebut juga disebabkan oleh lahan yang semakin terbatas dan harga yang ditawarkan oleh broker properti yang semakin naik.

Mengenai perawatannya, bagian yang sering dilakukan perawatan antara lain, atap rumah, lantai dan dinding luar rumah yang bisa dibilang sangatlah fleksibel. Ini disebabkan Anda bisa mengaturnya sendiri sekaligus menekan biaya pengeluaran rumah untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Sehingga cenderung lebih hemat. Hal tersebut berbeda dengan apartemen, Anda akan dibebankan biaya bulanan dan biaya sinking fund.

5. Investasi Apartemen dan Rumah

Properti merupakah salah satu instrument terbaik untuk berinvestasi dan memungkinkan investor mendapatkan pendapatan pasif. Tetapi, apabila berbicara tentang investasi apartemen atau rumah, yang mana yang lebih menguntungkan?

Dari aspek keuntungan yang didapatkan, apartemen tentu menempati posisi pertama dari pada rumah. Sebab, dengan menyewakan apartemen, Anda bisa mendapatkan yield atau keuntungan yang lebih besar.

Bandingkan nilai investasinya, sumber: economy.okezone.com
Bandingkan nilai investasinya, sumber: economy.okezone.com

Meskipun begitu, untuk Anda yang memilih rumah sebagai media investasi juga bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari capital gain di saat rumah tersebut dijual kembali. Rumah juga memungkinkan bagi penghuninya untuk melakukan berbagai renovasi.

Apabila Anda kurang suka berhubungan dengan pengembang, maka kami rekomendasikan untuk investasi rumah sebagai pilihan terabik dan paling cocok untuk Anda. hal tersebut dikarenakan rumah sudah mempunyai hal milik sendiri.

Antara beli apartemen atau rumah, mana yang lebih baik untuk Anda? Jawaban untuk pertanyaan ini ada pada diri Anda sendiri. Setelah melihat pertimbangan di atas, Anda kami rasa sudah bisa memilih berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut.

Apabila Anda sudah berkeluarga dan senang bersosialisasi dengan banyak orang, maka rumah merupakan pilihan terbaik. Sebalinya, apabila Anda masih sendiri dan menginginkan hunian yang lebih privat, maka apartemen bisa Anda pilih.

Demikianlah paparan singkat yang bisa kami berikan untuk Anda. Semoga tulisan singkat kami ini memberikan gambaran pada Anda, sekaligus menjadi solusi dalam menentukan pilihan, beli apartemen atau rumah. See you!

Apa itu penthouse adalah pertanyaan yang mengawali tulisan kami kali ini. Penthouse merupakan bagian dari unit apartemen dengan golongan tipe tertinggi atau paling mahal dan megah. Untuk sebagian orang, mungkin properti satu ini bukanlah hal yang baru lagi.

Secara umum, penthouse adalah salah satu jenis apartemen yang terletak pada bagian lantai teratas dari sebuah gedung dan termasuk dalam unit paling eksklusif serta mewah. Dalam pendekatan bahasa Indonesia, penthouse dikenal dengan istilah griya tawang.

Penthouse merupakan jenis apartemen yang berbeda dari jenis lainnya. Karena hanya tersedia dalam jumlah yang sangat terbatas. Inilah yang menjadi alasan kenapa unit penthouse masuk kategori eksklusif. Ya, walaupun ada empat rooftop dalam sebuah apartemen, namun besar kemungkinan hanya ada dua penthouse di dalamnya.

Lebih dari itu, meskipun tergolong sebagai jenis apartemen, penthouse adalah unit khusus yang memberikan Anda ruangan lebih banyak. Jika di unit lain hanya terdapat sebuah balkon, maka di penthouse ini Anda bisa mendapatkan teras luas untuk menikmati pemandangan terbaik pada waktu senja dan pagi.

Tidak bisa dipungkiri bahwa penthouse memang dihadirkan dengan ukuran yang sangat luas, yakni paling kecil 300 meter persegi. Bahkan bukan hanya itu, ruangan penthouse juga bisa dibuat menggunakan material material pilihan serta berkelas. Artinya Anda bisa memberikan rekomendasi pada kontraktor bangunan yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, Anda tidak perlu heran jika mendapatkan jendela jendela besar, sejumlah master suites dan dapur mewah. Tingkat keamanan dari penthouse juga tidak perlu Anda khawatirkan. Sebab, Anda akan mendapatkan akses untuk lift pribadi jika tinggal pada hunian satu ini. Itulah penjelasan singkat mengenai pertanyaan apa itu penthouse.

Tampilan interior penthouse yang megah ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan apa itu penthouse, sumber: moivaonhatoi.com
Tampilan interior penthouse yang megah, sumber: moivaonhatoi.com

Keunggulan Penthouse

Setelah Anda mengetahui apa itu penthouse, sekarang Anda mungkin memiliki pertanyaan mengenai keunggulan apa yang diberikan oleh properti satu ini? Sebab, dengan harga yang fantastis, tentu keunggulan menjadi faktor penting bagi setiap konsumen. Untuk itu, di bawah ini kami berikan pula ulasan mengenai keunggulan dari properti ini untuk Anda.

1. Interior yang Elegan

Keunggulan pertama yang ditawarkan oleh penthouse adalah terletak pada bagian interiornya yang elegan. Pada umumnya, penthouse mempunyai fasilitas lengkap dan berbagai fitur berkelas yang nampak sangat elegan.

Contoh bagian interior elegan tersebut antara lain adalah peralatan dapur modern, kamar mandi dengan spa, desain langit langit tinggi, ruang tengah dan ruang kerja. Selain itu, kebanyakan properti ini juga sudah dilengkapi dengan ruang meeting pribadi.

2. Cahaya dan Ventilasi yang Baik

Keunggulan selanjutnya dari properti penthouse ini adalah cahaya dan ventilasi alami yang lebih baik. Sebab, unit ini umumnya mempunyai jendela jendela berukuran besar untuk memberikan akses pencahayaan yang cukup pada ruangan. Sehingga, Anda dipastikan akan mendapatkan kenyamanan yang lebih.

3. Layout Ruang yang Fleksibel

Karena penthouse merupakan hunian mewah nan luas, maka tidak heran apabila penataan ruangan lebih fleksibel dari apartemen biasa pada umumnya. Sehingga, Anda bebas memilih dan menambahkan sebuah area tidur tambahan atau ruangan tertentu yang Anda butuhkan di dalamnya.

Tata letak penthouse sangat fleksibel, sumber: qhomemart.com
Tata letak penthouse sangat fleksibel, sumber: qhomemart.com

4. Bernilai Investasi Tinggi

Apabila dilihat dari aspek investasi jangka panjang, properti penthouse ini adalah pilihan yang potensial. Hal tersebut disebabkan oleh semua keunggulan serta kemewahan yang ditawarkan. Itulah media branding yang menjadikannya memiliki nilai tersendiri dan tentu saja tidak ada pada apartemen pada umumnya.

5. Fasilitas Kelas Atas

Sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas, penthouse ini adalah hunian mewah dengan banyak fasilitas eksklusif yang berkelas. Di samping aspek keluasannya, Anda juga akan mendapatkan teras yang luas, pemandangan indah dari lantai paling atas, lift pribadi, sampai kolam renang.

Kekurangan Penthouse

Di atas adalah beberapa keunggulan dari penthouse yang bisa Anda rasakan. Selain memiliki sejumlah keunggulan, properti satu ini juga memiliki kekurangan. Berikut ini kami paparkan untuk Anda guna menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Pertama, lingkup target pasar cukup kecil dan hanya menyasar golongan tertentu saja. Kedua, harganya yang sedemikian mahal, membuat peminatnya kurang banyak. Ketiga, biaya perawatannya yang cukup mahal, karena ukurannya yang luas dan besar.

Keempat, penthouse akan lebih mudah terpapar panas maupun udara dari pada unit lainnya. Terakhir, tipe unit eksklusif yang memberikan privasi seringkali bisa menimbulkan nuansa yang sepi karena jauh dari akses sosial.

Tips Memilih Penthouse yang Tepat

Langkah selanjutnya setelah Anda mengetahui keunggulan dan kekurangan dari penthouse adalah mengetahui tips dalam memilihnya, jika Anda berminat untuk memilikinya. Berikut ini beberapa bocoran yang bisa Anda jadikan patokan.

Pertama, pastikan fasilitas yang diberikan sebanding dengan harganya. Kedua, pilih lokasi yang strategis, yakni pastikan letak penthouse tidak jauh dari akses fasilitas publik. Ketiga, jika di atas unit ada rooftop, pastikan hal itu tidak mengganggu.

Pastikan penthouse dekat dengan akses publik, sumber: mansionglobal.com
Pastikan penthouse dekat dengan akses publik, sumber: mansionglobal.com

Keempat, cek secara detil mengenai akses penghuni, apakah terdapat akses khusus atau disamakan dengan unit lainnya dan terakhir cek sistem keamanan apartemen dan kondisi lingkungan di sekitar apartemen. Pastikan semua unsur ini sesuai dengan kebutuhan Anda.

Harga Penthouse

Biasanya penthouse dibandrol dengan harga 5 miliar. Harga ini merupakan harga rata rata dari sebuah hunian penthouse di Indonesia. Jadi, jangan heran jika ditemukan beberapa penthouse yang ditawarkan dengan harga di atas belasan miliar. Namun demikian, setiap harga diseusaikan dengan fasilitas yang ada di dalamnya.

Contoh Penthouse di Indonesia

Salah satu contoh dari penthouse di Indonesia adalah seperti Super Penthouse The Voila Apartment, Surabaya. Properti yang dirancang oleh Ciputra World Surabaya ini adalah unit paling berkelas di The Voila Apartment karena hanya tersedia dalam 4 unit saja.

Spesifikasi dari Super Penthouse di antaranya berapa di bagian lantai teratas, yakni lantai 52 yang dilengkapi dengan 6 ruangan di dalamnya. Desain yang dibuat pun dirancang untuk bisa menghadirkan kesan homey yang nyaman serta menenangkan penghuninya.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu penthouse, keunggulan dan kekurangan serta tips untuk memilihnya. Kami rekomendasikan Anda membaca juga tulisan kami dengan judul broker properti, ini perbedaannya dengan agen dan sales berikut ini. Selamat membaca!

Ketika mendalami bidang penjualan properti, Anda kerap menemukan berbagai profesi di dalamnya. muali dari agen, sales sampai broker properti. Sepintas kerja mereka kelihatan sama, yakni menjual properti kepada konsumen.

Apabila semuanya bekerja untuk hal yang sama, lalu kenapa ketiga istilah tersebut disebut dengan nama yang berbeda? Apa perbedaan agen dan broker? Lalu apa pula bedanya mereka dengan sales properti? Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Broker Properti?

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah broker merupakan seseorang yang mempunyai peran sebagai perantara antara penjual dan pembeli properti. Selain itu, broker juga disebut dengan makelar dan calo atau biong.

Dulu cara kerja broker sangat identik dengan makelar yang bersifat tradisional serta tidak terstruktur. Namun, seiring berjalannyua waktu, sekarang ini broker bisa berbentuk suatu lembaga atau perusahaan di bawah payung hukum dan lebih profesional.

Singkatnya, broker properti merupakan seorang profesional yang bertugas untuk mengurus dan mempromosikan properti yang dibutuhkan developer sebagai pihak pertama. Itulah pengertian singkat broker properti.

Tugas Broker Properti

Sebagaimana yang telah dibahas di awal, bahwa tugas dari broker ini adalah untuk mengurus dan mempromosikan properti pada calon konsumen. Oleh karenanya, untuk menjadi broker yang handal membutuhkan keterampilan di bidang pemasaran, terlebih dalam bernegosiasi.

Ilustrasi seorang broker properti profesional, sumber: finansialku.com
Ilustrasi seorang broker properti profesional, sumber: finansialku.com

Secara umum, broker juga telah diberikan pembekalan sebelumnya mengenai bagaimana cara menganalisis kebutuhan serta daya beli target konsumen, sehingga dapat mempengaruhi klien untuk membeli properti dengan harga yang sesuai dengan target.

Agar lebih meyakinkan lagi, hal lain yang perlu Anda lakukan selaku seorang broker properti adalah selalu up to date dengan informasi terkini, misalnya harga, hipotek, kondisi pasar, peraturan dan undang undang berikut syarat lainnya.

Perbedaan Agen, Sales dan Broker Properti

Walaupun sering dianggap sama oleh kebanyakan orang, namun faktanya broker, agen dan sales properti berbeda. Apabila dilihat dari pengertiannya, agen adalah perantara berbentuk perorangan atau di bawah naungan perusahaan yang mengupayakan terjadinya transaksi pembelian properti.

Tugas dari agen properti berkutat pada hal hal teknis atau administrative seperti mengelola listing nama pembeli atau penjual properti, menyiapkan kontrak kerja sama, mengadakan pertemuan antara penjual dan pembeli sampai terjadinya transaksi antara keduanya.

Seiring waktu, kini broker dan agen properti berada di posisi yang sama. Pada asosiasi properti pun sama sama menggunakan nama asosiasi broker dan merupakan pihak dari luar perusahaan properti.

Sedangkan sales properti merupakan bagian internal dari perusahaan properti yang memang mempunyai tugas menjual produk mereka kepada konsumen. Sales adalah pegawai yang mendapat gaji tetap dari perusahaan properti atau pengembang properti. Baik laku maupun tidak laku, sales tetap mendapatkan gaji bulanan.

Apabila sales melakukan penjualan dengan sukses, umumnya mereka akan mendapatkan bonus tambahan. Selain itu, berbeda dengan agen dan broker, sales properti tidak membutuhkan sertifikasi properti dan asosiasi profesi.

Ketahui perbedaan broker, agen dan sales, sumber: jendela360.com
Ketahui perbedaan broker, agen dan sales, sumber: jendela360.com

Fee Broker Properti

Dengan beban tugas yang rumit dan harus standby setiap saat, tentunya fee atau komisi dari broker properti sebanding dengan beban kerjanya. Hal itu juga telah diatur dalam Permendag No 51 tahun 2017 tentang perusahaan perantara perdagangan properti sebanyak 2 hingga 5 persen dari nilai transaksi jual beli dan 5 sampai 8 persen untuk sewa menyewa properti.

Salah satu cara untuk menjadi broker yang sukses adalah dengan menguasai keterampilan dalam promosi dan negosiasi. Mempunyai pengalaman kerja sebagai seorang broker, pengetahuan berkenaan dunia properti seperti tipe rumah di Indonesia. Komunikasi dan rekam jejak yang baik juga menjadi nilai tersendiri bagi Anda.

Oleh karena itu, apabila Anda tertarik, Anda bisa memulai dari mendalami pengetahuan seputar dunia properti atau real estate dan senantiasa melatih kemampuan komunikasi terutama dalam hal negosiasi, itu saja. Bahkan, latar belakang pendidikan tidak menjadi jaminan bagi Anda jika tidak menguasai dua skill dasar ini.

Tips Memilih Broker Properti

Memutuskan untuk membeli atau tidak membeli properti membutuhkan pertimbangan yang dalam. Maka dari itu, memilih broker properti tidak boleh dilakukan dengan asal asalan. Berikut ini beberapa tips yang bisa dijadikan panduan dalam memilihnya.

1. Cek Data Secara Online

Biasanya broker profesional sudah terdaftar pada situs website perusahaan properti terkenal. Dari website itulah Anda bisa mendapatkan data dan informasi berkenaan dengan reputasi, rekam jejak, lisensi, sampai reward yang pernah didapatkan.

Ilustrasi cek data website secara online, sumber: logique.co.id
Ilustrasi cek data website secara online, sumber: logique.co.id

2. Mengajukan Beberapa Pertanyaan

Supaya lebih percaya pada broker yang Anda pilih, Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan sederhana namun spesifik, seperti strategi, riwayat transaksi yang berhasil diraih, hingga pengalaman apa saja yang sudah mereka lalui selama berkecimpung di dunia properti.

3. Meminta Referensi dari Konsumen Sebelumnya.

Selain mewawancarai langsung broker yang bersangkutan, Anda bisa saja meminta referensi atau testimoni dari konsumen sebelumnya. Anda bisa bertanya mengenai kinerja dari broker, kemampuan negosiasinya, rentang waktu sampai terjadi transaksi dan pertanyaan yang diperlukan lainnya.

Di atas adalah informasi seputar mengenal broker yang tidak boleh Anda lewatkan, khususnya jika Anda sedang bergelut dalam dunia bisnis satu ini. Sampai di sini kami rasa Anda sudah paham perbedaan dari ketiga istilah di atas.

Untuk melengkapi wawasan Anda tentang dunia properti, Anda bisa mengunjungi website resmi kami. Di sana Anda akan mendapatkan banyak artikel informatif lainnya, misalnya saja artikel dengan tema tips penataan kamar mandi pribadi yang nyaman berikut ini.