Rumah terdiri dari beberapa struktur bangunan yang menopangnya salah satunya adalah dinding. Sehingga penting bagi Anda untuk mengetahui jenis dinding rumah yang cocok digunakan. Karena setiap dinding rumah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan.

Bukan hanya berfungsi sebagai penopang saja. Dinding juga berguna untuk meredam suara, menjadi pembatas antar ruangan, melindungi dari sinar matahari, dan masih banyak lagi. Tentunya memiliki banyak manfaat untuk mendukung teciptanya rumah impian sesuai dengan keinginan Anda.

Semakin bagus, kokoh, dan dibangun secara tepat pada dinding rumah akan menciptakan suasana nyaman. Hal ini dikarenakan pembagian ruangan di dalam rumah dipisahkan oleh dinding. Jenis dinding rumah tidak dibanguan dan dipilih begitu saja namun, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan desain rumah.

Untuk mengetahui jenis dinding rumah bisa Anda simak berbagai penjelasannya pada artikel ini. Ternyata dinding juga mempengaruhi dari biaya bangun rumah. Jadi, akan sangat membantu bila Anda mengetahui informasi ini dan memahaminya secara lengkap.

Bahan Bangunan Dinding Rumah

Dinding terbuat dari berbagai macam material yang disesuaikan dengan budget, kebutuhan, dan peruntukannya. Hal ini sangat jelas untuk diketahui tentang bahan bangunan dinding agar tidak salah dalam memilihnya.

Jika dilihat dinding memiliki dua peran dari segi struktur dan konstruksi. Maksusdnya adalah dinding bisa digunakan sebagai struktural untuk ikut menahan beban dari rumah. Bisa juga menjadi dinding partisi yang digunakan sebagai konstruksi dan tidak menahan beban yang cukup berarti dari rumah.

Penasaran dengan bahan bangunan dari dinding rumah? bisa Anda simak diantara beberapa ulasannya berikut ini.

1. Bata Ringan

Batu bata ringan, sumber havenkontraktor.com
Batu bata ringan, sumber: havenkontraktor.com

Seperti namanya bata ini memiliki bobot yang sangat ringan bila dibandingkan dengan jenis bata lainnya. Sehingga sering disebut juga dengan batu apung karena bila ditaruh di air akan terapung dan tidak tenggelam. Dengan bobotnya yang ringan membuat proses pengerjaannya cenderung lebih cepat dan mudah.

Kuaitas dan karakterirstik dari bata ringan sesuai dengan harga jualnya yang relatif cukup mahal. Sehingga tidak dierekomendasikan bagi Anda yang ingin menghemat budget pembangunan rumah. Jika desain rumah Anda memiliki konsep minimalis, batu bata ringan bisa menjadi pilihan yang tepat.

2. Batako

Terbuat dari campuran bahan pasir dan semen yang diaduk menjadi satu lalu, dicetak dengan bentuk balok. Batako memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan dengan bahan bangunan dinding batu bata merah. Kelebihanannya yaitu, harganya yang relatif murah dan proses pemasangannya cukup cepat.

Namun, ada kekurangannya yang perlu untuk diantisipasi adalah mudah retak dan daya tahan terhadap beban cenderung minim. Sehingga tidak cocok bila dijadikan sebagai dinding struktural. Jadi, jika ingin menggunakan bahan bagunanan dinding ini pastikan kembali dengan desain

3. Batu Bata Merah

Menjadi salah satu bahan bagunan yang banyak diaplikasikan pada dinding rumah. Terbuat dari tanah liat pilihan, dibentuk menjadi kotak (persegi panjang), dan terakhir dibakar. Membuat batu bata merah memiliki daya tahan yang kuat serta harganya yang cukup terjangkau. Pada zaman dahulu, selain jadi dinding, bata merah juga dipakai untuk membuat lantai rumah. Tentu dilapisi dengan semen acian agar halus.

Kelebihan dari batu bata merah adalah pemasangannya yang cukup mudah. Untuk memberikan kenyamanan dinding dengan material ini mampu mereduksi panas yang cukup baik. Tidak mudah terpengaruh oleh perubahan cuaca sehingga, tahan lama saat digunakan.

4. Glassfiber Reinforced Concrete (GRC)

Bahan Glassfiber Reinforce Concrete, sumber trends.directindustry.co
Bahan Glassfiber Reinforce Concrete, sumber: trends.directindustry.co

Sifat dari dinding GRC adalah non permanen dan bisa dilakukan pembongkaran jika tidak terpakai. Sehingga akan sangat cocok bila Anda membangun rumah semi permanen dimana, pada suatu saat nanti ingin melakukan renovasi. Sama dengan bata ringan yaitu, memiliki bobot yang ringan.

Perlu diketahui juga bahwa GRC memiliki kekurangan yaitu, tidak mampu menahan beban berat dan terhadap benturan. Dalam penggunaannya lebih sering digunakan sebagai dinding konstruksi rumah. Karena tidak diberikan suatu beban dari struktural rumah.

5. Kayu

Banyak digunakan sebagai material dari berbagai produk furniture. Ternyata kayu juga bisa digunakan sebagai bahan bagunan dinding rumah. Namun, dalam penggunaannya Anda harus berhati-hati dalam memilih jenis kayu. Karena tidak semua jenis kayu cocok digunakan sebagai dinding rumah.

Kayu yang digunakan memiliki kualitas yang baik, kuat, tidak mudah rapuh dan dimakan rayap. Kelebihannya yaitu, dapat memberikan tampilan ruangan rumah yang arstistik dan memberikan kesan alami. Hanya saja untuk pengerjaanya cukup lama dan harganya relatif mahal.

Jenis Dinding Rumah yang Sering Digunakan

Penggunaan dinding tentunya tidak akan lepas dari sebuah bangunan rumah. Karena setiap rumah pastinya memiliki dinding baik dijadikan sebagai bagian struktural dan konstruksi. Dinding yang digunakan semuanya tergantung dari desain dan kebutuhan rumah.

Anda bisa lihat berbagai jenis dinding rumah yang umumnya sudah sering digunakan saat membangun rumah. Bisa disimak penjelasannya berikut ini.

1. Dinding Batu Bata

Dinding rumah menggunakan batu bata, sumber rumah123.com
Dinding rumah menggunakan batu bata, sumber: rumah123.com

Menggunakan batu bata sebagai dinding dari rumah bisa menjadi pilihan tepat untuk menghadirkan tampilan yang menarik. Sebab, karakteristik tampilan dari batu bata yang berwarna cokelat kemerahan khas dari tanah liat.

Suasana rumah akan lebih terasa lebih nyaman dan adem karena batu bata dapat mereduksi (menyerap) panas dengan baik. Jika rumah Anda menggunakan konsep industrial memilih batu bata sangat direkomendasikan. Dimana, akan membuat kesan konsep rumah lebih terasa dan terlihat indah.

2. Dinding Batako

Ukuran batako yang lumayan besar bisa menghemat pembuatan dinding rumah lebih efisien. Karena tidak perlu membutuhkan jumlah batoko yang banyak dan bisa disesuaikan dengan luas dinding rumah. Ukurannya yang besar memudahkan dalam proses pemasangannya. Kelebihan dari dinding batako adalah lebih kuat dan kedap terhadap air.

3. Dinding GRC (Glassfibre Reinforced Concrete)

Jika Anda suka dalam mendekorasi atau merenovasi rumah dalam jangka waktu yang tidak begitu lama. Sangat pas bila Anda menggunakan GRC sebagai dinding rumah. Karena dinding GRC sangatlah mudah dipasang dan dibongkar sehingga, cocok untuk rumah dengan konstruksi semi permanen. Kekuatannya yang minim tidak direkomendasikan digunakan untuk menahan sebuah beban.

4. Dinding Kaca

Rumah dengan dinding kaca, sumber rumahlia.com
Rumah dengan dinding kaca, sumber: rumahlia.com

Jenis dinding rumah dengan bahan kaca kini telah populer dan banyak yang sudah menggunakannya. Konsep rumah modern sangatlah pas menggunakan dinding kaca karena akan memperlihatkan sisi kemewahan. Kekurangannya tentu akan memperlihatkan isi rumah. Namun, banyak kelebihan yang akan Anda dapatkan jika menggunakan dinding ini.

5. Dinding Kayu

Tampilannya yang alami membuat kayu sangat menarik bila dijadikan sebagai dinidng rumah. Jenis kayu berkualitas yang digunakan memberikan nuansa tradisional pada rumah. Dalam pengerjaan dinding kayu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Akan tetapi, daya tahan dan kekutannya cukuplah baik untuk menahan sebuah beban.

6. Dinding Bata Ringan

Bata ringan menjadi material dinding rumah yang cukup populer karena proses pemasangannya yang bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga pembangunan rumah yang cukup cepat banyak menggunakan bata ringan sebagi dindingnya. Tujuannya agar target pengerjaan rumah bisa selesai tepat waktu. Namun, sayangnya untuk daya tahan dan kekuatannya rentan terhadap guncangan seperti gempa.

7. Dinding UPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride)

Dinding UPVC, sumber idea.grid.id
Dinding UPVC, sumber: idea.grid.id

Menjadi salah satu jenis dinding rumah yang masih sangat baru dalam penggunaannya. Bahannya yang ringan dan mudah dipasang karena terdiri dari beberapa bagian besar. Sehingga proses pemasangan dindingnya bisa dilkukan dalam waktu yang singkat. Kelebihan dari dinding UPVC adalah tampilannya yang bertekstur. Sehingga bisa dengan mudah dikombinasikan dengan konsep rumah.

Itulah penjelasan mengenai jenis dinding rumah yang sering digunakan saat melakukan pemabangunan. Dari berbgai jenis dinding tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangnya masing-masing. Sehingga Anda bisa memilihnya dengan cermat dan sesuaikan dengan kegunannya. Apakah digunakan untuk menahan beban struktural atau hanya sebagai bagian dari konstruksi (tidak menahan beban).

Bila Anda sedang merencanakan pembangunan rumah dan mencari kontraktor profesional. Bisa langsung hubungi kami Adiprana Sentosa Indovesco (ADISI) perusahaan konstruksi di Jakarta Selatan yang siap membantu. Bisa lakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan solusi dan perancanaan terbaik dalam membangun rumah impian Anda.

Semoga dengan berbagai penjelasan dari informasi yang sudah disampaikan dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda. Tetap selalu update informasi menarik lainnya hanya di laman Adiprana Sentosa Indovesco.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan rumah impian menjadi kenyataan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan renovasi rumah. Namun, sebelum Anda merenovasi rumah ada beberapa hal yang perlu pertimbangan dan perhatian lebih.

Renovasi rumah atau pemugaran sangat penting untuk dilakukan agar umur hunian yang Anda miliki dan tempati bisa bertahan lebih lama. Walaupun renovasi bisa menjadi pilihan dalam menekan biaya untuk mendapatkan rumah impian baru, renovasi ini juga bisa memanfaatkan bangunan lama yang sudah ada.

Namun demikian, ketika Anda ingin melakukannya tetap harus dengan perencanaan yang matang. Terutama berkenaan dengan budget atau anggaran yang dibutuhkan agar proses dan hasil renovasi bisa sesuai dengan ekspektasi dan harapan Anda.

Renovasi secara umum bisa dikatakan sebagai sebuah proses atau kegiatan untuk memperbaiki, merombak, meremajai atau menyempurnakan struktur atau bentuk rumah. Hal ini biasanya diimplementasikan dalam bentuk konsep desain yang dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan renovasi rumah.

Selain itu, renovasi rumah juga bisa Anda artikan sebagai rangkaian kegiatan untuk menambah ruangan dari bangunan atau lahan yang sudah ada, misalnya penambahan garasi atau taman belakang dan kolam renang.

Renovasi rumah idaman, sumber: google.com
Renovasi rumah idaman, sumber: google.com

Aspek Penting Sebelum Renovasi Rumah

Sebagai alternatif yang bisa Anda manfaatkan untuk menghadirkan rumah impian, renovasi rumah sangat cocok untuk semua segmentasi. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk melakukan renovasi, ada beberapa aspek yang perlu menjadi pertimbangan dan perhatian agar tetap terjangkau dari segi biaya. Simak paparan di bawah ini.

Perencanaan yang Matang

Perencanaan adalah langkah pertama yang perlu Anda lakukan. Hal ini adalah awal dari setiap kegiatan renovasi bisa terealisasi dengan baik dan sempurna. Untuk itu, pastikan Anda melakukan konsultasi dengan pihak terkait sebelumnya atau minimal sudah mencari informasi seputar tips renovasi rumah.

Untuk konsultasi Anda bisa menghubungi pihak yang sudah berpengalaman dan profesional dalam bidang tersebut. Salah satunya adalah  perusahaan konstruksi di Jakarta Selatan, Adiprana Indovesco. Tahap satu ini dikatakan sangat penting karena berkaitan langsung dengan gambaran dari rumah yang hendak Anda wujudkan secara konkret, walaupun dalam bentuk sketsa gambar renovasi rumah.

Selain itu, yang juga perlu Anda perhatikan adalah material yang akan digunakan. Sebab, material akan berperan penting dalam menjaga kondisi rumah setelah renovasi dan membuatnya menjadi lebih awet.

Anda juga biasanya akan mendapatkan bocoran mengenai estimasi biaya renovasi rumah dari kami. Tentu saja biaya renovasi berbeda dengan biaya bangun rumah. Untuk itu, Anda perlu mencari referensi lainnya untuk dijadikan bahan pembanding.

Siapkan desain rumah, Renovasi rumah idaman, sumber: google.com
Siapkan desain rumah, sumber: google.com

Persiapan Biaya Renovasi Rumah

Aspek selanjutnya adalah menyiapkan biaya renovasi rumah. Setelah mendapatkan estimasi sebelumnya, Anda perlu membuat perincian biaya atau anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi. Secara umum, jasa terkait akan memberikan rincian anggaran setelah konsultasi. Sama halnya dengan perusahaan kami.

Jadi, pada waktu konsultasi yang lebih lanjut, konsultan akan memberikan proposal terkait anggaran yang memberikan gambaran secara detail biaya yang dibutuhkan untuk melakukan renovasi rumah yang Anda inginkan dan secara umum, rinciannya dalam bentuk rumus volume pekerjaan dikali harga satuan.

Volume pekerjaan ini biasanya dihitung dalam satu meter, meter persegi dan meter kubik, bergantung dari luas area bangunan dan lahan yang hendak direnovasi. Untuk harga satuannya sendiri mengacu pada akumulasi biaya material dan gaji tenaga kerjanya.

Penghitungan Luas Bangunan dan Lahan

Mengetahui luas bangunan dan lahan yang Anda miliki mempunyai peran besar dalam mengatur biaya yang dibutuhkan dalam proses renovasi. Untuk itu, sangat disarankan pada siapa pun yang ingin merenovasi rumah mengenal lebih detail tentang rumahnya. Terkhusus, luas bangunan dan lahannya.

Dengan mengetahui lebih detail luasnya, bisa jadi Anda tidak membutuhkan renovasi atau perubahan rumah secara keseluruhan, misalnya merekonstruksi ulang ruangan dari nol. Tentu saja ini sangat menguntungkan Anda dari aspek meminimalisir pengeluaran biaya.

Persiapan Biaya Tak Terduga

Walaupun Anda dan pihak konsultan sudah menyetujui dan menentukan biaya yang akan dikeluarkan dalam proses renovasi tersebut, perlu Anda ingat bahwa di tengah perjalanan ada saja kemungkinan yang bisa terjadi. Untuk itu, selalu siapkan biaya tak terduga untuk berjaga-jaga.

Siapkan biaya tambahan, sumber: google.com
Siapkan biaya tambahan, sumber: google.com

Kemungkinan yang terjadi di luar rencana tersebut bisa saja diakibatkan oleh perubahan harga bahan baku saat proses renovasi berlangsung atau bisa juga karena faktor alam yang membuat tertundanya pekerjaan sehingga waktu dan biaya pun harus menjadi lebih banyak.

Untuk memudahkan Anda dalam menyiapkan besaran biaya tak terduga, Anda bisa menggunakan metode sederhana, yakni dengan menggunakan persentase dari biaya awal. Setidaknya sepuluh hingga dua puluh persen dari biaya awal.

Tips Memilih Jasa Renovasi Rumah

Umumnya, setiap orang termasuk Anda dan keluarga sudah memiliki kontraktor atau tukang bangunan langganan yang menjadi pilihan di keluarga untuk setiap hal yang berkenaan dengan pembangunan dan renovasi hunian.

Namun, tak jarang terjadi benturan waktu antara Anda dengan kontraktor tersebut. Oleh sebab itu, Anda harus siap siaga dengan kemungkinan tersebut dengan cara mencari dan memilih jasa renovasi lain dan mewujudkan rumah impian Anda secepatnya.

Untuk itulah, di bawah ini kami berikan beberapa tips yang bisa Anda coba aplikasikan tatkala kondisi di atas menimpa Anda. Khususnya untuk Anda yang belum memiliki kontraktor cadangan, berikut ini tips yang patut Anda coba.

Minta Rekomendasi Tetangga

Untuk memilih dan mendapatkan kontraktor atau jasa renovasi yang berkualitas dan mumpuni dalam mengerjakan proyek Anda, bisa dimulai dengan cara meminta rekomendasi pada tetangga sekitar rumah, mungkin mereka memiliki referensi bagus untuk Anda. Hal ini juga sebaik sarana untuk mempererat silaturahmi Anda dengan tetangga.

Cari informasi, sumber: google.com
Cari informasi, sumber: google.com

Meminta rekomendasi tetangga ini sangat membantu dalam mengetahui secara detail perihal pengerjaan yang pernah lakukan sebelumnya. Lebih dari itu, Anda pun bisa menanyakan biaya tenaga kerja yang ditawarkan oleh kontraktor tersebut. Jadi, Anda bisa menyesuaikannya dengan biaya yang Anda miliki.

Cari Referensi Secara Online

Di era modern seperti sekarang ini, hampir semua hal bisa diakses dan berjalan secara online dan virtual. Begitu juga dengan kebutuhan Anda yang satu ini, yakni mencari rekomendasi kontraktor renovasi berkualitas dengan biaya terjangkau yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda.

Secara online, Anda mempunyai kemungkinan untuk mengetahui rekam jejak pekerjaan yang telah dilakukan oleh kontraktor terkait, mulai dari portofolio pengerjaannya misalnya dokumentasi proses dan hasil renovasi rumah dan tentu saja pada kolom komentar Anda bisa menemukan testimoni dari konsumen yang pernah menggunakan jasa tersebut.

Nah, sebagai salah satu kontraktor bangunan, kami memberikan berbagai keuntungan kepada Anda ketika menggunakan layanan kami. Informasi lebih lanjutnya, Anda kami sarankan mengunjungi platform kami di Adiprana Indovesco secara mandiri dan lakukan konsultasi lebih lanjut dengan pihak kami segera.

Pondasi adalah elemen penting yang ada pada bangunan. Karena itu, dalam merancang bangunan maka rancangan pondasi harus dibuaat dengan seksama sehingga jenis pondasi yang di bangun nantinya benar-benar sesuai dengan konstruksi bangunan di atasnya.

Penentuan struktur pondasi seperti bentuknya, spesifikasi material dan kedalamannya ditentukan dengan perhitungan yang matang. Sehingga tidak jarang sebuah gedung tinggi yang akan dibangun menggunakan pondasi yang pengerjaannya lama. Hal ini tidak lain karena jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi terbaik untuk menopang struktur di atasnya sehingga pengerjaannya lama. 

Jenis Pondasi
Pondasi rumah. Sumber RUmah123.com

Jenis-jenis Pondasi dan Klasifikasinya

Ada berbagai macam pondasi pada bangunan yang bisa Anda jadikan pilihan ketika membangun rumah. Setidaknya dari jenis pondasi yang ada, diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Anda bisa menyesuaikan pondasi yang Anda pilih dengan kebutuhan, apakah itu pondasi dalam maupun pondasi dangkal.

Pondasi Dalam

Pondasi dalam merupakan pondasi yang dibangun di dalam tanah dengan kedalaman yang lebih dalam dari 3 meter. Penggunaan pondasi ini karena keberadaan struktur tanah yang kurang stabil untuk menampung beban bangunan, atau karena struktur bangunan tersebut memang berat sehingga diperlukan pondasi yang kuat.

Berbagai macam pondasi dalam adalah sebagai berikut.

  • Pondasi tiang pancang
  • Pondasi Piers
  • Pondasi Caissons

Pondasi Dangkal

Pondasi dangkal merupakan pondasi yang dibangun dengan kedalaman tanah yang dangkal. Kedalaman maksimal dari pondasi dangkal adalah 3 meter. Penggunaan pondasi ini cocok untuk daerah yang memiliki struktur tanah kuat. Karena struktur tanah yang kuat, penggunaan pondasi yang tidak terlalu dalam menjadikan bangunan tetap aman.

Jenis pondasi dangkal adalah sebagai berikut :

  • Pondasi tapak
  • Pondasi jalur
  • Pondasi rakit
  • Pondasi sumuran
  • Pondasi umpak
  • Pondasi plat beton lajur
  • Pondasi strauss pile.

Jenis Pondasi Konstruksi dan Penjelasannya

Di dalam dunia konstruksi, ada beragam jenis pondasi baik itu pondasi dalam, pondasi dangkal ataupun pondasi yang berada di permukaan tanah. Seperti apa jenis pondasi ini, dan bagaimana penggunaannya?  Inilah penjelasannya !

Pondasi Rubanah

Jenis Pondasi
Ruang bawah tanah atau rubanah memerlukan pondasi khusus, Sumber realoka.com

Pondasi ini seperti halnya pondasi biasa yang menggunakan plat beton, besi atau cor beton. Hanya saja pondasi ini diadopsi untuk rumah yang terdapat ruang tambahan berupa rubanah atau basement.  Ada dua jenis basement, yakni basement daylight yang sebagian dinding basement berada di permukaan tanah sehingga memungkinkan dipasang jendela. Selanjutnya adalah basement full yang keseluruhan basement berada di dalam tanah.

Pondasi Crawlspace

Pondasi ini dibangun dengan dinding pondasi yang pendek dan muncul di permukaan tanah. Jenis pondasi ini akan menjadikan ada jarak antara rumah dan tanah. Pondasi ini adalah pondasi untuk rumah panggung, sehingga pondasi ini cocok untuk daerah yang rawan banjir. Keuntungan lainnya adalah pondasi ini akan membebaskan bangunan dari serangan rayap.

Pondasi Jalur

Jenis Pondasi
Pondasi lajur. Sumber Stella Marris College

jenis pondasi ini dibangun untuk menopang beban yang berbentuk memanjang seperti pondasi pada pagar tembok. Pondasi ini juga disebut dengan pondasi memanjang. Penempatan kolom pada pondasi ini berdekatan dan fungsi kolom tidak untuk menahan beban struktural. Pembangunan pondasi ini bisa menggunakan batu kali, batu pecah, cor beton baik bertulang maupun tidak bertulang, bahkan bisa dengan pasangan batu bata jika tidak ada beban struktural.

Pondasi Tiang Pancang

Jenis pondasi ini dibuat dengan menggunakan tiang yang di tanam di dalam tanah dengan kedalaman tertentu. Pondasi ini tidak ditanam dengan cara digali, namun dilakukan dengan menggunakan hammer atau mesin pemukul bertenaga diesel. Orang juga menyebut jenis pondasi ini sebagai pondasi paku bumi.

Pondasi Piers

Pondasi piers juga disebut sebagai pondasi dinding diafragma. Pondasi ini dibuat dengan menggunakan balok beton precast. Beton tersebut dibuat dengan bentuk sedemikian rupa dengan menyesuaikan kebutuhan. Dengan menggali tanah yang dalam untuk kemudian balok beton precast tersebut diletakkan di dalam galian tanah secara bersambungan untuk kemudian dilanjutkan dengan struktur bangunan di atasnya.

Pondasi Caissons

Pondasi ini juga disebut dengan pondasi bored pile. Cara pembangunan pondasi ini adalah dengan melakukan penggalian tanah dengan menggunakan alat bor. Untuk kemudian besi tulangan di masukkan ke dalam lubang dan lubang di cor menggunakan semen. Diameter pondasi dan kedalamannya disesuaikan dengan struktur tanah dan beban bangunan.

Pondasi Tapak

Pondasi tapak adalah pondasi yang memiliki bentuk persegi, atau lingkaran dan menyerupai telapak kaki. Penggunaan pondasi tapak atau pad foundation pada bangunan yang memiliki beban tunggal. Pondasi ini memiliki bentuk yang khas dan memiliki komposisi beton bertulang. Pondasi ini memiliki fungsi load live benda di atasnya, dan juga untuk menahan beban memanjang agar tidak ada pergerakan.

Pondasi Rakit

Pondasi ini disebut juga dengan pondasi raft yakni pondasi yang dibangun menyerupai bentuk rakit. Sebagaimana bentuk rakit, setiap kolom pada pondasi ini akan berdekatan dan bahkan berhimpitan satu sama lain.

Pondasi ini digunakan untuk tanah luna yang menjadikan bangunan tidak stabil. Dengan menggunakan pondasi ini, semua bagian bangunan akan bertumpu di atas pondasi sehingga meskipun tanah ada pergerakan bangunan tetap aman mengikuti pondasi.

Pondasi Sumuran

Jenis Pondasi
Pondasi Sumuran. Sumber Rumah123.Com

Penyebutan pondasi ini dikarenakan pondasi sumuran dibangun dengan menggali tanah menyerupai penggalian sumur. Pondasi yang merupakan perpaduan antara pondasi tiang dan pondasi dalam ini digunakan untuk memperkuat tanah pijakan dari bangunan. Arena itulah jenis pondasi ini cocok untuk bangunan yang berada pada tebing.

Pondasi Umpak

Jenis pondasi ini awalnya diadopsi oleh rumah tradisional seperti rumah Joglo. Umpak sendiri merupakan batuan yang dijadikan pijakan dari tiang kayu pada bangunan kayu seperti Joglo. Namun saat ini jenis pondasi ini digunakan untuk rumah tahan gempa. Namun karena untuk membentuk batu umpak membutuhkan waktu lama, saat ini penggantinya adalah semen cor.

Jenis Pondasi
Umpak peninggalan masa lalu. Sumber Radar Jombang

Pondasi Plat Beton Lajur

Pondasi plat beton lajur adalah pondasi dengan menggunakan beton untuk menopang kolom pada bangunan. Pondasi ini cukup murah jika dibandingkan dengan penggunaan batu kali sebagai penopang pondasi. Selain itu, penggalian pondasi akan lebih sedikit karena hanya menyesuaikan dengan lebar beton lajur.

Pondasi Strauss Pile

Model pondasi ini menyerupai pondasi bored pile. Pondasi strauss pile adalah pondasi yang penggaliannya menggunakan tenaga manual manusia dengan alat bor auger. Meskipun menggunakan peralatan manual, pondasi ini mampu menembus tanah sedalam 10 meter. Penggunaan pondasi ini cocok untuk pembangunan yang low budget.

Memilih Jenis Pondasi Bangunan

Anda tentu tidak sembarangan dalam memilih jenis pondasi yang cocok untuk bangunan Anda. Ada banyak faktor yang perlu di pertimbangkan agar pondasi yang Anda gunakan benar-benar aman dan tidak menjadikan bahaya bagi siapa saja yang berada di bangunan tersebut. Inilah tips memilih jenis pondasi bangunan.

Ketahui Struktur dan Beban Bangunan

Seperti apa bangunan yang akan Anda bangun? Struktur bangunan yang Anda bangun tentu sangat berpengaruh pada jenis pondasi yang Anda gunakan. Struktur bangunan bertingkat tentunya memiliki beban yang lebih berat dan membutuhkan pondasi yang kuat.

Pelajari Struktur Tanah

Jenis pondasi yang digunakan pada sebuah bangunan tentu harus disesuaikan dengan struktur tanah. Banyak sekali struktur tanah yang tidak ideal jika dibangun bangunan di atasnya. Seperti tanah gambut, tanah berair, atau tanah berpasir. Jenis tanah tersebut memang tidak stabil dan sangat tidak cocok jika dibangun bangunan di atasnya.

Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, para pakar bangunan mulai mengakali kondisi ini dengan membuat pondasi khusus yang menjadikan bangunan tetap kokoh meskipun berada di atas tanah tersebut.

Jenis Pondasi
Struktur tanah mempengaruhi desain rumah dan pondasi. Sumber itworks.id

Keadaan Geografis

Jika Anda akan membangun rumah di suatu daerah, maka ketahui kondisi geografis daerah tersebut. Apakah daerah tersebut rawan gempa, atau berada di daerah cekungan sehingga rawan banjir dan sebagainya.

Kondisi yang tidak menentu tersebut sangat membahayakan bangunan Anda jika Anda tidak mempersiapkan sedini mungkin. Jika Anda membangun rumah di daerah rawan terjadi gempa, maka sebaiknya menggunakan struktur bangunan yang tahan gempa. Hal ini tentu berpengaruh dengan jenis pondasi yang akan Anda gunakan.

Budget yang Dimiliki

Terkadang ketika membangun sebuah bangunan, untuk menambah kuat bangunan pondasi dibuat dengan menggunakan jenis pondasi yang kuat. Memang hal itu bisa menambah kekuatan bangunan, namun tentunya budget yang Anda keluarkan akan semakin besar.

Jika dana Anda mepet, maka Anda bisa menyesuaikan jenis pondasi yang Anda pilih dengan budget yang Anda miliki, namun Anda juga memastikan bahwa jenis pondasi yang Anda pilih sudah cukup kuat dan aman untuk bangunan Anda. Jangan sampai untuk menghemat pembiayaan Anda malah menggunakan pondasi yang nantinya berbahaya untuk bangunan Anda.

Itulah beberapa ulasan mengenai jenis pondasi dan bagaimana cara memilihnya. Dengan menggunakan pondasi yang tepat, maka bangunan Anda akan kuat dan aman, sehingga Anda sendiri akan merasa nyaman didalamnya. Semoga artikel ini memberikan tambahan pengetahuan bagi Anda.